وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ

dan negeri yang dijungkirbalikkan, Dia jatuhkan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالْمُؤْتَفِكَةَwa-l-mu'tafikatadan negeri yang dijungkirbalikkan
  2. أَهْوَىٰahwaaDia jatuhkan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَالْمُؤْتَفِكَةَwa-l-mu'tafikatadan negeri yang dijungkirbalikkan
  2. أَهْوَىٰahwaaDia jatuhkan

Inti bacaan

Memeriksa asal sebuah kabar sebelum meneruskannya ke grup keluarga, dan meralat kabar keliru yang terlanjur dikirim.

Penjelasan pilihan kata

Susunan kalimatnya berubah di ayat ini. Tsamud di 53:51 dan kaum Nuh di 53:52 meminjam kata kerja (أَهْلَكَ, ahlaka) dari 53:50, sedangkan ayat ini membawa kata kerjanya sendiri dan meletakkannya di ujung. Kata (وَالْمُؤْتَفِكَةَ, wa-l-mu'tafikata) yang berarti "dan negeri yang dijungkirbalikkan" berdiri di depan, dan (أَهْوَىٰ, ahwaa) yang berarti "Dia jatuhkan" menyusul di belakang. Bunyi akhir a pada mu'tafikata menandai negeri itu sebagai pihak yang dikenai perbuatan. Karena didahulukan, negeri itu yang pertama kali terlihat oleh pembaca, sebelum perbuatan atasnya disebut.

Kata mu'tafikah berakar أ-ف-ك, dan bentuknya menandai sesuatu yang berbalik atau terbalik. Kata ini sendiri sudah menggambarkan nasibnya, sehingga terjemahannya memakai "negeri yang dijungkirbalikkan". Kata ini dipakai di 3 ayat, yaitu 9:70, 53:53, dan 69:9. Di ayat ini bentuknya tunggal, dan di 9:70 serta 69:9 bentuknya jamak, (وَالْمُؤْتَفِكَاتِ, wa-l-mu'tafikaati) dan (وَالْمُؤْتَفِكَاتُ, wa-l-mu'tafikaatu), yang berarti "negeri-negeri yang dijungkirbalikkan". Di 54:33 disebutkan bahwa kaum Lut mendustakan peringatan, dan negeri mereka tidak disebut dengan akar ini. Gambaran pembalikan negeri kaum Lut ada di 11:82 dan 15:74, "Kami balikkan bagian atasnya menjadi bagian bawahnya". Ayat ini sendiri tidak memberi nama. Negeri itu dikenal dari apa yang menimpanya.

Akar أ-ف-ك dipakai di ayat-ayat lain untuk hal yang dibalik dari arah semestinya. Di 24:11 terdapat (بِالْإِفْكِ, bi-l-ifki) yang berarti "berita bohong", kabar yang membalik kenyataan. Di 51:9 terdapat (يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ, yu'faku 'anhu man ufika) yang berarti "dipalingkan darinya orang yang dipalingkan". Di 5:75 pembaca diajak memperhatikan bagaimana orang-orang dipalingkan, di 46:22 kaum Ad bertanya apakah Hud datang untuk memalingkan mereka dari tuhan-tuhan mereka, dan di 7:117 tongkat Musa menelan apa yang dipalsukan para penyihir. Kabar, orang, sihir, dan negeri memakai akar yang sama. Sesuatu yang dibalik bisa berupa kebenaran di dalam ucapan, atau bagian atas sebuah kota.

Kata (أَهْوَىٰ, ahwaa) berakar ه-و-ي, akar yang sama dengan (هَوَىٰ, hawaa) yang berarti "jatuh" di 53:1. Pemakaian akar ini di surah ini sudah dicatat di 53:1 dan 53:3. Bentuk ahwaa menambah satu makna pada hawaa. Hawaa berarti jatuh, sedangkan ahwaa berarti membuat sesuatu jatuh. Pelakunya tidak ditulis di ayat ini, tetapi terbaca dari rangkaian sebelumnya, yaitu Dia yang membinasakan di 53:50. Bentuk ahwaa tidak dipakai di ayat lain. Di 11:82 dan 15:74 negeri itu dibalik, dan di sini gerakannya ke bawah. Kedua gambaran itu saling mengisi, dari atas menjadi bawah, lalu jatuh.

Tafsiran

Ayat ini membawa daftar kebinasaan ke puncaknya. Tiga kaum sebelumnya dinamai, Ad, Tsamud, dan kaum Nuh. Negeri keempat tidak dinamai dan dikenal dari nasibnya. Kaum-kaum lain dikenal dari nama mereka lalu diceritakan akhirnya, sedangkan negeri ini dikenal dari akhirnya saja. Dari surah-surah lain pembaca tahu apa yang terjadi di negeri itu. Di 7:80-81 Lut menegur kaumnya tentang perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan siapa pun sebelum mereka, lalu menyebut mereka kaum yang melampaui batas. Di 54:34 badai batu dikirim atas mereka, dan keluarga Lut diselamatkan pada waktu sebelum fajar.

Surah ini juga membentuk lengkung dengan kata kerja ayat ini. Surah 53 dibuka dengan sumpah demi bintang ketika jatuh (53:1), dan menjelang akhir daftarnya sebuah negeri dijatuhkan. Bintang itu jatuh tanpa disebut siapa yang menjatuhkannya, dan kejatuhannya dipakai sebagai sumpah. Negeri ini dijatuhkan oleh Dia, dan kejatuhannya menjadi pelajaran. Di antara dua kejatuhan itu, surah ini memakai akar yang sama untuk hawa nafsu (53:3, 53:23), sehingga pembaca bertemu akar ini di awal, di tengah, dan menjelang akhir surah.

Kata mu'tafikah memberi lapisan lain. Akar yang dipakai untuk negeri yang terbalik juga dipakai untuk berita bohong (24:11) dan untuk orang yang dipalingkan (51:9). Al-Qur'an tidak menyatakan bahwa negeri itu dibalik karena penghuninya membalik sesuatu. Tetapi pembaca yang melihat satu akar dipakai untuk kabar yang dibalik dan kota yang dibalik bisa merenungkan kedekatan keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Ada orang dan lembaga yang dikenang dari cara mereka berakhir, bukan dari cara mereka memulai. Nama yang dibangun puluhan tahun bisa tertutup oleh satu keruntuhan, sehingga orang menyebutnya dengan peristiwa itu saja. Negeri di ayat ini tidak dinamai sama sekali, dan pembaca mengenalnya sebagai negeri yang dijungkirbalikkan lalu dijatuhkan Allah. Setiap orang sedang menulis cara dirinya akan disebut kelak, dan bagian terakhir tulisan itu sering lebih lama diingat daripada bagian lainnya.
  • Akar yang dipakai untuk negeri yang terbalik juga dipakai untuk berita bohong di 24:11. Kabar palsu bekerja dengan membalik kenyataan, yang benar dibuat tampak salah dan yang salah dibuat tampak benar. Di zaman pesan berantai, kabar seperti itu menyebar lebih cepat daripada bantahannya. Satu akar yang sama untuk kabar yang dibalik dan kota yang dibalik mengajak pembaca melihat bahwa membalik kebenaran bukan perkara kecil, walaupun wujudnya cuma satu pesan yang diteruskan.
  • Di 11:82 Allah menjadikan bagian atas negeri itu bagian bawahnya. Sejarah manusia berkali-kali memperlihatkan pembalikan seperti itu, ketika penguasa menjadi terhukum, orang kaya menjadi papa, dan orang yang dipuja menjadi dilupakan. Ayat ini tidak berbicara tentang nasib setiap orang yang berkedudukan. Tetapi gambarannya membuat kedudukan tinggi terasa lebih rapuh daripada yang biasa dibayangkan oleh orang yang sedang menempatinya.
  • Di tengah negeri yang dijatuhkan itu ada satu keluarga yang diselamatkan pada waktu sebelum fajar (54:34). Kisah itu bisa dibaca sambil memikirkan pilihan yang dijaga seorang diri di tengah kota yang rusak. Pilihan seperti itu mudah luput dari hitungan orang banyak. Kejujuran yang sepi sering terasa sia-sia karena hasilnya belum terlihat oleh siapa pun. Orang yang merasa sendirian menjaga kejujuran di kantor, di kampung, atau di keluarga besar yang tidak peduli bisa melihat bahwa jumlah kecil tidak menghapus arti sebuah pilihan.
  • Di 11:81 utusan-utusan Tuhan meminta Lut pergi bersama keluarganya pada sebagian malam, dan mereka diminta tidak menoleh. Meninggalkan tempat yang merusak tidak selalu mudah, karena ada kenangan, harta, dan kebiasaan yang tertinggal di belakang. Pergi bersama orang yang sepakat memilih keluar membuat langkah itu lebih ringan. Ada orang yang sudah keluar dari lingkungan buruk, tetapi terus menoleh ke sana sampai tertarik kembali. Perintah pendek itu memperlihatkan bahwa selamat kadang membutuhkan kemauan untuk tidak melihat ke belakang lagi.
  • Karena negeri ini tidak dinamai, pembaca tidak bisa meletakkannya jauh di peta sejarah. Kota besar hari ini juga punya menara yang tinggi, pasar yang ramai, dan kebiasaan yang dianggap biasa oleh penghuninya. Ayat ini tidak menuduh kota mana pun. Ayat ini membiarkan satu negeri tanpa nama. Apakah ada yang sedang terbalik di kota tempat pembaca tinggal, tanpa terasa oleh penghuninya karena semua orang sudah terbiasa melihatnya?