مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
bersegera datang kepada penyeru; orang-orang kafir berkata, “Ini hari yang sulit.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِmuhthi'iina ilaa d-daa'ibersegera datang kepada penyeru
- يَقُولُ الْكَافِرُونَyaquulu l-kaafiruunaorang-orang kafir berkata
- هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌhaadzaa yawmun 'asirunini hari yang sulit
Terjemahan per kata (8 kata)
- مُهْطِعِينَmuhthi'iinadengan tergesa-gesa
- إِلَىilaakepada
- الدَّاعِd-daa'ipenyeru
- يَقُولُyaquuluberkata
- الْكَافِرُونَl-kaafiruunaorang-orang kafir
- هَٰذَاhaadzaaini
- يَوْمٌyawmunhari
- عَسِرٌ'asirunyang sulit
Inti bacaan
Akar ه-ط-ع tercatat di tiga ayat, 14:43, 54:8, dan 70:36. Kata 'asir tercatat sekali, dan ungkapan haadzaa yawm muncul di sembilan ayat, termasuk 37:21 dan 77:35.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ, muhthi'iina ilaa d-daa'i) yang berarti "dengan tergesa-gesa kepada penyeru". Kata muhthi'iin menyatakan keadaan orang-orang itu, seperti khusysya' di awal 54:7, sehingga dua ayat berturut-turut dibuka dengan kata yang menggambarkan keadaan mereka. Akarnya, ه-ط-ع, tercatat di tiga ayat, yaitu 14:43, 54:8, dan 70:36.
Di 14:43 kata ini menggambarkan orang-orang zalim pada hari (تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ, tashkhasu fiihi l-abshaaru) yang berarti "mata terbelalak di dalamnya" (14:42). Di sana ketergesaan itu disertai (مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ, muqni'ii ru'uusihim) yang berarti "dengan kepala terangkat", kedipan mata yang tidak kembali, dan hati yang kosong. Di 70:36 kata yang sama dipakai untuk orang-orang kafir di dunia yang bergegas (قِبَلَكَ, qibalaka) yang berarti "ke arahmu", yaitu ke arah Rasul, dan 70:38 menanyakan apakah setiap orang dari mereka berharap dimasukkan ke taman kenikmatan. Ketergesaan yang dinamai dengan kata ini dengan demikian muncul di dunia dan pada hari itu, dengan arah yang berbeda.
Kata (الدَّاعِ, d-daa'i) diulang dari 54:6. Di 54:6 penyeru menyeru (إِلَىٰ شَيْءٍ نُكُرٍ, ilaa syay'in nukurin), dan di 54:8 orang-orang bergegas kepada penyeru itu. Kata depan "kepada" muncul di kedua tempat, sehingga arah gerakan tergambar lengkap, dari penyeru ke sesuatu yang diserukan dan dari manusia ke penyeru.
Sesudah itu kelompok ini disebut dengan namanya, (يَقُولُ الْكَافِرُونَ, yaquulu l-kaafiruuna) yang berarti "orang-orang kafir berkata". Sejak 54:2 mereka disebut sebagai "mereka", dan di ayat ini nama mereka muncul bersama ucapan mereka. Ucapan itu (هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ, haadzaa yawmun 'asirun) yang berarti "ini hari yang sulit". Kata 'asir tercatat sekali, di ayat ini. Bentuk dekatnya dipakai di 74:9, (يَوْمٌ عَسِيرٌ, yawmun 'asiirun) yang berarti "hari yang sulit", yang dilanjutkan 74:10 dengan (عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ, 'alaa l-kaafiriina ghayru yasiirin) yang berarti "bagi orang-orang kafir tidak mudah", dan di 25:26 hari itu juga disebut sulit bagi orang-orang kafir. Akar ع-س-ر tercatat di 12 ayat, termasuk 94:5-6 yang dua kali menyatakan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, (فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا, fa-inna ma'a l-'usri yusran).
Ungkapan (هَٰذَا يَوْمٌ, haadzaa yawmun) atau haadzaa yawmu tercatat di sembilan ayat. Di 11:77 Lut mengucapkannya di dunia, (هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ, haadzaa yawmun 'ashiibun) yang berarti "ini hari yang sangat sulit", ketika utusan-utusan Tuhannya datang dan dadanya terasa sempit karena kedatangan mereka. Di 37:20 orang-orang yang dibangkitkan berkata "celakalah kami, ini Hari Pertanggungjawaban", lalu di 37:21 mereka diberi tahu (هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ, haadzaa yawmu l-fashli) yang berarti "ini hari keputusan" yang dahulu mereka dustakan.
Tafsiran
Ayat ini menutup kalimat panjang yang dimulai di 54:6 dengan ucapan orang-orang yang digambarkannya. Dua ayat sebelumnya menggambarkan mereka dari luar, pandangan mereka, gerakan mereka, dan jumlah mereka, lalu ayat ini membiarkan mereka berbicara sendiri. Ucapan yang dicatat dari mereka berupa penilaian atas hari itu.
Penilaian itu sejalan dengan kabar yang sudah disampaikan kepada mereka. Ayat 74:9-10 dan 25:26 menyatakan bahwa hari itu sulit bagi orang-orang kafir, dan di 54:8 orang-orang kafir mengucapkan hal yang sama dengan mulut mereka sendiri. Surah ini sejak 54:4 menyebut bahwa berita-berita yang mengandung pencegah sudah datang, dan ayat ini memperlihatkan saat berita itu mereka akui sendiri.
Kata "sulit" di ayat ini terikat pada pengucapnya. Pada hari yang sama, 21:103 menggambarkan orang-orang yang (لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ, laa yahzunuhumu l-faza'u l-akbaru) yang berarti "tidak dirisaukan kejutan terbesar", dan malaikat menyambut mereka dengan ucapan yang juga dibuka "ini hari", yaitu "ini hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian". Satu hari mendapat dua sebutan dari dua kelompok. Susunan ayat ini lalu membawa pendengarnya ke 54:9, kisah kaum pertama yang mendustakan sebelum mereka.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang yang di 54:2 berpaling setiap kali melihat tanda, pada hari itu bergegas kepada penyeru. Ketergesaan yang tidak pernah mereka tunjukkan terhadap seruan Allah di dunia muncul ketika seruan datang tanpa bisa ditawar. Ayat ini memperlihatkan bahwa kesanggupan untuk bergegas ada pada diri mereka, dan perbedaannya terletak pada waktu. Seruan untuk salat, untuk berbuat baik, dan untuk kembali kepada Allah datang setiap hari bersama pilihan untuk menunda. Seberapa cepat langkah menyambut seruan itu selagi penundaan masih dimungkinkan?
- Ketergesaan orang-orang zalim pada hari itu, di 14:43, disertai (وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ, wa-af'idatuhum hawaa'un) yang berarti "dan hati mereka kosong". Tubuh mereka bergegas, sementara hati mereka tidak memegang apa pun. Di 13:28 Al-Qur'an menyebut hati yang memperoleh ketenteraman di dunia, (أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ, alaa bi-dzikri llaahi tathma'innu l-quluubu) yang berarti "ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". Dua ayat ini menggambarkan dua keadaan hati, yang satu kosong di tengah ketergesaan pada hari itu, dan yang lain tenteram karena mengingat Allah. Di tengah ketergesaan sehari-hari, apa yang mengisi hati?
- Di dunia, Al-Qur'an menyandingkan kesulitan dengan kemudahan. 94:5-6 menyatakannya dua kali, dan 65:7 menjanjikan (سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا, sa-yaj'alu llaahu ba'da 'usrin yusran) yang berarti "Allah kelak memberikan kemudahan sesudah kesulitan". Kesulitan yang diucapkan di 54:8 tidak disertai janji semacam itu, dan 74:10 menyebutnya tidak mudah bagi orang-orang kafir. Janji kemudahan sesudah kesulitan berlaku selama hidup ini, sehingga kesulitan yang dialami sekarang masih menyimpan harapan yang tidak dimiliki kesulitan pada hari itu.
- Kalimat yang mirip pernah diucapkan Lut di dunia, di 11:77, ketika utusan-utusan Tuhannya datang dan dadanya terasa sempit. Hari sulit Lut berakhir dengan kabar dari utusan-utusan itu di 11:81 bahwa kaumnya tidak akan sampai kepadanya. Kalimat pertama diucapkan seorang rasul yang kemudian diselamatkan, dan kalimat kedua diucapkan orang-orang kafir pada hari yang, menurut 74:10, tidak mudah bagi mereka. Kisah Lut memperlihatkan hari sulit yang berakhir dengan pertolongan dari Tuhannya, karena utusan-utusan yang membuat dadanya sempit ternyata datang untuk menyelamatkannya.
- Di 70:36 orang-orang kafir digambarkan bergegas ke arah Rasul di dunia dengan kata yang sama, muhthi'iin, dan 70:38 bertanya apakah setiap orang dari mereka berharap dimasukkan ke taman kenikmatan. Mereka bergegas mendekat, tetapi ayat itu tetap menyebut mereka orang-orang yang kufur. Ketergesaan menuju seorang pembawa pesan belum tentu sama dengan menyambut pesannya. Kedekatan dengan majelis ilmu, dengan kitab, atau dengan orang saleh tidak dengan sendirinya berarti menerima petunjuk Allah yang dibawa ke sana.
- Hari yang sulit bagi orang-orang kafir disebut di 25:26 sebagai hari ketika kerajaan yang hak menjadi milik Ar-Rahman, nama Allah yang berakar pada kasih sayang. Kasih sayang-Nya meliputi hari itu, dan pada hari yang sama orang-orang kafir mengucapkan bahwa hari itu sulit. Dua keterangan ini berdampingan dalam satu ayat. Rahmat Allah tidak menghapus akibat dari pendustaan yang dipilih seumur hidup, dan rahmat itu terbuka bagi orang yang menyambutnya selagi masih ada waktu.