وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ

Jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata, “Sihir yang terus-menerus.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِنْ يَرَوْا آيَةًwa-in yaraw aayatanjika mereka melihat suatu tanda
  2. يُعْرِضُواyu'ridhuumereka berpaling
  3. وَيَقُولُواwa-yaquuluudan berkata
  4. سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّsihrun mustamirrunsihir yang terus-menerus

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. آيَةًaayatantanda
  4. يُعْرِضُواyu'ridhuumereka berpaling
  5. وَيَقُولُواwa-yaquuluudan mereka berkata
  6. سِحْرٌsihrunsihir
  7. مُسْتَمِرٌّmustamirrunyang terus-menerus

Inti bacaan

Pola penolakan meski melihat tanda: 'jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata: sihir yang terus-menerus', pengingat bahwa bukti visual sekuat apa pun bisa tetap ditolak jika hati sudah memutuskan untuk tidak percaya, tanda bukan jaminan otomatis perubahan keyakinan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(kaum musyrik Makkah)' tidak dipakai: nama/identitas historis tidak disebut eksplisit dalam teks Arab ayat ini. Tambahan '(Ini adalah)' juga dihapus: 'sihrun mustamirrun' sudah menjadi kalimat utuh dalam bahasa Arab tanpa kata 'adalah'. Kutipan dibuka oleh 'yaquuluu' dan ditutup dalam ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap penolakan mereka terhadap tanda sejelas apa pun: selalu dituduh sihir belaka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling. Melihatnya lebih dahulu. Yang menahan bukan tak sampainya bukti, melainkan apa yang terjadi sesudah bukti sampai.
  • Allah merekam sebutan mereka: sihir yang terus-menerus. Bukan sihir sekali. Mereka sudah menyiapkan nama untuk tanda-tanda yang akan datang berikutnya.
  • Sebutan itu berlaku untuk apa pun yang akan mereka lihat. Sudah dipasang di muka. Yang punya satu nama untuk segala bukti tidak akan pernah kehabisan bantahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '