لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ

tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِlaysa lahaa min duuni llaahitidak ada baginya selain Allah
  2. كَاشِفَةٌkaasyifatunyang dapat menghilangkannya

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لَيْسَlaysabukanlah
  2. لَهَاlahaabaginya
  3. مِنْmindari
  4. دُونِduuniselain
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. كَاشِفَةٌkaasyifatunyang menghilangkan

Inti bacaan

Mendaftar tiga rekan yang biasa dimintai bantuan, lalu menandai perkara mana yang mustahil mereka tangani.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ, laysa lahaa min duuni llaahi kaasyifatun) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Allah". Uraian berikut menunjukkan dari pemakaian akar ك-ش-ف di seluruh korpus mengapa dipilih "menghilangkan", dan mengapa "mengungkapkan" tidak dipilih.

Kata (كَاشِفَةٌ, kaasyifatun) adalah partisip aktif perempuan tunggal dari akar ك-ش-ف, tanpa kata sandang. Akar ini dipakai di 20 ayat, dan bentuk partisipnya ada lima. Bentuk (كَاشِفَ, kaasyifa) ada di 6:17 dan 10:107, bentuk (كَاشِفُو, kaasyifuu) ada di 44:15, bentuk (كَاشِفَاتُ, kaasyifaatu) ada di 39:38, dan bentuk (كَاشِفَةٌ, kaasyifatun) ada di 53:58. Empat dari lima bentuk itu berobjek bahaya, yaitu kemudaratan di 6:17, 10:107, dan 39:38, dan azab di 44:15. Dua di antaranya menyusun kalimat yang hampir sama dengan ayat ini, (فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ, fa-laa kaasyifa lahu illaa huwa) yang berarti "tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia" (6:17, 10:107), dan rangkaian persis itu hanya ada di dua ayat tersebut.

Kata kerja dan kata benda dari akar yang sama berobjek serupa. Objeknya kemudaratan di 10:12, 16:54, 17:56, 21:84, dan 23:75, azab di 7:134, 7:135, 10:98, 43:50, dan 44:12, dan keburukan di 27:62. Terjemahan proyek ini untuk kasyf yang berobjek bahaya paling sering "menghilangkan", misalnya di 6:17, 10:107, 16:54, 27:62, dan 39:38. Ayat 39:38 bahkan memasangkan kata ini dengan (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi): (مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, maa tad'uuna min duuni llaahi) yang berarti "apa yang kalian seru selain Allah" disusul pertanyaan (هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ, hal hunna kaasyifaatu dhurrihi) yang berarti "apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu". Susunan yang sama, penghilang dan selain Allah dalam satu kalimat, muncul di 53:58.

Akar ini punya pemakaian lain yang mendukung pembacaan "menyingkap". Di tiga ayat objeknya penutup atau bagian tubuh, dan kata kerjanya diikuti (عَنْ, 'an) yang berarti "dari": (فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ, fa-kasyafnaa 'anka ghithaa'aka) yang berarti "maka Kami singkapkan penutup matamu" di 50:22, (وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا, wa-kasyafat 'an saaqayhaa) di 27:44, dan (يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ, yawma yuksyafu 'an saaqin) di 68:42. Dua dari tiganya menyangkut hari akhir, sehingga pembacaan "menyingkap" punya pijakan. Namun ayat ini mengikuti pola 6:17 dan 10:107, yaitu penegasian dengan (لَهَا, lahaa) yang berarti "baginya" dan sebuah partisip. Pola tiga ayat tadi berbeda, karena objeknya penutup dan kata kerjanya diikuti (عَنْ, 'an), sedangkan partisip akar ini di keempat tempat lain menyingkirkan bahaya.

Pembacaan "mengungkapkan" dapat dihubungkan dengan pengetahuan tentang waktu hari itu. Dalam tiga ayat yang menyatakan pengetahuan tentang hari itu ada pada Allah, yaitu 7:187, 31:34, dan 33:63, akar ك-ش-ف tidak dipakai. Ayat 7:187 memakai (لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ, laa yujalliihaa liwaqtihaa illaa huwa) yang berarti "tidak ada yang dapat menjelaskan waktu terjadinya kecuali Dia", dengan akar ج-ل-و. Karena itu "mengungkapkan" tidak punya dukungan korpus untuk akar ك-ش-ف.

Rangkaian (لَيْسَ لَهَا, laysa lahaa) hanya ada di dua ayat, 6:70 dan 53:58. Di 6:70, (لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ, laysa lahaa min duuni llaahi waliyyun wa-laa syafii'un) yang berarti "tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat selain Allah", kata ganti (لَهَا, lahaa) kembali ke seorang jiwa. Kalimat itu sama persis dengan ayat ini sampai kata (اللَّهِ, llaahi), lalu dilanjutkan dengan pelindung dan pemberi syafaat, sedangkan di 53:58 dilanjutkan dengan penghilang. Kata (دُونِ, duuni) diterjemahkan "selain" di kedua ayat itu.

Tafsiran

Ayat ini menuntaskan tiga ayat yang berurutan. Ayat 53:56 menyebut pemberi peringatan, ayat 53:57 menyebut hari yang mendekat, dan ayat 53:58 menyebut batas pertolongan. Urutan ini punya paralel di tiga tempat. Di 6:51 perintah memberi peringatan disusul oleh pernyataan bahwa tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat selain Dia. Di 6:70 perintah mengingatkan disusul oleh pernyataan yang sama untuk jiwa yang diserahkan pada azab. Di 40:18 perintah memberi peringatan akan hari yang mendekat disusul oleh pernyataan bahwa tidak ada teman akrab dan pemberi syafaat yang ditaati bagi orang-orang zalim. Ayat 53:58 mengikuti urutan yang sama dan menamai hal yang tidak ada dengan sebutan yang lain, yaitu penghilang.

Kalimat ini membatasi dirinya sendiri dengan menutup pintu bagi semua pihak selain Allah, tanpa mengatakan apa yang akan dilakukan-Nya. Teks tidak menyatakan bahwa Allah akan menghilangkan hari itu, dan tidak menyatakan bahwa Dia tidak akan melakukannya. Yang tertulis adalah bahwa tidak ada pelaku lain.

Letak ayat ini juga menentukan bacaannya. Ayat 53:59 bertanya apakah tuturan ini mengherankan, dan pertanyaan itu muncul sesudah tiga ayat tentang peringatan, hari yang mendekat, dan ketiadaan penghilang selain Allah. Rangkaian itu memberi isi pada keheranan yang ditegur, tetapi 53:59 sendiri tidak menyebut isinya, sehingga hubungan antara keheranan dan tiga ayat itu dibaca dari letaknya.

Renungan dan Hikmah

  • Orang yang sedang terdesak biasanya menghitung siapa yang dapat dihubungi, entah orang berpengaruh, ahli, atau pihak yang memiliki sarana. Ayat 17:56 menyuruh menyeru mereka yang disangka selain Dia, lalu menyatakan bahwa mereka tidak menguasai penghilangan kemudaratan. Ayat 53:58 membawa hitungan itu ke hari yang mendekat dan menyatakan bahwa tidak ada penghilangnya selain Allah. Daftar kontak yang panjang tidak punya baris untuk hari itu. Siapa yang akan dihubungi bila hari itu datang, dan sudahkah alamat itu dikenal sejak sekarang?
  • Pengetahuan, jabatan, dan uang menolong dalam banyak urusan, mulai dari menyembuhkan sampai menunda. Ayat ini tidak menyangkal manfaat itu dan hanya menyatakan batasnya pada satu perkara. Orang yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan sarana yang dimilikinya akan bertemu perkara yang sarananya tidak sampai. Allah menamai perkara itu sebelum perkara itu tiba, dan menunjukkan di mana sarana itu berhenti tanpa menyuruh seseorang membuang apa yang dimilikinya.
  • Kalimat yang menutup semua pintu selain satu juga menunjuk pintu yang tersisa. Ayat ini tidak mengatakan apa yang ada di balik pintu itu, dan pembaca tidak diberi janji yang tidak tertulis. Orang yang ingin tahu apa yang akan dilakukan Allah pada hari itu harus mencarinya di tempat lain dalam Al-Qur'an. Dari ayat ini pembaca memperoleh kepastian tentang ke mana wajah harus dihadapkan ketika semua alamat lain sudah dicoret.
  • Ketiadaan penghilang selain Allah berarti juga ketiadaan wakil. Seseorang tidak dapat mengirim orang lain untuk menyelesaikan urusan yang akan dihadapinya sendiri. Hari yang digambarkan di 40:18 ditandai tidak adanya teman akrab dan pemberi syafaat yang ditaati bagi orang-orang zalim, dan ayat 53:58 menyempurnakan gambaran itu dari sisi penghilang. Kesendirian itu dapat dilatih sekarang dengan bertanya apa yang masih dimiliki seseorang bila semua yang biasa mewakilinya tidak hadir.
  • Kalimat ini menutup satu kemungkinan, dan penutupan itu juga membawa kelegaan. Orang yang terbiasa menjadi tempat bertanya di rumah, di kantor, atau di kampung sering memikul perasaan bahwa semua perkara akhirnya harus selesai di tangannya. Ayat ini meletakkan satu perkara di luar jangkauan siapa pun selain Allah, sehingga beban memikul perkara itu sendirian ikut hilang. Batas yang dinyatakan terang memberi ukuran pada tanggung jawab: yang bisa dikerjakan tetap dikerjakan, dan yang memang tak terjangkau tidak lagi dihitung sebagai kegagalan pribadi.
  • Pernyataan ini terbaca sebelum hari yang dimaksud tiba, ketika pembaca masih punya waktu memilih tempat bersandar. Orang memasang atap sebelum musim hujan dan tidak menunggu rumahnya basah. Ayat yang menyebut batas pertolongan selagi hari itu masih mendekat memberi kesempatan serupa kepada pembacanya untuk menimbang tempat bersandar yang sudah ia pegang selama ini. Membaca ayat ini dalam keadaan lapang memberi waktu untuk menimbang, yang tidak tersedia bagi orang yang baru membacanya di tengah kesulitan.