فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih engkau ragukan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikamaka, nikmat Tuhanmu yang manakah
- تَتَمَارَىٰtatamaaraayang masih engkau ragukan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- تَتَمَارَىٰtatamaaraaengkau meragukan
Inti bacaan
Pertanyaan reflektif penutup rangkaian sejarah: 'maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih engkau ragukan?', ajakan menghitung bukti-bukti yang telah dipaparkan (penciptaan, sejarah, kematian-kehidupan) sebagai dasar keyakinan, bukan keraguan tanpa alasan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian bukti historis dengan pertanyaan retoris: begitu banyak tanda, mengapa masih ragu?
Renungan dan Hikmah
- Allah bertanya nikmat yang mana, bukan apakah ragu. Keraguan diandaikan ada. Yang ditanya sasarannya.
- Pertanyaannya menutup deretan bukti sejarah. Sesudah kaum-kaum yang binasa. Baru ditanya.
- Kata nikmat dipakai untuk peristiwa yang mengerikan. Allah menamainya begitu. Yang memperingatkan juga pemberian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, m-r-y): aalaa' rabbik diterjemahkan 'nikmat Tuhanmu' (akar '-l-w); tatamaaraa diterjemahkan 'engkau ragukan' (akar m-r-y). Selaras.