وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran; maka, adakah yang mengambil pelajaran?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِwa-la-qad yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikridan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran
  2. فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍfa-hal min muddakirinmaka, adakah yang mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. يَسَّرْنَاyassarnaaKami memudahkan
  3. الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an
  4. لِلذِّكْرِli-dz-dzikriuntuk peringatan
  5. فَهَلْfa-halmaka apakah
  6. مِنْmindari
  7. مُدَّكِرٍmuddakirinorang yang mengambil pelajaran

Inti bacaan

Ulangan dari 54:17. Qur'aan tercatat di 69 ayat dan dzikr di 71. Di surah 54 akar yusr hadir di empat ayat refrain saja, akar dzikr di tujuh ayat, dan akar kadzib di delapan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ, wa-la-qad yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikri fa-hal min muddakirin) yang berarti "dan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran; maka, adakah yang mengambil pelajaran?", dan bunyinya sama huruf demi huruf dengan 54:17. Uraian tentang wa-la-qad, kata kerja yassarnaa, arah yang ditandai huruf li, dan susunan hal min ada di 54:17, dan kata muddakir diuraikan di 54:15. Di sini pembahasannya tertuju pada dua kata benda dalam kalimat itu, l-qur'aan dan dzikr, lalu pada letak akar-akarnya di surah ini.

Kata (الْقُرْآنَ, l-qur'aana) berakar ق-ر-أ, akar yang berkaitan dengan membaca, dan kata qur'aan tercatat di 69 ayat. Di beberapa ayat kata yang sama dipakai dengan arti pembacaan. Di 75:17 Allah menyatakan bahwa atas-Nya (جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ, jam'ahu wa-qur'aanahu) yang berarti "mengumpulkannya dan membacakannya", dan 75:18 melanjutkan (فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ, fa-ttabi' qur'aanahu) yang berarti "ikutilah bacaannya". Di 17:78 perintah salat disertai (وَقُرْآنَ الْفَجْرِ, wa-qur'aana l-fajri) yang berarti "bacaan fajar". Nama kitab ini membawa arti sesuatu yang dibaca, sehingga kemudahan yang dinyatakan di ayat ini melekat pada kitab yang sampai kepada manusia dengan dibacakan.

Kata (الذِّكْرِ, dz-dzikri) berakar ذ-ك-ر, dan kata benda dzikr tercatat di 71 ayat dengan beberapa arti. Di 29:45 kata itu berarti mengingat Allah, (وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ, wa-la-dzikru llaahi akbaru) yang berarti "sungguh, mengingat Allah itu lebih besar". Di 94:4 artinya sebutan, (وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ, wa-rafa'naa laka dzikraka) yang berarti "dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu". Di 43:44 kata itu menunjuk kitab yang diwahyukan, (وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ, wa-innahu la-dzikrun laka wa-li-qawmika) yang berarti "dan sesungguhnya ia benar-benar peringatan bagimu dan bagi kaummu". Terjemahan memilih salah satu arti sesuai konteksnya, dan di ayat ini pilihannya "pelajaran", sebagaimana dibahas di 54:17. Ketiga arti itu bertemu pada gerak yang sama, menghadirkan sesuatu ke dalam ingatan dan ucapan.

Di surah ini akar ذ-ك-ر tercatat di 7 ayat, yaitu 54:15, 54:17, 54:22, 54:25, 54:32, 54:40, dan 54:51. Akar ي-س-ر, asal (يَسَّرْنَا, yassarnaa), tercatat di 4 ayat saja, dan keempatnya ayat yang memuat kalimat ini (54:17, 54:22, 54:32, dan 54:40). Di surah ini kemudahan disebut dalam kalimat tentang Al-Qur'an saja. Sementara itu akar ك-ذ-ب, akar mendustakan, tercatat di 8 ayat surah ini, yaitu 54:3, 54:9, 54:18, 54:23, 54:25, 54:26, 54:33, dan 54:42. Dua akar itu, mengingat dan mendustakan, hadir di surah ini dalam jumlah ayat yang hampir sama, dan di 54:25 keduanya bertemu dalam satu ayat.

Tafsiran

Ayat ini mengulang kalimat 54:17 sesudah kisah Ad selesai, dan letaknya di antara dua kisah membentuk pola. Setiap kali kalimat ini muncul, ayat berikutnya membuka kisah kaum yang mendustakan. Sesudah 54:17 datang (كَذَّبَتْ عَادٌ, kadzdzabat 'aadun) yang berarti "Ad telah mendustakan" (54:18), sesudah 54:22 datang Tsamud (54:23), sesudah 54:32 datang kaum Lut (54:33), dan sesudah 54:40 datang keluarga Firaun, yang di 54:42 mendustakan semua tanda-tanda Allah. Pertanyaan adakah yang mengambil pelajaran diikuti setiap kali oleh kisah kaum yang tidak mengambilnya.

Kaum yang menyusul di sini punya hubungan khusus dengan kisah yang baru selesai. Seperti disinggung di 54:18, Tsamud diingatkan oleh utusannya bahwa mereka dijadikan pengganti sesudah Ad (7:74). Kalimat itu dibuka dengan (وَاذْكُرُوا, wa-dzkuruu) yang berarti "dan ingatlah", kata kerja perintah dari akar yang sama dengan dzikr dan muddakir. Tsamud diminta menjadikan kisah Ad sebagai pelajaran, sejalan dengan yang ditanyakan ayat ini, dan 54:23 mencatat bahwa mereka tetap mendustakan.

Tiga ayat sesudahnya, dzikr muncul lagi di mulut Tsamud (54:25). Allah menyatakan Al-Qur'an dimudahkan untuk dzikr, dan kaum berikutnya mempersoalkan dzikr yang sampai kepada seorang di antara mereka. Kemudahan yang dinyatakan dari pihak Allah berhadapan dengan keberatan dari pihak manusia, dan keberatan itu tertuju kepada pembawanya.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kemudahan di ayat ini muncul lagi di 73:20, dalam keringanan yang diberikan kepada orang-orang yang bangun malam, (فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ, fa-qra'uu maa tayassara mina l-qur'aani) yang berarti "maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an". Ayat itu menyebut alasannya, Allah mengetahui bahwa di antara mereka ada yang sakit, ada yang bepergian mencari karunia-Nya, dan ada yang berperang di jalan-Nya. Kemudahan datang dari dua arah, kitab yang dimudahkan dan kadar bacaan yang disesuaikan dengan keadaan pembacanya. Keadaan yang sempit tidak menutup jalan kepada Al-Qur'an, sebab ukuran yang diminta menyesuaikan diri dengan keadaan itu. Berapa ayat yang terasa mudah hari ini, dan sudahkah bagian yang mudah itu dibaca?
  • Di 87:6 Allah berfirman kepada utusan-Nya (سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ, sa-nuqri'uka fa-laa tansaa) yang berarti "Kami akan membacakan kepadamu, maka engkau tidak akan lupa", dan dua ayat kemudian, di 87:8, (وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ, wa-nuyassiruka li-l-yusraa) yang berarti "dan Kami akan memudahkanmu menuju kemudahan". Membaca, tidak lupa, dan kemudahan berdampingan di sana, sejajar dengan Al-Qur'an, pelajaran, dan kemudahan di ayat ini. Kata muddakir menggambarkan orang yang teringat sesudah lupa (54:15). Lupa datang tanpa diundang, dan bacaan yang diulang menjadi jalan yang Allah sediakan untuk mengembalikan ingatan. Apa yang terjadi pada ingatan tentang Allah ketika kitab-Nya lama tidak dibaca?
  • Kata kerja dari akar dzikr dipakai juga untuk Allah. Di 2:152 Dia berfirman (فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ, fa-dzkuruunii adzkurkum) yang berarti "maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepada kalian". Pelajaran yang diambil dari Al-Qur'an menghubungkan pembacanya dengan Dia yang menurunkannya, dan hubungan itu berbalas. Orang yang mengambil pelajaran dari kisah Ad sedang mengingat Allah lewat kisah itu, dan 2:152 menjanjikan bahwa Allah pun mengingatnya. Ingatan seorang hamba yang terbatas dibalas dengan ingatan Tuhannya. Pernahkah membaca Al-Qur'an dirasakan sebagai saat ketika seorang hamba sedang diingat?
  • Kalimat ini diulang sesudah kisah-kisah azab, sehingga dzikr di surah ini mudah terdengar sebagai peringatan yang menakutkan saja. Kata yang sama dipakai di 13:28 untuk ketenangan, (أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ, alaa bi-dzikri llaahi tathma'innu l-quluubu) yang berarti "ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram". Peringatan tentang Ad dan ketenangan dalam mengingat Allah bersumber dari kegiatan yang sama. Pelajaran dari kisah-kisah itu membawa pembacanya kepada Allah, dan di sisi-Nya hati menemukan ketenteraman. Kisah yang menakutkan dan hati yang tenteram dapat bertemu pada orang yang membaca kisah itu sambil mengingat Dia yang menceritakannya.
  • Di 21:10 Allah berfirman bahwa Dia telah menurunkan (كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ, kitaaban fiihi dzikrukum) yang berarti "sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian", lalu bertanya apakah mereka tidak berakal. Akhiran -kum pada dzikrukum menyandarkan dzikr itu kepada orang-orang yang disapa. Kisah Ad, kisah Tsamud, dan kisah-kisah lain di surah ini diceritakan untuk mereka yang membacanya, dan pelajarannya ditujukan kepada keadaan mereka. Kitab itu memuat pembacanya, dengan kelemahan dan kemungkinannya. Apakah Al-Qur'an dibaca sebagai kitab yang memuat pembacanya sendiri?
  • Kaum Ad tinggal sebagai sebutan dalam Al-Qur'an, dan sebutan itu berisi pendustaan dan angin yang mencabut mereka. Ibrahim memohon kepada Allah (وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ, wa-j'al lii lisaana shidqin fii l-aakhiriina) yang berarti "dan jadikanlah bagiku buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian" (26:84). Setiap orang meninggalkan sebutan di belakangnya, di ingatan orang-orang yang datang kemudian. Isi sebutan itu ditentukan selama hidup masih berjalan. Sebutan seperti apa yang sedang disiapkan oleh hari-hari yang dijalani sekarang?