فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ
Maka, Kami membuka pintu-pintu langit dengan air yang tercurah,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِfa-fatahnaa abwaaba s-samaa'imaka, Kami membuka pintu-pintu langit
- بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍbi-maa'in munhamirindengan air yang tercurah
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَفَتَحْنَاfa-fatahnaamaka Kami membuka
- أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- بِمَاءٍbi-maa'indengan air
- مُنْهَمِرٍmunhamirinyang tercurah
Inti bacaan
Respons ilahi yang proporsional: 'Kami membuka pintu-pintu langit dengan air yang tercurah', skala pertolongan/hukuman yang sepadan dengan skala penolakan yang telah berlangsung lama, bukan reaksi berlebihan tanpa sebab.
Tafsiran
Ayat ini menjawab doa Nuh: hujan lebat sebagai awal azab bagi kaumnya.
Renungan dan Hikmah
- Langitnya disebut Allah berpintu, dan pintunya dibuka. Bukan hujan turun. Pintu dibuka.
- Airnya datang dari dua arah. Dari atas. Dan dari bawah.
- Jawaban itu menyusul doa Nuh langsung. Allah tidak menundanya. Aku dikalahkan. Lalu pintunya dibuka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-h, b-w-b, s-m-w, m-w-h, h-m-r): fatahnaa abwaab as-samaa' diterjemahkan 'membuka pintu langit' (akar f-t-h + akar b-w-b); maa' munhamir diterjemahkan 'air yang tercurah' (akar m-w-h + akar h-m-r). Selaras.