أَزِفَتِ الْآزِفَةُ

Yang mendekat telah mendekat;

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَزِفَتِ الْآزِفَةُazifati l-aazifatuyang mendekat telah mendekat

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. أَزِفَتِazifatitelah mendekat
  2. الْآزِفَةُl-aazifatuyang mendekat

Inti bacaan

Menuliskan satu urusan yang selama ini ditunda karena tidak ada tenggat, lalu memberinya tanggal selesai.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (أَزِفَتِ الْآزِفَةُ, azifati l-aazifatu) yang berarti "yang mendekat telah mendekat". Uraian di bawah menjelaskan mengapa kata kerjanya diterjemahkan "telah mendekat" tanpa kata "semakin", dan memeriksa dua kata yang menyusun ayat.

Kata (أَزِفَتِ, azifati) berakar أ-ز-ف dan ditandai korpus sebagai kata kerja lampau dengan pelaku perempuan tunggal. Penandaan itu mengarahkan terjemahan ke "telah mendekat", sejajar dengan 54:1, (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ, iqtarabati s-saa'atu) yang berarti "Saat itu telah mendekat", yang juga berupa kata kerja lampau meski berakar ق-ر-ب. Kata "semakin" menyiratkan proses bertahap, dan tidak ada kata Arab dalam ayat ini yang melahirkannya.

Kata (الْآزِفَةُ, l-aazifatu) berasal dari akar yang sama dan ditandai sebagai kata pelaku perempuan tunggal dengan kata sandang, sehingga artinya "yang mendekat". Kata kerja dan pelakunya seakar, dan terjemahan mengulang kata "mendekat" supaya ulangan akar itu terlihat di bahasa Indonesia. Akar أ-ز-ف hanya terjadi di dua ayat dalam seluruh korpus, yaitu di sini dan di 40:18, (وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ, wa-andzirhum yawma l-aazifati) yang berarti "dan berilah mereka peringatan akan hari yang mendekat". Bentuk kata kerjanya hanya ada di 53:57.

Pola kata kerja lampau yang disusul pelaku seakar juga terlihat di (وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ, waqa'ati l-waaqi'atu) pada 56:1 dan 69:15, dua ayat yang diterjemahkan "Peristiwa itu terjadi" dan "terjadilah Peristiwa itu". Rangkaian persis itu hanya ada di dua ayat tersebut. Ketiga tempat, 53:57, 56:1, dan 69:15, menyebut sesuatu dengan kata kerja yang akarnya sama dengan namanya, sehingga kata kerja itu mengulang nama pelakunya.

Kedekatan dinyatakan dengan dua akar berbeda di korpus. Akar أ-ز-ف dipakai di 40:18 dan 53:57. Akar ق-ر-ب dipakai sebagai kata kerja di 54:1 dan 21:1, (اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ, iqtaraba lin-naasi hisaabuhum) yang berarti "telah dekat kepada manusia perhitungan mereka", dan sebagai kata sifat di 42:17, (لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ, la'alla s-saa'ata qariibun) yang berarti "boleh jadi hari kiamat sudah dekat". Akar أ-ز-ف di ayat ini tidak diterjemahkan dengan kata sifat "dekat", karena kata itu dipakai juga untuk akar ق-ر-ب, dan kata kerja "mendekat" lebih setia kepada bentuk kata kerja yang ditandai korpus.

Ayat ini sendiri tidak menulis kata "hari" ataupun kata "Saat". Hari yang disebut di 40:18 dikenali sebagai acuannya dari kesamaan akar dan dari ayat sesudahnya, yang memakai kata ganti perempuan tunggal (لَهَا, lahaa) untuk kembali ke sebutan ini. Karena itu terjemahan hanya menulis "yang mendekat" dengan huruf besar di awal kalimat, tanpa memberinya nama diri.

Tafsiran

Ayat ini memuat hal yang diperingatkan oleh pemberi peringatan di 53:56. Pemberi peringatan disebut lebih dulu, lalu dua kata ayat ini langsung menyebut hal yang diperingatkan. Urutan yang sama terlihat di 40:18, ketika perintah memberi peringatan disusul oleh sebutan hari yang mendekat.

Bentuk kata kerja ayat ini patut dibaca bersama ayat-ayat sebelumnya. Dari 53:50 sampai 53:54 kata kerja lampau dipakai untuk peristiwa yang sudah selesai, yaitu (أَهْلَكَ, ahlaka) yang berarti "membinasakan" di 53:50, (فَمَا أَبْقَىٰ, fa-maa abqaa) yang berarti "maka Dia tidak menyisakan" di 53:51, (أَهْوَىٰ, ahwaa) yang berarti "Dia jatuhkan" di 53:53, dan (فَغَشَّاهَا, fa-ghasysyaahaa) yang berarti "lalu Dia menyelimutinya" di 53:54. Ayat 53:57 memakai bentuk yang sama untuk sesuatu yang disebut sedang mendekat. Kebinasaan yang telah lewat dan hari yang mendekat dinyatakan dengan bentuk kata kerja yang sama, sehingga deretan 53:50-57 terbaca sebagai satu rangkaian yang kata kerjanya bersambung. Teks tidak menyatakan jarak itu dengan angka atau tanggal, dan ayat ini tidak menjelaskan kapan.

Ayat ini juga menjawab susunan yang dibuka oleh 53:55. Ayat itu bertanya nikmat Tuhan yang manakah yang diragukan, lalu 53:56-58 menyusul dengan pemberi peringatan, hari yang mendekat, dan batas pertolongan. Ayat 53:58 menyebut hari itu dengan kata ganti perempuan yang kembali ke (الْآزِفَةُ, l-aazifatu), sehingga dua ayat itu terikat oleh satu pelaku. Teks tidak menceritakan bagaimana hari itu tiba, dan hanya menyatakan bahwa hari itu telah mendekat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut kedekatan tanpa menyebut jam. Orang yang menunda sering bersandar pada ketiadaan tanggal, yaitu selama tidak ada hari yang ditunjuk, orang itu merasa belum ada yang perlu dilakukan. Kata kerja lampau "telah mendekat" dapat dibaca sebagai pernyataan bahwa kedekatan sudah terjadi, dan pembacaan itu menutup sandaran tadi. Ayat 7:187 menambahkan bahwa pengetahuan tentang waktunya ada pada Allah. Apa yang tersisa bagi seseorang yang tidak tahu tanggalnya, selain memperlakukan setiap hari sebagai hari yang mungkin?
  • Kata kerja dan pelakunya seakar, sehingga orang yang membaca dua kata ini pelan mendengar pengulangan yang menekan. Pengulangan akar mengikat pelaku pada geraknya sendiri, dan pendengar sulit menganggap kedekatan itu sebagai kemungkinan yang belum ditetapkan. Susunan kata ini dapat dibaca sebagai penegasan kepastian yang tidak disertai keterangan tambahan. Orang yang biasa menunggu penjelasan tambahan sebelum bergerak mendapati bahwa kalimat ini sudah selesai dan tidak menyediakan ruang tawar.
  • Ayat-ayat sebelumnya memakai bentuk lampau untuk Ad, Tsamud, dan negeri yang dijungkirbalikkan. Ketika bentuk yang sama dipakai untuk hari yang mendekat, pembaca yang terbiasa menaruh kebinasaan di masa lalu dan hari itu di masa depan mendapati keduanya duduk dalam kalimat yang sama bentuknya. Kabar tentang kaum yang dibinasakan sampai kepadanya sebagai pola, dan pembaca dapat menimbang apakah ada ayat yang menempatkan dirinya di luar pola itu.
  • Ayat 40:18 menggambarkan hari itu dengan hati yang berada di kerongkongan sambil menahan. Pembaca yang mencocokkan kedua ayat memperoleh gambaran tubuh bagi sebutan yang di 53:57 hanya dua kata. Orang yang pernah menunggu hasil pemeriksaan atau keputusan penting tahu bagaimana dada menyempit ketika kabar belum datang. Gambaran di 40:18 menunjukkan bahwa Allah memberi tahu bagaimana keadaan itu terasa, dan pembaca dapat bertanya pada dirinya apa yang akan dipegangnya saat hatinya berada di sana.
  • Ayat ini hanya dua kata, dan tidak ada satu pun kata yang menerangkan siapa atau kapan. Pesan terpenting sering datang sependek itu. Orang yang pernah mendengar teriakan "api" di tengah ruangan tahu bahwa satu kata sudah cukup untuk membuat semua kepala menoleh. Uraian panjang dibutuhkan untuk perkara yang masih bisa ditawar, sedangkan kabar yang sudah dekat tidak menunggu penjelasan. Ayat sesudahnya, 53:58, langsung menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan hari itu selain Allah, tanpa uraian panjang di antara keduanya. Jika dua kata ini dibaca pelan, jeda sesudahnya terasa lebih berat daripada kata-katanya, karena pembaca dibiarkan menyusun sendiri apa yang akan dilakukannya dengan kabar sependek itu.
  • Kata kerja "telah mendekat" menempatkan gerak pada hari itu dan tidak pada pendengar. Penumpang di peron tidak perlu melangkah agar jarak ke kereta yang masuk stasiun mengecil, dan jaraknya tetap mengecil sekalipun penumpang itu sedang menunduk membaca layar ponsel. Kedekatan yang dikabarkan ayat ini berjalan dengan cara serupa, tanpa meminta persetujuan orang yang dituju dan tanpa menunggu mereka siap. Orang yang merasa urusannya masih jauh karena belum bergerak ke arah mana pun bisa memeriksa ulang anggapan itu, sebab ukuran jaraknya dipegang oleh yang datang.