وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ
dan kalian tertawa dan tidak menangis,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَwa-tadhakuuna wa-laa tabkuunadan kalian tertawa dan tidak menangis
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَتَضْحَكُونَwa-tadhakuunadan kalian tertawa
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَبْكُونَtabkuunakalian menangis
Inti bacaan
Mencatat satu kabar berat yang akhir-akhir ini disambut dengan lelucon, lalu menuliskan apa yang sebenarnya dirasakan di baliknya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ, wa-tadhakuuna wa-laa tabkuuna) yang berarti "dan kalian tertawa dan tidak menangis". Uraian di bawah memeriksa kata sambung di awalnya, dua kata kerjanya, dan urutan keduanya dibandingkan dengan ayat lain yang memuat kedua akar itu.
Kata sambung (وَ, wa) di awal ayat mengaitkannya dengan 53:59. Karena itu tertawa dan tidak menangis berada dalam rangkaian yang sama dengan keheranan, dan terjemahan mempertahankan kata "dan" di awal serta tanda koma di akhir karena rangkaian itu berlanjut ke ayat sesudahnya.
Kata (تَضْحَكُونَ, tadhakuuna) berakar ض-ح-ك dan ditandai sebagai kata kerja tidak lampau orang kedua jamak. Akar ini dipakai di sepuluh ayat, yaitu 9:82, 11:71, 23:110, 27:19, 43:47, 53:43, 53:60, 80:39, 83:29, dan 83:34. Kata kerja yang persis sama ini hanya ada di 23:110 dan 53:60. Di 23:110, (وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ, wa-kuntum minhum tadhakuuna) yang berarti "dan kalian menertawakan mereka", kata kerjanya disertai (مِنْ, min) dan sasaran yang ditertawakan. Pola itu berulang di tiga ayat lain, yaitu 43:47, (إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ, idzaa hum minhaa yadhakuuna) yang berarti "seketika itu, mereka menertawakannya", lalu 83:29, (مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ, mina lladziina aamanuu yadhakuuna) yang berarti "menertawakan orang-orang yang beriman", dan 83:34, (مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ, mina l-kuffaari yadhakuuna). Di 53:60 tidak ada (مِنْ, min) dan tidak ada sasaran, sehingga terjemahan memilih "tertawa" tanpa objek. Kata "menertawakan" tidak dipakai karena Arab ayat ini tidak memuat objeknya. Namun (مِنْ هَٰذَا الْحَدِيثِ, min haadzaa l-hadiitsi) di 53:59 berdiri persis di depan kedua kata kerja ini, dan teks tidak mengulangnya.
Kata (تَبْكُونَ, tabkuuna) berakar ب-ك-ي dan dipakai di tujuh ayat: 9:82, 12:16, 17:109, 19:58, 44:29, 53:43, dan 53:60. Rangkaian (وَلَا تَبْكُونَ, wa-laa tabkuuna) hanya ada di 53:60. Tangis dinegasikan hanya dua kali dalam seluruh korpus, yaitu di sini dan di 44:29, (فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ, fa-maa bakat 'alayhimu s-samaa'u wa-l-ardhu) yang berarti "maka, langit dan bumi tidak menangisi mereka". Di dua ayat lain tangis digandengkan dengan sujud ketika tuturan dibacakan. Di 17:109, (يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ, yakhirruuna lil-adzqaani yabkuuna) yang berarti "mereka menyungkurkan wajah seraya menangis", dan di 19:58, (خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا, kharruu sujjadan wa-bukiyyan) yang berarti "mereka tersungkur bersujud sambil menangis", tangis hadir sebagai tanggapan ketika ayat-ayat dibacakan kepada mereka.
Kedua akar bertemu di tiga ayat, dan urutannya sama di ketiganya, yakni tertawa lebih dulu lalu menangis. Di 9:82, (فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا, fal-yadhakuu qaliilan wal-yabkuu katsiiran) yang berarti "maka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak", keduanya perintah. Di 53:43, (أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ, adhaka wa-abkaa) yang berarti "membuat tertawa dan membuat menangis", subjeknya Allah dan bentuk kata kerjanya menyebabkan. Di 53:60 subjeknya orang-orang yang disapa, kata kerjanya bentuk dasar, dan kata kerja kedua dinegasikan.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi rangkaian tanggapan yang dibuka di 53:59. Ayat itu menyebut heran, dan ayat ini menyebut tertawa tanpa menangis. Ayat sesudahnya, 53:61, menyebut kelengahan, dan 53:62 memerintahkan sujud. Dengan begitu 53:59-62 terbaca sebagai satu urutan tanggapan yang berakhir pada perintah, dan 53:60 berada di tengahnya.
Ayat ini melaporkan satu perbuatan yang ada dan satu perbuatan yang tidak ada. Tertawa disebut sebagai sesuatu yang dilakukan, dan menangis disebut sebagai sesuatu yang tidak dilakukan, dengan kata sambung yang sama di depan keduanya. Teks tidak menyebut apa yang semestinya ditangisi. Isinya dapat dicari dari tiga ayat sebelum keheranan: pemberi peringatan (53:56), hari yang mendekat (53:57), dan ketiadaan penghilang selain Allah (53:58). Teks juga tidak memerintahkan menangis di ayat ini. Ayat ini menggambarkan, dan perintah muncul di ayat berikutnya dalam bentuk sujud.
Surah ini sudah menyebut kedua kemampuan itu di 53:43, ketika Allah dinyatakan sebagai yang membuat tertawa dan membuat menangis. Dengan 53:43 di belakang, 53:60 terbaca sebagai gambaran orang yang memiliki kedua kemampuan itu dan memakai yang satu saja. Ayat ini tidak menyatakan sebab pilihan itu, dan tidak menyatakan bahwa tertawa itu sendiri tercela. Ayat ini mencatat tertawa yang datang bersama ketiadaan tangis ketika tuturan tentang hari yang mendekat dibacakan.
Renungan dan Hikmah
- Tertawa sering menjadi cara paling cepat untuk menjaga jarak dari kabar yang tidak enak. Ayat ini menggambarkan tertawa yang datang sesudah heran dan tidak disusul tangis, sehingga orang yang pernah menertawakan pembicaraan serius karena canggung dapat bertanya apakah tawanya meredakan sesuatu atau menunda pertemuan dengan isinya. Allah tidak menyebut tertawa itu salah dalam dirinya, dan mencatat letaknya, yaitu tempat yang semestinya terisi lain.
- Surah ini menyebut di 53:43 bahwa Allah yang membuat tertawa dan membuat menangis, sehingga keduanya dititipkan, tidak diciptakan oleh manusia sendiri. Orang yang merasa tidak mampu menangis atas apa pun, setelah bertahun-tahun menahannya, mendapati bahwa kemampuan itu dinyatakan datang dari Allah dan dapat dibicarakan dengan-Nya. Kekeringan itu tidak dituduh sebagai kejahatan, dan ayat ini mencatatnya sebagai keadaan yang terlihat dari luar.
- Di 17:109 dan 19:58 tangis berjalan bersama sujud ketika ayat-ayat dibacakan. Pembaca yang mencocokkan keduanya dengan 53:60-62 melihat dua tanggapan yang saling menyusun: tangis dan sujud di sana, tawa dan lengah di sini. Perbedaan antara kedua kelompok itu terlihat dari tubuh sebelum terdengar dari kata-kata, dan Allah menggambarkannya lewat gerak yang dapat diamati siapa saja. Gerak mana yang paling dekat dengan kebiasaan pembaca setelah mendengar sesuatu yang berat?
- Di empat ayat lain kata kerja untuk tertawa disertai sasaran yang ditertawakan, yaitu orang-orang beriman (83:29), orang-orang kufar (83:34), tanda-tanda (43:47), dan mereka yang diejek (23:110). Ayat ini menyebut tertawa tanpa sasaran, dan pembaca bebas bertanya siapa atau apa yang selama ini ditertawakannya tanpa disadari. Pertanyaan itu tidak menuduh. Tawa yang tak bersasaran pun disebut di ayat ini, sehingga pembaca dapat menimbang bahwa tawa seperti itu tidak sepele.
- Tawa gampang menular di ruang yang ramai, sedangkan tangis biasanya datang ketika orang sendirian. Ayat ini menyapa kalian dalam bentuk jamak. Sapaan itu mengajak pembaca membayangkan tawa bersama, dan dalam gambaran itu tangis yang tidak ada berarti tidak ada yang memulainya. Dalam rombongan yang saling menertawakan hal yang sama, tidak ada satu orang pun yang merasa harus menjadi yang pertama berhenti. Pembaca dapat menimbang apa yang akan terjadi pada pikirannya bila ia sendirian dengan kabar yang sama, tanpa teman tertawa di sekelilingnya.
- Tangis sering menjadi tanda bahwa sebuah kabar sudah sampai ke bagian yang paling dalam, dan tidak adanya tangis tidak selalu berarti kabar itu belum didengar. Ada orang yang menyimak sampai habis, mengangguk, bahkan mencatat, lalu pulang dengan wajah yang sama seperti ketika datang. Ayat ini melaporkan keadaan semacam itu tanpa menyebut siapa yang bersalah dan tanpa menghitung berapa kali kabar harus diulang. Pembaca yang pernah mendengar kabar penting dengan telinga yang rapi tetapi dada yang tenang dapat mengenali jarak antara mendengar dan sampai.