كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ
Sebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan; maka mereka mendustakan hamba Kami dan berkata, “Orang gila,” dan ia dibentak.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍkadzdzabat qablahum qawmu nuuhinsebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan
- فَكَذَّبُوا عَبْدَنَاfa-kadzdzabuu abdanaamaka, mereka mendustakan hamba Kami
- وَقَالُوا مَجْنُونٌwa-qaaluu majnuunundan berkata, orang gila
- وَازْدُجِرَwa-zdujiradan ia dibentak
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-dz-b, q-b-l, q-w-m, '-b-d, q-w-l, j-n-n, z-j-r): kadhdhabuu abdanaa diterjemahkan 'mendustakan hamba Kami' (akar k-dz-b + akar '-b-d, Nuh='abd Allah); majnuun diterjemahkan 'orang gila' (akar j-n-n, tuduhan berulang ke nabi); uzdujira diterjemahkan 'dibentak (dihalau)' (akar z-j-r). gloss '(rasul)/(Nuh)/(dengan cacian dan lainnya)' dibuang.
Aplikasi
Pola tuduhan berulang lintas generasi: 'kaum Nuh telah mendustakan; mereka mendustakan hamba Kami dan berkata: orang gila, dan ia dibentak', pengenalan bahwa penolakan disertai penghinaan personal adalah pola lama, bukan fenomena baru, penghibur bagi siapa pun yang menghadapi tuduhan serupa saat menyampaikan kebenaran.