كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

Ad telah mendustakan; maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. كَذَّبَتْ عَادٌkadzdzabat 'aadunAd telah mendustakan
  2. فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِfa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzurimaka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
  2. عَادٌ'aadunAd
  3. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  4. كَانَkaanaadalah
  5. عَذَابِي'adzaabiiazab-Ku
  6. وَنُذُرِwa-nudzuridan peringatan-peringatan-Ku

Inti bacaan

Ad disebut di 23 ayat. Kadzdzabat di sini tanpa objek, berbeda dengan 54:23 dan 54:33 yang memakai bi-n-nudzuri, sedangkan 26:123 menyebut al-mursaliin sebagai yang didustakan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka kisah kedua dalam surah ini dengan dua kata, (كَذَّبَتْ عَادٌ, kadzdzabat 'aadun) yang berarti "Ad telah mendustakan". Kata kerja kadzdzabat sudah dijelaskan di 54:9 sebagai pembuka empat kisah dalam surah ini. Nama Ad tercatat di 23 ayat, dan di banyak di antaranya Ad disebut dalam deretan bersama kaum lain, misalnya bersama kaum Nuh dan Tsamud di 9:70, 14:9, dan 40:31. Surah sebelumnya menyebut mereka (عَادًا الْأُولَىٰ, 'aadan al-uulaa) yang berarti "Ad yang terdahulu" (53:50). Urutan kisah dalam surah ini, Nuh lalu Ad lalu Tsamud, sama dengan urutan di ketiga ayat itu.

Kata kerja di ayat ini tidak diikuti sasaran. Dalam kisah-kisah lain di surah ini, hal yang didustakan disebut. Kaum Nuh mendustakan hamba Kami (54:9), Tsamud dan kaum Lut mendustakan (بِالنُّذُرِ, bi-n-nudzuri) yang berarti "peringatan-peringatan" (54:23 dan 54:33), dan keluarga Firaun mendustakan (بِآيَاتِنَا كُلِّهَا, bi-aayaatinaa kullihaa) yang berarti "semua tanda-tanda Kami" (54:42). Di 54:18 kalimatnya berhenti pada pelaku. Ayat lain yang dibuka dengan dua kata yang sama, 26:123, menyebut sasarannya, (كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzabat 'aadun l-mursaliina) yang berarti "Kaum Ad telah mendustakan para rasul". Sasaran itu berbentuk jamak, padahal ayat berikutnya menyebut satu utusan, (أَخُوهُمْ هُودٌ, akhuuhum huudun) yang berarti "saudara mereka, Hud" (26:124). Bentuk jamak muncul juga di 11:59, (وَعَصَوْا رُسُلَهُ, wa-'ashaw rusulahu) yang berarti "dan mendurhakai rasul-rasul-Nya".

Dalam kisah Ad di surah ini, dari 54:18 sampai 54:21, utusan mereka tidak disebut, baik dengan nama maupun dengan kata ganti. Kisah Nuh menyebut hamba Kami (54:9) dan doanya (54:10), sedangkan kisah Ad berisi pendustaan, pertanyaan, angin, dan manusia yang tercabut. Nama Hud tercatat di tempat lain, antara lain 7:65, 11:50, dan 26:124. Di 46:21 dia disebut (أَخَا عَادٍ, akhaa 'aadin) yang berarti "saudara Ad", ketika dia (أَنْذَرَ قَوْمَهُ, andzara qawmahu) yang berarti "mengingatkan kaumnya", dan ayat yang sama menyatakan (وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ, wa-qad khalati n-nudzuru) yang berarti "telah berlalu para pemberi peringatan" sebelum dan sesudahnya. Kata nudzur di 46:21 menunjuk orang-orang yang memberi peringatan, dan kata yang sama menutup ayat ini. Di ayat ini kata itu diterjemahkan "peringatan-peringatan-Ku", dan 46:21 memperlihatkan bahwa peringatan itu sampai kepada Ad lewat orang, yaitu Hud dan para pemberi peringatan sebelum dan sesudahnya.

Separuh kedua ayat ini, (فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ, fa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzuri) yang berarti "maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku", sama kata demi kata dengan 54:16, dan kata-katanya sudah dijelaskan di sana. Perbedaannya ada pada letak. Di 54:16 pertanyaan itu datang sesudah azab kaum Nuh diceritakan, sedangkan di 54:18 pertanyaan itu datang langsung sesudah pendustaan, sebelum angin disebut di 54:19, lalu diulang di 54:21 sesudah gambaran azabnya selesai. Kisah Tsamud memakai letak yang sama dengan 54:18, pertanyaan di 54:30 mendahului suara menggelegar di 54:31. Di luar surah ini, 67:18 juga meletakkan pertanyaan serupa langsung sesudah pendustaan, (وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ, wa-la-qad kadzdzaba lladziina min qablihim fa-kayfa kaana nakiiri) yang berarti "dan sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan, maka betapa pengingkaran-Ku".

Tafsiran

Ayat ini meringkas awal kisah Ad menjadi dua kata, lalu langsung mengajukan pertanyaan. Kisah yang sama diceritakan lebih panjang di surah-surah lain, dengan seruan dan perdebatan antara Hud dan kaumnya di 7:65-72, 11:50-60, dan 26:123-140. Surah ini tidak memuat perdebatan itu. Dari seluruh kisah Ad, surah ini menyisakan pendustaan mereka dan akibatnya.

Pertanyaan yang diletakkan sebelum cerita mengubah cara cerita itu didengar. Pendengar sudah diberi tahu bahwa kisah ini berakhir dengan azab sebelum mendengar rinciannya, sehingga 54:19-20 datang sebagai jawaban atas pertanyaan yang sudah diajukan. Sesudah jawaban itu selesai, pertanyaan yang sama diulang di 54:21, dan kali ini pendengar sudah memegang jawabannya.

Pendustaan tanpa sasaran di ayat ini dapat dibaca bersama 26:123 dan 11:59, yang menyebut Ad mendustakan dan mendurhakai para rasul walaupun utusan yang datang kepada mereka seorang, Hud. Pesan yang dibawa Hud sama dengan pesan para utusan sebelum dan sesudahnya, seperti dinyatakan 46:21, sehingga menolak satu utusan berarti menolak seluruh rangkaian yang membawa pesan itu. Kalimat yang berhenti pada pelaku, Ad telah mendustakan, mencakup seluruh pendustaan itu tanpa perlu merincinya.

Renungan dan Hikmah

  • Ad pernah bertanya (مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً, man asyaddu minnaa quwwatan) yang berarti "siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?" (41:15). Kaum yang memandang dirinya tanpa tanding itu dibuka kisahnya di surah ini dengan dua kata, Ad telah mendustakan. Kekuatan, bangunan, dan kemakmuran mereka tidak disebut. Catatan Allah tentang mereka di ayat ini memuat satu perbuatan, pendustaan itu. Apa yang akan tersisa dari seseorang kalau riwayat hidupnya diringkas menjadi dua kata di hadapan Tuhannya?
  • Pertanyaan di ayat ini datang sebelum rinciannya, sehingga pendengar sudah tahu akhir kisah Ad sebelum mendengar jalannya. Pengetahuan tentang akhir sebuah jalan sering sudah dimiliki manusia sebelum menempuhnya. Kisah-kisah kaum terdahulu sudah dikenal, dan akibat dari pendustaan sudah diceritakan berulang kali. Allah menaruh jawabannya di depan. Persoalannya tinggal apakah pengetahuan tentang akhir itu mengubah langkah sebelum sampai di sana.
  • Hud mengingatkan kaumnya bahwa Allah menjadikan mereka (خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ, khulafaa'a min ba'di qawmi nuuhin) yang berarti "pengganti-pengganti setelah kaum Nuh" (7:69). Ad hidup sesudah kaum yang ditenggelamkan dan diingatkan akan kisahnya, lalu tetap mendustakan. Tsamud kemudian diingatkan dengan kalimat serupa sebagai pengganti sesudah Ad (7:74), dan di 54:23 mereka pun mendustakan. Setiap generasi berdiri di atas kisah generasi sebelumnya, dan pengetahuan tentang kisah itu belum cukup untuk keluar dari pola yang sama.
  • Di 29:38 Ad dan Tsamud disebut (وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ, wa-kaanuu mustabshiriina) yang berarti "padahal mereka dahulu orang-orang yang berpandangan tajam". Pendustaan mereka tidak lahir dari kebodohan. Ayat yang sama menyebut setan menjadikan indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan. Kecerdasan dapat dipakai untuk melihat kebenaran, dan dapat juga dipakai untuk membela apa yang sudah terasa indah. Seberapa sering ketajaman berpikir dipakai untuk mencari alasan bagi apa yang sudah disukai?
  • Ayat ini menyebut pelakunya dengan satu nama, Ad, seakan-akan seluruh kaum berbicara dengan satu suara. Di 11:59 terlihat bagaimana suara itu terbentuk, mereka (وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ, wa-ttaba'uu amra kulli jabbaarin 'aniidin) yang berarti "dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi keras kepala". Pendustaan sebuah kaum tersusun dari banyak orang yang masing-masing memilih ikut. Ikut bersama orang banyak terasa ringan karena tanggung jawabnya tampak terbagi. Angin yang datang kemudian (54:19-20) tidak membagi apa pun, dan setiap orang di antara mereka tercabut.
  • Utusan yang datang kepada Ad berasal dari kalangan mereka sendiri, saudara mereka (7:65). Salah satu keberatan yang dia hadapi tercatat di 7:69, (أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ, a-wa-'ajibtum an jaa'akum dzikrun min rabbikum 'alaa rajulin minkum) yang berarti "apakah kalian heran bahwa telah datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian kepada seorang laki-laki dari golongan kalian?". Pesan dari Tuhan datang lewat seseorang yang tumbuh bersama mereka, dan kedekatan itu dijadikan alasan untuk heran. Nasihat dari orang dekat mudah dianggap biasa karena pembawanya sudah biasa terlihat setiap hari.