خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ

pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْkhusysya'an abshaaruhumpandangan mereka tertunduk
  2. يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِyakhrujuuna mina l-ajdaatsimereka keluar dari kubur
  3. كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌka-annahum jaraadun muntasyirunseperti belalang yang beterbangan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. خُشَّعًاkhusysya'antertunduk
  2. أَبْصَارُهُمْabshaaruhumpenglihatan mereka
  3. يَخْرُجُونَyakhrujuunamereka keluar
  4. مِنَminadari
  5. الْأَجْدَاثِl-ajdaatsikubur
  6. كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
  7. جَرَادٌjaraadunbelalang
  8. مُنْتَشِرٌmuntasyirunyang bertebaran

Inti bacaan

Gambaran visual kepatuhan terpaksa: 'pandangan mereka tertunduk, mereka keluar dari kubur seperti belalang yang beterbangan', citra kekacauan massal dan ketundukan yang datang terlambat, ketika penyesalan tak lagi berguna.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(berhamburan)' tidak dipakai: makna itu sudah tercakup dalam perumpamaan 'seperti belalang yang beterbangan' di akhir ayat, tanpa perlu diulang sebagai tambahan pada verba 'keluar'.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kepanikan massal saat kebangkitan: manusia berhamburan dari kubur bagai kawanan belalang.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menggambarkan mata lebih dahulu, baru gerak tubuhnya. Pandangan tertunduk. Barulah keluar berhamburan.
  • Perumpamaannya belalang, bukan pasukan. Yang bergerak banyak tetapi tanpa aturan. Jumlah tanpa arah.
  • Ketundukan itu baru datang di hari yang salah. Allah menyebutnya sesudah kubur terbuka. Yang dahulu enggan menunduk kini menunduk sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.