وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ

Dan mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka; padahal setiap urusan telah tetap.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْwa-kadzdzabuu wa-ttaba'uu ahwaa'ahumdan mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka
  2. وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّwa-kullu amrin mustaqirrunpadahal setiap urusan telah tetap

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَكَذَّبُواwa-kadzdzabuudan mendustakan
  2. وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
  3. أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
  4. وَكُلُّwa-kulludan setiap
  5. أَمْرٍamrinurusan
  6. مُسْتَقِرٌّmustaqirrunyang tetap

Inti bacaan

Akar penolakan yang dua-lapis: 'mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka; padahal setiap urusan telah tetap', pengakuan bahwa penolakan seringkali didorong keinginan pribadi, bukan kekurangan bukti, sementara ketetapan tetap berjalan terlepas dari penerimaan atau penolakan manusia.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa penolakan mereka tidak mengubah ketetapan yang telah pasti terjadi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua hal berpasangan. Mendustakan. Dan mengikuti keinginan.
  • Yang satu alasan, yang lain sebab sebenarnya. Mendustakan yang tampak. Keinginan yang mendorong.
  • Kalimat penutupnya menyebut urusan sudah tetap. Allah menaruhnya sebagai penyeimbang. Ditolak atau tidak, tetap berjalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-dz-b, t-b-', h-w-y, k-l-l, a-m-r, q-r-r): kadhdhabuu wa ttaba'uu ahwaa'ahum diterjemahkan 'mendustakan & mengikuti hawa nafsu mereka' (akar k-dz-b + akar t-b-' + akar h-w-y, penolakan berakar pada hawaa, bukan bukti; benang hawaa 53:3, 47:14, 45:23); kull amr mustaqirr diterjemahkan 'setiap urusan telah tetap' (akar '-m-r + akar q-r-r). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.