Ayat 54:6

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَىٰ شَيْءٍ نُكُرٍ

Maka, berpalinglah dari mereka. Pada hari penyeru menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَتَوَلَّ عَنْهُمْfa-tawalla 'anhummaka, berpalinglah dari mereka
  2. يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِyawma yad'u d-daa'ipada hari penyeru menyeru
  3. إِلَىٰ شَيْءٍ نُكُرٍilaa syay'in nukurinkepada sesuatu yang tidak menyenangkan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَتَوَلَّfa-tawallamaka berpalinglah
  2. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  3. يَوْمَyawmahari
  4. يَدْعُyad'umenyeru
  5. الدَّاعِd-daa'ipenyeru
  6. إِلَىٰilaakepada
  7. شَيْءٍsyay'insesuatu
  8. نُكُرٍnukurinyang mengerikan

Inti bacaan

Instruksi pelepasan disertai gambaran konsekuensi: 'berpalinglah dari mereka. Pada hari penyeru menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan', pergeseran fokus dari usaha mengubah yang menolak menuju kepastian hari pertanggungjawaban yang akan datang.

Tafsiran

Ayat ini memerintahkan sang penyampai peringatan berpaling sementara, sambil menunjuk hari kebangkitan yang akan datang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh berpaling, lalu menunjuk hari itu. Berpaling sekarang. Hari itu nanti.
  • Yang diserukan tidak dinamai. Cuma disebut tidak menyenangkan. Yang tidak enak tidak diperinci.
  • Kalimatnya berpindah tanpa jeda. Allah menyambungkan dua waktu. Yang sekarang dan yang kelak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-l-y, y-w-m, d-'-w, sh-y-a, n-k-r): tawalla anhum diterjemahkan 'berpalinglah dari mereka' (akar w-l-y, peran-disangkal); yad'u d-daa'i diterjemahkan 'penyeru menyeru' (akar d-'-w); shay' nukur diterjemahkan 'sesuatu yang tidak menyenangkan (asing)' (akar n-k-r). gloss '(Nabi Muhammad)/(malaikat)/(mereka)/(hari Pembalasan)' dibuang.

Ayat 54:7

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ

pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْkhusysya'an abshaaruhumpandangan mereka tertunduk
  2. يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِyakhrujuuna mina l-ajdaatsimereka keluar dari kubur
  3. كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌka-annahum jaraadun muntasyirunseperti belalang yang beterbangan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. خُشَّعًاkhusysya'antertunduk
  2. أَبْصَارُهُمْabshaaruhumpenglihatan mereka
  3. يَخْرُجُونَyakhrujuunamereka keluar
  4. مِنَminadari
  5. الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
  6. كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
  7. جَرَادٌjaraadunbelalang
  8. مُنْتَشِرٌmuntasyirunyang bertebaran

Inti bacaan

Gambaran visual kepatuhan terpaksa: 'pandangan mereka tertunduk, mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan', citra kekacauan massal dan ketundukan yang datang terlambat, ketika penyesalan tak lagi berguna.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(berhamburan)' tidak dipakai: makna itu sudah tercakup dalam perumpamaan 'seperti belalang yang beterbangan' di akhir ayat, tanpa perlu diulang sebagai tambahan pada verba 'keluar'.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kepanikan massal saat kebangkitan: manusia berhamburan dari kubur bagai kawanan belalang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menggambarkan mata lebih dahulu, baru gerak tubuhnya. Pandangan tertunduk. Barulah keluar berhamburan.
  • Perumpamaannya belalang, bukan pasukan. Yang bergerak banyak tetapi tanpa aturan. Jumlah tanpa arah.
  • Ketundukan itu baru datang di hari yang salah. Allah menyebutnya sesudah kubur terbuka. Yang dahulu enggan menunduk kini menunduk sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.

Ayat 54:8

مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

bersegera datang kepada penyeru; orang-orang kafir berkata, “Ini hari yang sulit.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِmuhthi'iina ilaa d-daa'ibersegera datang kepada penyeru
  2. يَقُولُ الْكَافِرُونَyaquulu l-kaafiruunaorang-orang kafir berkata
  3. هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌhaadzaa yawmun 'asirunini hari yang sulit

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. مُهْطِعِينَmuhthi'iinadengan tergesa-gesa
  2. إِلَىilaakepada
  3. الدَّاعِd-daa'ipenyeru
  4. يَقُولُyaquuluberkata
  5. الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir
  6. هَٰذَاhaadzaaini
  7. يَوْمٌyawmunhari
  8. عَسِرٌ'asirunyang sulit

Inti bacaan

Kesegeraan yang dulu tak pernah ada: 'bersegera datang kepada penyeru itu; orang-orang kafir berkata: ini hari yang sulit', ironi kepatuhan instan pada momen yang sudah tidak bisa diubah, kontras dengan penundaan yang dulu dilakukan saat masih ada kesempatan.

Penjelasan pilihan kata

Kata 'itu' setelah 'penyeru' dihapus: 'ad-daa'i' hanya bermarkah kata sandang takrif, bukan demonstratif. 'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini'. Kutipan dibuka oleh 'yaquulu' dan ditutup dalam ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini mengutip pengakuan pahit orang-orang kafir sendiri: hari itu memang seberat yang mereka rasakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka bersegera. Dahulu menunda. Yang paling lambat memenuhi panggilan kini yang paling cepat.
  • Yang mereka ucapkan ini hari yang sulit. Pengakuan. Yang selama ini dibantah diakui dalam satu kalimat pendek.
  • Allah memakai kata penyeru. Tanpa nama. Yang memanggil diperkenalkan lewat pekerjaannya, dan pekerjaannya sudah cukup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-t-', d-'-w, q-w-l, k-f-r, y-w-m, '-s-r): muhti'iin diterjemahkan 'bersegera' (akar h-t-'); ad-daa'i diterjemahkan 'penyeru' (akar d-'-w); yawm asir diterjemahkan 'hari yang sulit' (akar '-s-r). Selaras.