هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ

Ini adalah seorang pemberi peringatan dari para pemberi peringatan yang terdahulu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. هَٰذَا نَذِيرٌhaadzaa nadziirunini adalah seorang pemberi peringatan
  2. مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰmina n-nudzuri l-uulaadari para pemberi peringatan yang terdahulu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. هَٰذَاhaadzaaini
  2. نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
  3. مِنَminadari
  4. النُّذُرِn-nudzuripara pemberi peringatan
  5. الْأُولَىٰl-uulaayang terdahulu

Inti bacaan

Memilih satu nasihat yang sudah lama didengar dari banyak orang, lalu memberinya tanggal pelaksanaan minggu ini.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ, haadzaa nadziirun mina n-nudzuri l-uulaa) yang berarti "ini adalah seorang pemberi peringatan dari para pemberi peringatan yang terdahulu". Rangkaian (هَٰذَا نَذِيرٌ, haadzaa nadziirun) hanya terjadi di ayat ini. Uraian di bawah memeriksa kata tunjuknya, bentuk tunggalnya, bentuk jamaknya, dan sifat yang menyertai bentuk jamak itu.

Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) berakar ن-ذ-ر dan tertulis tunggal tanpa kata sandang, sehingga terjemahannya "seorang pemberi peringatan". Bentuk tunggal ini menunjuk orang yang datang. Di 67:9 para penghuni neraka menjawab (قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ, qad jaa'anaa nadziirun) yang berarti "sungguh telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan". Di 35:24 tertulis (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, wa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirun) yang berarti "dan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan". Kedua ayat itu memperlakukan kata ini sebagai pelaku yang datang dan berlalu, sehingga ayat 53:56 diterjemahkan dengan "seorang" dan bukan "suatu".

Kata (النُّذُرِ, n-nudzuri) adalah bentuk jamaknya, dan bentuk jamak ini jarang. Rangkaian yang persis sama, dengan kata sandang dan harakat akhir yang sama, ditemukan di 53:56, 54:23, 54:33, dan 54:36. Di 54:23, (كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ, kadzdzabat tsamuudu bi-n-nudzuri), dan di 54:36, (فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ, fa-tamaarau bi-n-nudzuri), kata itu diterjemahkan "peringatan-peringatan" karena yang didustakan dan dibantah adalah peringatan itu. Di 46:21, (وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ, wa-qad khalati n-nudzuru) yang berarti "sungguh telah berlalu para pemberi peringatan", bentuk jamak yang sama diterjemahkan "para pemberi peringatan" karena kalimatnya menyebut mereka berlalu "sebelum dan setelahnya". Di ayat ini pilihan jatuh ke orang. Kata sebelumnya tunggal dan menunjuk orang, dan kata (مِنَ, mina) memasukkan yang tunggal itu ke dalam golongan jamak. Pembacaan "suatu peringatan di antara peringatan-peringatan terdahulu" tidak ditolak oleh bentuk kata itu sendiri, tetapi rangkaian "seorang ... dari para ..." mengikuti pola 35:24 dan 46:21.

Kata (مِنَ, mina) yang berarti "dari" dipakai di sini untuk menyatakan keanggotaan dalam suatu golongan. Pola yang sama terlihat di 46:9, (مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ, maa kuntu bid'an mina r-rusuli) yang berarti "aku bukanlah rasul yang pertama di antara para rasul", ketika pembicara menyatakan dirinya sebagai salah satu dari sebuah deretan.

Sifat (الْأُولَىٰ, l-uulaa) berakar أ-و-ل dan berarti "yang terdahulu". Surah ini memakainya tiga kali dengan tiga sasaran berbeda. Di 53:50, (عَادًا الْأُولَىٰ, 'aadan l-uulaa) yang berarti "Ad yang terdahulu", sifat itu menempel pada sebuah kaum. Di 53:56 sifat itu menempel pada para pemberi peringatan. Di 53:25, (فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ, fa-lillaahi l-aakhiratu wa-l-uulaa) yang berarti "maka, milik Allahlah akhirat dan dunia", sifat itu berpasangan dengan akhirat dan terjemahannya "dunia". Di 87:18, (لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ, lafii sh-shuhufi l-uulaa) yang berarti "benar-benar ada dalam lembaran-lembaran yang terdahulu", sifat yang sama menempel pada lembaran. Terjemahan "yang terdahulu" dipertahankan di ayat ini karena sasarannya golongan yang telah ada sebelum pembicaraan ini.

Kata tunjuk (هَٰذَا, haadzaa) menunjuk sesuatu yang dekat, dan ayat ini tidak menyebut siapa atau apa yang ditunjuk. Di 87:18 kata tunjuk yang sama menunjuk isi, yaitu (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) "sesungguhnya ini". Di 53:56 kata tunjuk itu berdiri di depan kata "pemberi peringatan" dan mengikat pelaku. Terjemahan mempertahankan "ini" tanpa menyebutkan nama, karena nama tidak ada di Arabnya.

Tafsiran

Ayat ini meletakkan pemberi peringatan di dalam barisan. Kalimatnya dibuka dengan kata tunjuk dekat, menyebut satu orang, lalu menyebut golongan yang lebih dulu ada, sehingga yang hadir sekarang berdiri di ujung deretan yang panjang. Ayat 35:24 memperlihatkan panjangnya deretan itu, dan ayat 46:9 memperlihatkan sisi lain dari susunan yang sama ketika seseorang diperintahkan berkata bahwa dirinya tidak menjadi yang pertama di antara para rasul.

Letak ayat ini membuat susunan itu bermakna. Sejak 53:36-37 surah ini menyebut lembaran-lembaran Musa dan Ibrahim sebagai tempat butir-butir daftarnya. Daftar itu bergerak dari beban yang tidak berpindah (53:38), melewati kebinasaan Ad, Tsamud, kaum Nuh, dan negeri yang dijungkirbalikkan (53:50-54), dan ditutup dengan pertanyaan kepada satu orang di 53:55. Ayat 53:56 mengubah arah bicara dari daftar tentang yang telah lewat menjadi pernyataan tentang yang ada di depan pendengar. Lembaran Musa dan Ibrahim berada di surah yang sama, tetapi ayat ini tidak menyatakan bahwa merekalah para pemberi peringatan yang dimaksud, dan nama mana pun tidak disebut di sini.

Ayat ini juga tidak menyebut isi peringatannya. Isinya muncul pada dua ayat sesudahnya. Ayat 53:57 menyatakan bahwa yang mendekat telah mendekat, dan ayat 53:58 menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah. Urutan itu, pemberi peringatan lebih dulu lalu hari yang mendekat, juga terlihat di 40:18, ketika perintah memberi peringatan langsung disusul oleh sebutan hari itu. Dengan begitu 53:56 berfungsi sebagai pembuka bagi tiga ayat yang berurutan: pembawa peringatan, hal yang diperingatkan, dan batas pertolongan.

Renungan dan Hikmah

  • Orang yang diberi peringatan sering mencari sesuatu yang baru pada pemberinya, dan peringatan yang terasa lama mudah ditunda. Ayat ini menyebut pemberi peringatan itu sendiri sebagai bagian dari deretan yang lama, dan ayat 35:24 menyatakan bahwa setiap umat pernah dilewati seorang pemberi peringatan. Kebaruan karenanya tidak dijanjikan sebagai syarat bobot. Pembaca yang menunggu peringatan yang belum pernah didengar siapa pun sedang menunggu sesuatu yang tidak ditawarkan oleh Allah dalam ayat ini. Apa jawabannya bila ditanya mengapa masih menunggu?
  • Deretan pemberi peringatan di 35:24 menyempitkan satu dalih, yaitu bahwa tidak ada yang pernah memberi tahu. Di 67:8-9 para penghuni neraka ditanya apakah seorang pemberi peringatan pernah datang, dan jawaban mereka mengandung pengakuan bahwa pemberi peringatan itu telah datang lalu didustakan. Dalih mereka tidak berupa ketidaktahuan. Ayat 53:56 menaruh pemberi peringatan masa kini dalam kenyataan yang sama, sehingga pertanyaan yang tersisa pada hari perhitungan menyangkut apa yang dilakukan sesudah kabar itu sampai kepada seseorang.
  • Kata tunjuk dekat di awal ayat membuat peringatan terasa sedang berdiri di hadapan pendengar. Pembaca yang menelusuri nasib Ad dan Tsamud di ayat-ayat sebelumnya sebagai riwayat jauh mendapati kalimat yang tiba-tiba berpindah ke kata "ini". Perpindahan itu memendekkan jarak antara kisah dan orang yang membacanya, karena yang sedang berbicara berada di tempat yang sama dengan yang mendengar, dan Allah menutup jarak itu tanpa menyebut siapa pun dengan nama.
  • Seseorang diperintahkan berkata di 46:9, (وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ, wa-maa anaa illaa nadziirun mubiinun) yang berarti "dan aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang menjelaskan". Peran itu terbatas pada menyampaikan dan menjelaskan. Orang yang berharap pemberi peringatan akan menolongnya pada hari yang diperingatkan akan menemukan, dua ayat kemudian di 53:58, bahwa penghilang hari itu adalah pihak lain. Harapan yang tepat mengarah kepada Allah, dan pemberi peringatan hanya menunjuk ke arah itu.
  • Pembaca ayat ini berada di urutan sesudah umat-umat yang sudah didatangi pemberi peringatan sebelumnya. Kebinasaan Ad dan Tsamud yang baru dibacakan (53:50-51) menimpa kaum yang juga didatangi pemberi peringatan, dan 46:21 menyebut para pemberi peringatan telah berlalu sebelum dan sesudah saudara Ad. Urutan kedatangan tidak mengubah isi pemberitahuan. Orang yang merasa generasinya mendapat perkecualian dari pola ini akan sulit menunjuk ayat yang menjanjikannya.
  • Orang yang menyampaikan kabar tidak enak jarang disambut hangat. Di kantor, petugas yang melaporkan retakan pada bendungan atau lubang pada anggaran sering dianggap pesimis dan pengganggu suasana. Ayat ini menaruh pemberi peringatan dalam barisan yang panjang, sehingga ketidaksukaan orang pada pembawa kabar buruk terlihat sebagai kejadian lama yang berulang. Ujian sesungguhnya mungkin ada pada pendengar, yaitu apakah kabar itu ditimbang menurut isinya atau menurut perasaan terhadap yang membawanya. Pertanyaan itu bisa diajukan lebih dulu sebelum kesal pada orang yang berani mengatakan hal yang tidak enak didengar.