فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

Maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِfa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzurimaka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  2. كَانَkaanaadalah
  3. عَذَابِي'adzaabiiazab-Ku
  4. وَنُذُرِwa-nudzuridan peringatan-peringatan-Ku

Inti bacaan

Seruan retoris pertama tentang konsekuensi kaum Nuh: 'betapa (dahsyat) azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku', penekanan emosional yang mengundang perenungan mendalam, bukan sekadar pelaporan fakta datar tentang hukuman yang terjadi.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(dahsyat)' tidak dipakai: kata seru 'kayfa' (betapa) sudah membawa nuansa penekanan tanpa kata sifat tambahan.

Tafsiran

Ayat ini menjadi seruan retoris pertama dalam rangkaian: menegaskan betapa nyata azab dan peringatan yang telah terbukti.

Renungan dan Hikmah

  • Bentuknya kata seru, bukan kalimat berita. Betapa. Allah menaikkan nadanya di sini.
  • Dua hal disebut bersama: azab dan peringatan. Bukan azab saja. Peringatannya ikut disebut.
  • Kalimat ini akan diulang di surah yang sama. Allah memakainya sebagai penanda. Sesudah tiap kisah ia muncul lagi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-y-f, k-w-n, '-dz-b, n-dz-r): adhaabii wa nudhur diterjemahkan 'azab-Ku & peringatan-Ku' (akar '-dz-b + akar n-dz-r). gloss '(dahsyatnya)' dilaraskan.