وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ
dan kaum Nuh sebelumnya; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُwa-qawma nuuhin min qabludan kaum Nuh sebelumnya
- إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰinnahum kaanuu hum azhlama wa-athghaasesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَقَوْمَwa-qawmadan kaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- هُمْhummereka
- أَظْلَمَazhlamagelap
- وَأَطْغَىٰwa-athghaadan lebih melampaui batas
Inti bacaan
Perbandingan tingkat kesalahan: 'kaum Nuh sebelum itu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih melampaui batas', pengakuan bahwa tingkat pelanggaran bisa berbeda-beda, bukan semua kesalahan setara, prinsip keadilan yang memperhitungkan gradasi.
Tafsiran
Ayat ini menempatkan kaum Nuh sebagai contoh paling awal dan paling parah dari kezaliman dan pelampauan batas.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kata lebih, bukan kata sangat. Ada perbandingan. Ada yang lebih ringan.
- Yang dibandingkan bukan kekuatannya, melainkan kezalimannya. Bukan siapa lebih besar. Siapa lebih jauh melewati batas.
- Kaum Nuh disebut Allah di ujung deretan. Yang paling awal. Disebut paling akhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-m, q-b-l, k-w-n, zh-l-m, t-gh-y): azhlama wa atghaa diterjemahkan 'lebih zalim & lebih melampaui batas' (akar zh-l-m + akar t-gh-y putaran 124). Selaras.