وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, bertemulah air sesuai ketetapan yang telah ditentukan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًاwa-fajjarnaa l-ardha 'uyuunanKami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air
- فَالْتَقَى الْمَاءُfa-ltaqaa l-maa'umaka, bertemulah air
- عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ'alaa amrin qad qudirasesuai ketetapan yang telah ditentukan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَفَجَّرْنَاwa-fajjarnaadan Kami mengalirkan
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- عُيُونًا'uyuunanmata air
- فَالْتَقَىfa-ltaqaamaka bertemulah
- الْمَاءُl-maa'uair
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَمْرٍamrinurusan
- قَدْqadsungguh
- قُدِرَqudiraditentukan
Inti bacaan
Kolaborasi sumber-sumber air: 'Kami pun menjadikan bumi menyemburkan mata air; maka berkumpullah semua air itu. atas urusan yang telah ditetapkan', penekanan bahwa peristiwa besar terjadi sesuai ketetapan yang terukur, bukan kekacauan acak tanpa rancangan.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan pertemuan air dari langit dan bumi sebagai wujud banjir besar yang telah ditakdirkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut air datang dari dua arah. Dari langit. Dan dari bumi.
- Pertemuan keduanya disebut sesuai ketetapan. Bukan kebetulan. Sudah diukur.
- Kata bertemu dipakai Allah, bukan kata bercampur. Ada janji temu. Ada waktunya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.