تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَ
yang berlayar dengan pengawasan Kami, sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تَجْرِي بِأَعْيُنِنَاtajrii bi-a'yuninaayang berlayar dengan pengawasan Kami
- جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَjazaa'an li-man kaana kufirasebagai balasan bagi orang yang telah diingkari
Terjemahan per kata (6 kata)
- تَجْرِيtajriimengalir
- بِأَعْيُنِنَاbi-a'yuninaadengan pengawasan Kami
- جَزَاءًjazaa'anbalasan
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- كَانَkaanaadalah
- كُفِرَkufiradiingkari
Inti bacaan
Pengawasan langsung selama krisis: 'berlayar dengan pengawasan Kami, sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari', jaminan bahwa yang setia tidak dibiarkan sendirian menghadapi bencana besar, kehadiran yang menyertai bukan sekadar menyelamatkan dari jauh.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa bahtera itu berlayar dalam pengawasan langsung Allah, sebagai balasan atas pengingkaran terhadap Nuh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kapal itu berlayar di bawah mata-Nya. Bukan dilepas. Diawasi.
- Pelayarannya disebut balasan, bukan penyelamatan. Bagi yang diingkari. Bukan bagi yang mengingkari.
- Nuh tidak disebut namanya di sini. Allah menyebutnya orang yang telah diingkari. Yang dikenang perlakuannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-r-y, '-y-n, j-z-y, k-w-n, k-f-r): tajrii bi-a'yuninaa diterjemahkan 'berlayar dengan pengawasan Kami' (akar j-r-y + akar '-y-n); jazaa'an li-man kaana kufira diterjemahkan 'balasan bagi yang diingkari' (akar j-z-y + akar k-f-r). gloss '(kebaikan)/(kaumnya)' dibuang.