Ayat 53:56
هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ
Ini adalah seorang pemberi peringatan dari para pemberi peringatan yang terdahulu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هَٰذَا نَذِيرٌhaadzaa nadziirunini adalah seorang pemberi peringatan
- مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰmina n-nudzuri l-uulaadari para pemberi peringatan yang terdahulu
Terjemahan per kata (5 kata)
- هَٰذَاhaadzaaini
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مِنَminadari
- النُّذُرِn-nudzuripara pemberi peringatan
- الْأُولَىٰl-uulaayang terdahulu
Inti bacaan
Memilih satu nasihat yang sudah lama didengar dari banyak orang, lalu memberinya tanggal pelaksanaan minggu ini.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ, haadzaa nadziirun mina n-nudzuri l-uulaa) yang berarti "ini adalah seorang pemberi peringatan dari para pemberi peringatan yang terdahulu". Rangkaian (هَٰذَا نَذِيرٌ, haadzaa nadziirun) hanya terjadi di ayat ini. Uraian di bawah memeriksa kata tunjuknya, bentuk tunggalnya, bentuk jamaknya, dan sifat yang menyertai bentuk jamak itu.
Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) berakar ن-ذ-ر dan tertulis tunggal tanpa kata sandang, sehingga terjemahannya "seorang pemberi peringatan". Bentuk tunggal ini menunjuk orang yang datang. Di 67:9 para penghuni neraka menjawab (قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ, qad jaa'anaa nadziirun) yang berarti "sungguh telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan". Di 35:24 tertulis (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, wa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirun) yang berarti "dan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan". Kedua ayat itu memperlakukan kata ini sebagai pelaku yang datang dan berlalu, sehingga ayat 53:56 diterjemahkan dengan "seorang" dan bukan "suatu".
Kata (النُّذُرِ, n-nudzuri) adalah bentuk jamaknya, dan bentuk jamak ini jarang. Rangkaian yang persis sama, dengan kata sandang dan harakat akhir yang sama, ditemukan di 53:56, 54:23, 54:33, dan 54:36. Di 54:23, (كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ, kadzdzabat tsamuudu bi-n-nudzuri), dan di 54:36, (فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ, fa-tamaarau bi-n-nudzuri), kata itu diterjemahkan "peringatan-peringatan" karena yang didustakan dan dibantah adalah peringatan itu. Di 46:21, (وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ, wa-qad khalati n-nudzuru) yang berarti "sungguh telah berlalu para pemberi peringatan", bentuk jamak yang sama diterjemahkan "para pemberi peringatan" karena kalimatnya menyebut mereka berlalu "sebelum dan setelahnya". Di ayat ini pilihan jatuh ke orang. Kata sebelumnya tunggal dan menunjuk orang, dan kata (مِنَ, mina) memasukkan yang tunggal itu ke dalam golongan jamak. Pembacaan "suatu peringatan di antara peringatan-peringatan terdahulu" tidak ditolak oleh bentuk kata itu sendiri, tetapi rangkaian "seorang ... dari para ..." mengikuti pola 35:24 dan 46:21.
Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" dipakai di sini untuk menyatakan keanggotaan dalam suatu golongan. Pola yang sama terlihat di 46:9, (مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ, maa kuntu bid'an mina r-rusuli) yang berarti "aku bukanlah rasul yang pertama di antara para rasul", ketika pembicara menyatakan dirinya sebagai salah satu dari sebuah deretan.
Sifat (الْأُولَىٰ, l-uulaa) berakar أ-و-ل dan berarti "yang terdahulu". Surah ini memakainya tiga kali dengan tiga sasaran berbeda. Di 53:50, (عَادًا الْأُولَىٰ, 'aadan l-uulaa) yang berarti "Ad yang terdahulu", sifat itu menempel pada sebuah kaum. Di 53:56 sifat itu menempel pada para pemberi peringatan. Di 53:25, (فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ, fa-lillaahi l-aakhiratu wa-l-uulaa) yang berarti "maka, milik Allahlah akhirat dan dunia", sifat itu berpasangan dengan akhirat dan terjemahannya "dunia". Di 87:18, (لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ, lafii sh-shuhufi l-uulaa) yang berarti "benar-benar ada dalam lembaran-lembaran yang terdahulu", sifat yang sama menempel pada lembaran. Terjemahan "yang terdahulu" dipertahankan di ayat ini karena sasarannya golongan yang telah ada sebelum pembicaraan ini.
Kata tunjuk (هَٰذَا, haadzaa) menunjuk sesuatu yang dekat, dan ayat ini tidak menyebut siapa atau apa yang ditunjuk. Di 87:18 kata tunjuk yang sama menunjuk isi, yaitu (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) "sesungguhnya ini". Di 53:56 kata tunjuk itu berdiri di depan kata "pemberi peringatan" dan mengikat pelaku. Terjemahan mempertahankan "ini" tanpa menyebutkan nama, karena nama tidak ada di Arabnya.
Tafsiran
Ayat ini meletakkan pemberi peringatan di dalam barisan. Kalimatnya dibuka dengan kata tunjuk dekat, menyebut satu orang, lalu menyebut golongan yang lebih dulu ada, sehingga yang hadir sekarang berdiri di ujung deretan yang panjang. Ayat 35:24 memperlihatkan panjangnya deretan itu, dan ayat 46:9 memperlihatkan sisi lain dari susunan yang sama ketika seseorang diperintahkan berkata bahwa dirinya tidak menjadi yang pertama di antara para rasul.
Letak ayat ini membuat susunan itu bermakna. Sejak 53:36-37 surah ini menyebut lembaran-lembaran Musa dan Ibrahim sebagai tempat butir-butir daftarnya. Daftar itu bergerak dari beban yang tidak berpindah (53:38), melewati kebinasaan Ad, Tsamud, kaum Nuh, dan negeri yang dijungkirbalikkan (53:50-54), dan ditutup dengan pertanyaan kepada satu orang di 53:55. Ayat 53:56 mengubah arah bicara dari daftar tentang yang telah lewat menjadi pernyataan tentang yang ada di depan pendengar. Lembaran Musa dan Ibrahim berada di surah yang sama, tetapi ayat ini tidak menyatakan bahwa merekalah para pemberi peringatan yang dimaksud, dan nama mana pun tidak disebut di sini.
Ayat ini juga tidak menyebut isi peringatannya. Isinya muncul pada dua ayat sesudahnya. Ayat 53:57 menyatakan bahwa yang mendekat telah mendekat, dan ayat 53:58 menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah. Urutan itu, pemberi peringatan lebih dulu lalu hari yang mendekat, juga terlihat di 40:18, ketika perintah memberi peringatan langsung disusul oleh sebutan hari itu. Dengan begitu 53:56 berfungsi sebagai pembuka bagi tiga ayat yang berurutan: pembawa peringatan, hal yang diperingatkan, dan batas pertolongan.
Renungan dan Hikmah
- Orang yang diberi peringatan sering mencari sesuatu yang baru pada pemberinya, dan peringatan yang terasa lama mudah ditunda. Ayat ini menyebut pemberi peringatan itu sendiri sebagai bagian dari deretan yang lama, dan ayat 35:24 menyatakan bahwa setiap umat pernah dilewati seorang pemberi peringatan. Kebaruan karenanya tidak dijanjikan sebagai syarat bobot. Pembaca yang menunggu peringatan yang belum pernah didengar siapa pun sedang menunggu sesuatu yang tidak ditawarkan oleh Allah dalam ayat ini. Apa jawabannya bila ditanya mengapa masih menunggu?
- Deretan pemberi peringatan di 35:24 menyempitkan satu dalih, yaitu bahwa tidak ada yang pernah memberi tahu. Di 67:8-9 para penghuni neraka ditanya apakah seorang pemberi peringatan pernah datang, dan jawaban mereka mengandung pengakuan bahwa pemberi peringatan itu telah datang lalu didustakan. Dalih mereka tidak berupa ketidaktahuan. Ayat 53:56 menaruh pemberi peringatan masa kini dalam kenyataan yang sama, sehingga pertanyaan yang tersisa pada hari perhitungan menyangkut apa yang dilakukan sesudah kabar itu sampai kepada seseorang.
- Kata tunjuk dekat di awal ayat membuat peringatan terasa sedang berdiri di hadapan pendengar. Pembaca yang menelusuri nasib Ad dan Tsamud di ayat-ayat sebelumnya sebagai riwayat jauh mendapati kalimat yang tiba-tiba berpindah ke kata "ini". Perpindahan itu memendekkan jarak antara kisah dan orang yang membacanya, karena yang sedang berbicara berada di tempat yang sama dengan yang mendengar, dan Allah menutup jarak itu tanpa menyebut siapa pun dengan nama.
- Seseorang diperintahkan berkata di 46:9, (وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ, wa-maa anaa illaa nadziirun mubiinun) yang berarti "dan aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang menjelaskan". Peran itu terbatas pada menyampaikan dan menjelaskan. Orang yang berharap pemberi peringatan akan menolongnya pada hari yang diperingatkan akan menemukan, dua ayat kemudian di 53:58, bahwa penghilang hari itu adalah pihak lain. Harapan yang tepat mengarah kepada Allah, dan pemberi peringatan hanya menunjuk ke arah itu.
- Pembaca ayat ini berada di urutan sesudah umat-umat yang sudah didatangi pemberi peringatan sebelumnya. Kebinasaan Ad dan Tsamud yang baru dibacakan (53:50-51) menimpa kaum yang juga didatangi pemberi peringatan, dan 46:21 menyebut para pemberi peringatan telah berlalu sebelum dan sesudah saudara Ad. Urutan kedatangan tidak mengubah isi pemberitahuan. Orang yang merasa generasinya mendapat perkecualian dari pola ini akan sulit menunjuk ayat yang menjanjikannya.
- Orang yang menyampaikan kabar tidak enak jarang disambut hangat. Di kantor, petugas yang melaporkan retakan pada bendungan atau lubang pada anggaran sering dianggap pesimis dan pengganggu suasana. Ayat ini menaruh pemberi peringatan dalam barisan yang panjang, sehingga ketidaksukaan orang pada pembawa kabar buruk terlihat sebagai kejadian lama yang berulang. Ujian sesungguhnya mungkin ada pada pendengar, yaitu apakah kabar itu ditimbang menurut isinya atau menurut perasaan terhadap yang membawanya. Pertanyaan itu bisa diajukan lebih dulu sebelum kesal pada orang yang berani mengatakan hal yang tidak enak didengar.
Ayat 53:57
أَزِفَتِ الْآزِفَةُ
Yang mendekat telah mendekat;
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أَزِفَتِ الْآزِفَةُazifati l-aazifatuyang mendekat telah mendekat
Terjemahan per kata (2 kata)
- أَزِفَتِazifatitelah mendekat
- الْآزِفَةُl-aazifatuyang mendekat
Inti bacaan
Menuliskan satu urusan yang selama ini ditunda karena tidak ada tenggat, lalu memberinya tanggal selesai.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (أَزِفَتِ الْآزِفَةُ, azifati l-aazifatu) yang berarti "yang mendekat telah mendekat". Uraian di bawah menjelaskan mengapa kata kerjanya diterjemahkan "telah mendekat" tanpa kata "semakin", dan memeriksa dua kata yang menyusun ayat.
Kata (أَزِفَتِ, azifati) berakar أ-ز-ف dan ditandai korpus sebagai kata kerja lampau dengan pelaku perempuan tunggal. Penandaan itu mengarahkan terjemahan ke "telah mendekat", sejajar dengan 54:1, (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ, iqtarabati s-saa'atu) yang berarti "Saat itu telah mendekat", yang juga berupa kata kerja lampau meski berakar ق-ر-ب. Kata "semakin" menyiratkan proses bertahap, dan tidak ada kata Arab dalam ayat ini yang melahirkannya.
Kata (الْآزِفَةُ, l-aazifatu) berasal dari akar yang sama dan ditandai sebagai kata pelaku perempuan tunggal dengan kata sandang, sehingga artinya "yang mendekat". Kata kerja dan pelakunya seakar, dan terjemahan mengulang kata "mendekat" supaya ulangan akar itu terlihat di bahasa Indonesia. Akar أ-ز-ف hanya terjadi di dua ayat dalam seluruh korpus, yaitu di sini dan di 40:18, (وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ, wa-andzirhum yawma l-aazifati) yang berarti "dan berilah mereka peringatan akan hari yang mendekat". Bentuk kata kerjanya hanya ada di 53:57.
Pola kata kerja lampau yang disusul pelaku seakar juga terlihat di (وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ, waqa'ati l-waaqi'atu) pada 56:1 dan 69:15, dua ayat yang diterjemahkan "Peristiwa itu terjadi" dan "terjadilah Peristiwa itu". Rangkaian persis itu hanya ada di dua ayat tersebut. Ketiga tempat, 53:57, 56:1, dan 69:15, menyebut sesuatu dengan kata kerja yang akarnya sama dengan namanya, sehingga kata kerja itu mengulang nama pelakunya.
Kedekatan dinyatakan dengan dua akar berbeda di korpus. Akar أ-ز-ف dipakai di 40:18 dan 53:57. Akar ق-ر-ب dipakai sebagai kata kerja di 54:1 dan 21:1, (اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ, iqtaraba lin-naasi hisaabuhum) yang berarti "telah dekat kepada manusia perhitungan mereka", dan sebagai kata sifat di 42:17, (لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ, la'alla s-saa'ata qariibun) yang berarti "boleh jadi hari kiamat sudah dekat". Akar أ-ز-ف di ayat ini tidak diterjemahkan dengan kata sifat "dekat", karena kata itu dipakai juga untuk akar ق-ر-ب, dan kata kerja "mendekat" lebih setia kepada bentuk kata kerja yang ditandai korpus.
Ayat ini sendiri tidak menulis kata "hari" ataupun kata "Saat". Hari yang disebut di 40:18 dikenali sebagai acuannya dari kesamaan akar dan dari ayat sesudahnya, yang memakai kata ganti perempuan tunggal (لَهَا, lahaa) untuk kembali ke sebutan ini. Karena itu terjemahan hanya menulis "yang mendekat" dengan huruf besar di awal kalimat, tanpa memberinya nama diri.
Tafsiran
Ayat ini memuat hal yang diperingatkan oleh pemberi peringatan di 53:56. Pemberi peringatan disebut lebih dulu, lalu dua kata ayat ini langsung menyebut hal yang diperingatkan. Urutan yang sama terlihat di 40:18, ketika perintah memberi peringatan disusul oleh sebutan hari yang mendekat.
Bentuk kata kerja ayat ini patut dibaca bersama ayat-ayat sebelumnya. Dari 53:50 sampai 53:54 kata kerja lampau dipakai untuk peristiwa yang sudah selesai, yaitu (أَهْلَكَ, ahlaka) yang berarti "membinasakan" di 53:50, (فَمَا أَبْقَىٰ, fa-maa abqaa) yang berarti "maka Dia tidak menyisakan" di 53:51, (أَهْوَىٰ, ahwaa) yang berarti "Dia jatuhkan" di 53:53, dan (فَغَشَّاهَا, fa-ghasysyaahaa) yang berarti "lalu Dia menyelimutinya" di 53:54. Ayat 53:57 memakai bentuk yang sama untuk sesuatu yang disebut sedang mendekat. Kebinasaan yang telah lewat dan hari yang mendekat dinyatakan dengan bentuk kata kerja yang sama, sehingga deretan 53:50-57 terbaca sebagai satu rangkaian yang kata kerjanya bersambung. Teks tidak menyatakan jarak itu dengan angka atau tanggal, dan ayat ini tidak menjelaskan kapan.
Ayat ini juga menjawab susunan yang dibuka oleh 53:55. Ayat itu bertanya nikmat Tuhan yang manakah yang diragukan, lalu 53:56-58 menyusul dengan pemberi peringatan, hari yang mendekat, dan batas pertolongan. Ayat 53:58 menyebut hari itu dengan kata ganti perempuan yang kembali ke (الْآزِفَةُ, l-aazifatu), sehingga dua ayat itu terikat oleh satu pelaku. Teks tidak menceritakan bagaimana hari itu tiba, dan hanya menyatakan bahwa hari itu telah mendekat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut kedekatan tanpa menyebut jam. Orang yang menunda sering bersandar pada ketiadaan tanggal, yaitu selama tidak ada hari yang ditunjuk, orang itu merasa belum ada yang perlu dilakukan. Kata kerja lampau "telah mendekat" dapat dibaca sebagai pernyataan bahwa kedekatan sudah terjadi, dan pembacaan itu menutup sandaran tadi. Ayat 7:187 menambahkan bahwa pengetahuan tentang waktunya ada pada Allah. Apa yang tersisa bagi seseorang yang tidak tahu tanggalnya, selain memperlakukan setiap hari sebagai hari yang mungkin?
- Kata kerja dan pelakunya seakar, sehingga orang yang membaca dua kata ini pelan mendengar pengulangan yang menekan. Pengulangan akar mengikat pelaku pada geraknya sendiri, dan pendengar sulit menganggap kedekatan itu sebagai kemungkinan yang belum ditetapkan. Susunan kata ini dapat dibaca sebagai penegasan kepastian yang tidak disertai keterangan tambahan. Orang yang biasa menunggu penjelasan tambahan sebelum bergerak mendapati bahwa kalimat ini sudah selesai dan tidak menyediakan ruang tawar.
- Ayat-ayat sebelumnya memakai bentuk lampau untuk Ad, Tsamud, dan negeri yang dijungkirbalikkan. Ketika bentuk yang sama dipakai untuk hari yang mendekat, pembaca yang terbiasa menaruh kebinasaan di masa lalu dan hari itu di masa depan mendapati keduanya duduk dalam kalimat yang sama bentuknya. Kabar tentang kaum yang dibinasakan sampai kepadanya sebagai pola, dan pembaca dapat menimbang apakah ada ayat yang menempatkan dirinya di luar pola itu.
- Ayat 40:18 menggambarkan hari itu dengan hati yang berada di kerongkongan sambil menahan. Pembaca yang mencocokkan kedua ayat memperoleh gambaran tubuh bagi sebutan yang di 53:57 hanya dua kata. Orang yang pernah menunggu hasil pemeriksaan atau keputusan penting tahu bagaimana dada menyempit ketika kabar belum datang. Gambaran di 40:18 menunjukkan bahwa Allah memberi tahu bagaimana keadaan itu terasa, dan pembaca dapat bertanya pada dirinya apa yang akan dipegangnya saat hatinya berada di sana.
- Ayat ini hanya dua kata, dan tidak ada satu pun kata yang menerangkan siapa atau kapan. Pesan terpenting sering datang sependek itu. Orang yang pernah mendengar teriakan "api" di tengah ruangan tahu bahwa satu kata sudah cukup untuk membuat semua kepala menoleh. Uraian panjang dibutuhkan untuk perkara yang masih bisa ditawar, sedangkan kabar yang sudah dekat tidak menunggu penjelasan. Ayat sesudahnya, 53:58, langsung menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan hari itu selain Allah, tanpa uraian panjang di antara keduanya. Jika dua kata ini dibaca pelan, jeda sesudahnya terasa lebih berat daripada kata-katanya, karena pembaca dibiarkan menyusun sendiri apa yang akan dilakukannya dengan kabar sependek itu.
- Kata kerja "telah mendekat" menempatkan gerak pada hari itu dan tidak pada pendengar. Penumpang di peron tidak perlu melangkah agar jarak ke kereta yang masuk stasiun mengecil, dan jaraknya tetap mengecil sekalipun penumpang itu sedang menunduk membaca layar ponsel. Kedekatan yang dikabarkan ayat ini berjalan dengan cara serupa, tanpa meminta persetujuan orang yang dituju dan tanpa menunggu mereka siap. Orang yang merasa urusannya masih jauh karena belum bergerak ke arah mana pun bisa memeriksa ulang anggapan itu, sebab ukuran jaraknya dipegang oleh yang datang.
Ayat 53:58
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ
tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِlaysa lahaa min duuni llaahitidak ada baginya selain Allah
- كَاشِفَةٌkaasyifatunyang dapat menghilangkannya
Terjemahan per kata (6 kata)
- لَيْسَlaysabukanlah
- لَهَاlahaabaginya
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- كَاشِفَةٌkaasyifatunyang menghilangkan
Inti bacaan
Mendaftar tiga rekan yang biasa dimintai bantuan, lalu menandai perkara mana yang mustahil mereka tangani.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ, laysa lahaa min duuni llaahi kaasyifatun) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah". Uraian berikut menunjukkan dari pemakaian akar ك-ش-ف di seluruh korpus mengapa dipilih "menghilangkan", dan mengapa "mengungkapkan" tidak dipilih.
Kata (كَاشِفَةٌ, kaasyifatun) adalah partisip aktif perempuan tunggal dari akar ك-ش-ف, tanpa kata sandang. Akar ini dipakai di 20 ayat, dan bentuk partisipnya ada lima. Bentuk (كَاشِفَ, kaasyifa) ada di 6:17 dan 10:107, bentuk (كَاشِفُو, kaasyifuu) ada di 44:15, bentuk (كَاشِفَاتُ, kaasyifaatu) ada di 39:38, dan bentuk (كَاشِفَةٌ, kaasyifatun) ada di 53:58. Empat dari lima bentuk itu berobjek bahaya, yaitu kemudaratan di 6:17, 10:107, dan 39:38, dan azab di 44:15. Dua di antaranya menyusun kalimat yang hampir sama dengan ayat ini, (فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ, fa-laa kaasyifa lahu illaa huwa) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia" (6:17, 10:107), dan rangkaian persis itu hanya ada di dua ayat tersebut.
Kata kerja dan kata benda dari akar yang sama berobjek serupa. Objeknya kemudaratan di 10:12, 16:54, 17:56, 21:84, dan 23:75, azab di 7:134, 7:135, 10:98, 43:50, dan 44:12, dan keburukan di 27:62. Terjemahan proyek ini untuk kasyf yang berobjek bahaya paling sering "menghilangkan", misalnya di 6:17, 10:107, 16:54, 27:62, dan 39:38. Ayat 39:38 bahkan memasangkan kata ini dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi): (مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, maa tad'uuna min duuni llaahi) yang berarti "apa yang kalian seru selain Allah" disusul pertanyaan (هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ, hal hunna kaasyifaatu dhurrihi) yang berarti "apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu". Susunan yang sama, penghilang dan selain Allah dalam satu kalimat, muncul di 53:58.
Akar ini punya pemakaian lain yang mendukung pembacaan "menyingkap". Di tiga ayat objeknya penutup atau bagian tubuh, dan kata kerjanya diikuti (عَنْ, 'an) yang berarti "dari": (فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ, fa-kasyafnaa 'anka ghithaa'aka) yang berarti "maka Kami singkapkan penutup matamu" di 50:22, (وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا, wa-kasyafat 'an saaqayhaa) di 27:44, dan (يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ, yawma yuksyafu 'an saaqin) di 68:42. Dua dari tiganya menyangkut hari akhir, sehingga pembacaan "menyingkap" punya pijakan. Namun ayat ini mengikuti pola 6:17 dan 10:107, yaitu penegasian dengan (لَهَا, lahaa) yang berarti "baginya" dan sebuah partisip. Pola tiga ayat tadi berbeda, karena objeknya penutup dan kata kerjanya diikuti (عَنْ, 'an), sedangkan partisip akar ini di keempat tempat lain menyingkirkan bahaya.
Pembacaan "mengungkapkan" dapat dihubungkan dengan pengetahuan tentang waktu hari itu. Dalam tiga ayat yang menyatakan pengetahuan tentang hari itu ada pada Allah, yaitu 7:187, 31:34, dan 33:63, akar ك-ش-ف tidak dipakai. Ayat 7:187 memakai (لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ, laa yujalliihaa liwaqtihaa illaa huwa) yang berarti "tidak ada yang dapat menjelaskan waktu terjadinya kecuali Dia", dengan akar ج-ل-و. Karena itu "mengungkapkan" tidak punya dukungan korpus untuk akar ك-ش-ف.
Rangkaian (لَيْسَ لَهَا, laysa lahaa) hanya ada di dua ayat, 6:70 dan 53:58. Di 6:70, (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ, laysa lahaa min duuni llaahi waliyyun wa-laa syafii'un) yang berarti "tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah", kata ganti (لَهَا, lahaa) kembali ke seorang jiwa. Kalimat itu sama persis dengan ayat ini sampai kata (اللَّهِ, llaahi), lalu dilanjutkan dengan pelindung dan pemberi syafaat, sedangkan di 53:58 dilanjutkan dengan penghilang. Kata (دُونِ, duuni) diterjemahkan "selain" di kedua ayat itu.
Tafsiran
Ayat ini menuntaskan tiga ayat yang berurutan. Ayat 53:56 menyebut pemberi peringatan, ayat 53:57 menyebut hari yang mendekat, dan ayat 53:58 menyebut batas pertolongan. Urutan ini punya paralel di tiga tempat. Di 6:51 perintah memberi peringatan disusul oleh pernyataan bahwa tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat selain Dia. Di 6:70 perintah mengingatkan disusul oleh pernyataan yang sama untuk jiwa yang diserahkan pada azab. Di 40:18 perintah memberi peringatan akan hari yang mendekat disusul oleh pernyataan bahwa tidak ada teman akrab dan pemberi syafaat yang ditaati bagi orang-orang zalim. Ayat 53:58 mengikuti urutan yang sama dan menamai hal yang tidak ada dengan sebutan yang lain, yaitu penghilang.
Kalimat ini membatasi dirinya sendiri dengan menutup pintu bagi semua pihak selain Allah, tanpa mengatakan apa yang akan dilakukan-Nya. Teks tidak menyatakan bahwa Allah akan menghilangkan hari itu, dan tidak menyatakan bahwa Dia tidak akan melakukannya. Yang tertulis adalah bahwa tidak ada pelaku lain.
Letak ayat ini juga menentukan bacaannya. Ayat 53:59 bertanya apakah tuturan ini mengherankan, dan pertanyaan itu muncul sesudah tiga ayat tentang peringatan, hari yang mendekat, dan ketiadaan penghilang selain Allah. Rangkaian itu memberi isi pada keheranan yang ditegur, tetapi 53:59 sendiri tidak menyebut isinya, sehingga hubungan antara keheranan dan tiga ayat itu dibaca dari letaknya.
Renungan dan Hikmah
- Orang yang sedang terdesak biasanya menghitung siapa yang dapat dihubungi, entah orang berpengaruh, ahli, atau pihak yang memiliki sarana. Ayat 17:56 menyuruh menyeru mereka yang disangka selain Dia, lalu menyatakan bahwa mereka tidak menguasai penghilangan kemudaratan. Ayat 53:58 membawa hitungan itu ke hari yang mendekat dan menyatakan bahwa tidak ada penghilangnya selain Allah. Daftar kontak yang panjang tidak punya baris untuk hari itu. Siapa yang akan dihubungi bila hari itu datang, dan sudahkah alamat itu dikenal sejak sekarang?
- Pengetahuan, jabatan, dan uang menolong dalam banyak urusan, mulai dari menyembuhkan sampai menunda. Ayat ini tidak menyangkal manfaat itu dan hanya menyatakan batasnya pada satu perkara. Orang yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan sarana yang dimilikinya akan bertemu perkara yang sarananya tidak sampai. Allah menamai perkara itu sebelum perkara itu tiba, dan menunjukkan di mana sarana itu berhenti tanpa menyuruh seseorang membuang apa yang dimilikinya.
- Kalimat yang menutup semua pintu selain satu juga menunjuk pintu yang tersisa. Ayat ini tidak mengatakan apa yang ada di balik pintu itu, dan pembaca tidak diberi janji yang tidak tertulis. Orang yang ingin tahu apa yang akan dilakukan Allah pada hari itu harus mencarinya di tempat lain dalam Al-Qur'an. Dari ayat ini pembaca memperoleh kepastian tentang ke mana wajah harus dihadapkan ketika semua alamat lain sudah dicoret.
- Ketiadaan penghilang selain Allah berarti juga ketiadaan wakil. Seseorang tidak dapat mengirim orang lain untuk menyelesaikan urusan yang akan dihadapinya sendiri. Hari yang digambarkan di 40:18 ditandai tidak adanya teman akrab dan pemberi syafaat yang ditaati bagi orang-orang zalim, dan ayat 53:58 menyempurnakan gambaran itu dari sisi penghilang. Kesendirian itu dapat dilatih sekarang dengan bertanya apa yang masih dimiliki seseorang bila semua yang biasa mewakilinya tidak hadir.
- Kalimat ini menutup satu kemungkinan, dan penutupan itu juga membawa kelegaan. Orang yang terbiasa menjadi tempat bertanya di rumah, di kantor, atau di kampung sering memikul perasaan bahwa semua perkara akhirnya harus selesai di tangannya. Ayat ini meletakkan satu perkara di luar jangkauan siapa pun selain Allah, sehingga beban memikul perkara itu sendirian ikut hilang. Batas yang dinyatakan terang memberi ukuran pada tanggung jawab: yang bisa dikerjakan tetap dikerjakan, dan yang memang tak terjangkau tidak lagi dihitung sebagai kegagalan pribadi.
- Pernyataan ini terbaca sebelum hari yang dimaksud tiba, ketika pembaca masih punya waktu memilih tempat bersandar. Orang memasang atap sebelum musim hujan dan tidak menunggu rumahnya basah. Ayat yang menyebut batas pertolongan selagi hari itu masih mendekat memberi kesempatan serupa kepada pembacanya untuk menimbang tempat bersandar yang sudah ia pegang selama ini. Membaca ayat ini dalam keadaan lapang memberi waktu untuk menimbang, yang tidak tersedia bagi orang yang baru membacanya di tengah kesulitan.