كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ
Sebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan; maka mereka mendustakan hamba Kami dan berkata, “Orang gila,” dan ia dibentak.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍkadzdzabat qablahum qawmu nuuhinsebelum mereka, kaum Nuh telah mendustakan
- فَكَذَّبُوا عَبْدَنَاfa-kadzdzabuu 'abdanaamaka, mereka mendustakan hamba Kami
- وَقَالُوا مَجْنُونٌwa-qaaluu majnuunundan berkata, orang gila
- وَازْدُجِرَwa-zdujiradan ia dibentak
Terjemahan per kata (9 kata)
- كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- قَوْمُqawmukaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- فَكَذَّبُواfa-kadzdzabuumaka mereka mendustakan
- عَبْدَنَا'abdanaahamba Kami
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- مَجْنُونٌmajnuununorang gila
- وَازْدُجِرَwa-zdujiradan ia dihardik
Inti bacaan
Pola tuduhan berulang lintas generasi: 'kaum Nuh telah mendustakan; mereka mendustakan hamba Kami dan berkata: orang gila, dan ia dibentak', pengenalan bahwa penolakan disertai penghinaan personal adalah pola lama, bukan fenomena baru, penghibur bagi siapa pun yang menghadapi tuduhan serupa saat menyampaikan kebenaran.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Ia)' tidak dipakai: ucapan elips 'majnuunun' dibiarkan tanpa subjek eksplisit, konsisten pola identik 51:39, 51:52, 52:30. Kutipan dibuka oleh 'qaaluu' dan ditutup dalam ayat ini sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan kaum Nuh sebagai contoh lain: pola penolakan dan tuduhan kegilaan yang sama berulang lintas generasi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Nuh sebagai hamba Kami. Bukan rasul Kami. Sebutan yang dipilih justru yang paling merendah, di ayat yang merekam penghinaan atasnya.
- Yang mereka ucapkan satu kata: orang gila. Tanpa alasan. Yang dipakai menutup perkara penilaian atas orangnya, bukan bantahan atas isinya.
- Allah menambahkan ia dibentak. Bukan hanya dinamai. Yang ditanggung bukan sebutan saja, melainkan juga perlakuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, q-b-l, q-w-m, '-b-d, q-w-l, j-n-n, z-j-r): kadhdhabuu abdanaa diterjemahkan 'mendustakan hamba Kami' (akar k-dz-b + akar '-b-d, Nuh='abd Allah); majnuun diterjemahkan 'orang gila' (akar j-n-n, tuduhan berulang ke nabi); uzdujira diterjemahkan 'dibentak (dihalau)' (akar z-j-r). gloss '(rasul)/(Nuh)/(dengan cacian dan lainnya)' dibuang.