كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ

Tsamud telah mendustakan peringatan-peringatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِkadzdzabat tsamuudu bi-n-nudzuriTsamud telah mendustakan peringatan-peringatan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
  2. ثَمُودُtsamuuduTsamud
  3. بِالنُّذُرِbi-n-nudzuriperingatan-peringatan

Inti bacaan

Kadzdzabat tsamuudu tercatat di 4 ayat dengan pelengkap berbeda, al-mursaliin, bi-n-nudzuri, bi-l-qaari'ah, dan bi-thaghwaahaa. Nudzur tercatat di 14 ayat, 11 di surah ini, dan kisah Tsamud 54:23-32 yang terpanjang di surah ini.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka kisah ketiga dengan (كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ, kadzdzabat tsamuudu bi-n-nudzuri) yang berarti "Tsamud telah mendustakan peringatan-peringatan". Kata kerja kadzdzabat sudah membuka kisah kaum Nuh di 54:9 dan kisah Ad di 54:18, dan akan membuka kisah kaum Lut di 54:33. Nama (ثَمُودُ, tsamuudu) tercatat di 25 ayat. Di 8 di antaranya Tsamud disebut dalam ayat yang sama dengan Ad, misalnya 9:70, 14:9, 29:38, dan 69:4, sehingga kedua kaum itu sering tampil berpasangan. Utusan mereka, Saleh, disebut namanya antara lain di 7:73, 11:61, 26:142, dan 27:45. Di surah ini dia hadir lewat kata ganti, misalnya akhiran -hu pada kata kerja "kita ikuti dia" (54:24), dan lewat sapaan Allah kepadanya di 54:27.

Susunan kadzdzabat tsamuudu tercatat di 4 ayat, dan pelengkapnya berbeda di masing-masing. Di 26:141 kata kerjanya langsung diikuti sasaran, (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul". Di 54:23 sasaran itu ditandai huruf bi-, (بِالنُّذُرِ, bi-n-nudzuri) yang berarti "peringatan-peringatan". Di 69:4 Tsamud dan Ad bersama-sama mendustakan (بِالْقَارِعَةِ, bi-l-qaari'ati) yang berarti "Bencana Dahsyat itu". Di 91:11 huruf bi- yang sama menunjuk sebab, (بِطَغْوَاهَا, bi-thaghwaahaa) yang berarti "karena kelampauan-batas mereka". Keempat ayat itu membicarakan pendustaan yang sama dari empat sisi, siapa yang didustakan, apa yang didustakan, peristiwa yang didustakan, dan apa yang mendorongnya.

Kata nudzur tercatat di 14 ayat, dan 11 di antaranya berada di surah ini, yaitu 54:5, 54:16, 54:18, 54:21, 54:23, 54:30, 54:33, 54:36, 54:37, 54:39, dan 54:41. Tiga lainnya di 10:101, 46:21, dan 53:56. Di 53:56 kata itu menunjuk orang, (مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ, mina n-nudzuri l-uulaa) yang berarti "dari para pemberi peringatan yang terdahulu". Di 10:101 kata itu berdampingan dengan tanda-tanda, (وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ, wa-maa tughnii l-aayaatu wa-n-nudzuru) yang berarti "tidaklah mencukupkan tanda-tanda dan peringatan-peringatan itu" bagi kaum yang tidak beriman. Rumusan itu dekat dengan 54:5, tempat surah ini menyatakan bahwa peringatan-peringatan tidak mencukupkan. Susunan bi-n-nudzuri tercatat di 3 ayat, di ayat ini, di 54:33 tentang kaum Lut, dan di 54:36 ketika kaum Lut membantah peringatan-peringatan itu.

Akar ك-ذ-ب muncul tiga kali dalam empat ayat pertama kisah ini, kadzdzabat di 54:23, (كَذَّابٌ, kadzdzaabun) yang berarti "pendusta" di 54:25, dan (الْكَذَّابُ, l-kadzdzaabu) di 54:26. Tsamud mendustakan peringatan, lalu menyebut utusannya pendusta, dan 54:26 mengembalikan sebutan itu. Dalam kisah Tsamud di surah 11, akar yang sama muncul di mulut Saleh sesudah unta itu disembelih, (ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ, dzaalika wa'dun ghayru makdzuubin) yang berarti "itu janji yang tidak didustakan" (11:65). Tenggang tiga hari disebut janji yang tidak dapat didustakan, dan pendustaan Tsamud berakhir pada janji itu.

Tafsiran

Ayat ini membuka kisah terpanjang di surah ini. Kisah Tsamud berlangsung sepuluh ayat, 54:23-32, lebih panjang dari kisah Nuh (54:9-17) dan kisah kaum Lut (54:33-40). Kisah ini juga memuat bagian yang tidak ada dalam kisah Ad sebelumnya. Keberatan Tsamud dikutip dalam dua ayat utuh (54:24-25), jawaban Allah atas tuduhan mereka diberikan di 54:26, dan perintah-Nya kepada utusan mereka dikutip di 54:27-28. Kisah Ad di surah ini hampir seluruhnya berupa kejadian, sedangkan kisah Tsamud dimulai dengan kata-kata.

Hal yang didustakan Tsamud, peringatan-peringatan, berbentuk jamak, padahal utusan mereka seorang. Al-Qur'an mencatat peringatan yang sampai kepada Tsamud dalam beberapa rupa. Ada seruan Saleh agar mereka menyembah Allah disertai keterangan bahwa bukti yang nyata telah datang (7:73), ada unta betina yang dikirim sebagai cobaan (54:27), dan ada tenggang tiga hari sesudah unta itu disembelih (11:65). Unta itu pun membawa peringatannya sendiri, sebab di 7:73 kaum itu dilarang menyentuhnya dengan keburukan agar tidak ditimpa azab yang pedih. Bentuk jamak di ayat ini dapat dibaca bersama rangkaian itu. Tsamud mendustakan seluruhnya, dari kata-kata sampai tanda yang dapat mereka lihat dan tenggang yang masih memberi mereka waktu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 91:11 pendustaan Tsamud dikaitkan dengan kelampauan-batas mereka. Menurut ayat itu, dorongan pendustaan datang dari dalam diri mereka, dan tidak ada keterangan bahwa buktinya kurang. Tanda yang mereka terima berupa unta yang dapat dilihat dan disentuh (7:73). Penolakan terhadap kebenaran dari Allah dapat diberi alasan yang terdengar rasional, sementara sumbernya keengganan untuk dibatasi. Ketika sebuah kebenaran terasa berat diterima, apakah beratnya terletak pada buktinya, atau pada batas yang akan dikenakannya?
  • Saleh mengingatkan kaumnya bahwa mereka memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah (7:74), lalu bertanya (أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ, a-tutrakuuna fii maa haahunaa aaminiina) yang berarti "apakah kalian akan dibiarkan tinggal di sini dalam keadaan aman" (26:146). Rumah dari batu gunung memberi rasa aman terhadap cuaca dan musuh, dan rasa aman itu mudah meluas menjadi rasa aman terhadap segalanya. Pertanyaan Saleh menyentuh anggapan bahwa keadaan hari ini akan dibiarkan berlangsung. Rasa aman yang dibangun dari keahlian dan kemakmuran menjangkau bahaya yang dapat diperhitungkan, sedangkan ketetapan Allah berada di luar hitungan itu. Apa yang selama ini diam-diam dianggap akan dibiarkan berlangsung?
  • Saleh bertanya kepada kaumnya (لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ, li-ma tasta'jiluuna bi-s-sayyi'ati qabla l-hasanati) yang berarti "mengapa kalian meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan?" (27:46), lalu menawarkan jalan lain, memohon ampunan kepada Allah agar mereka dirahmati. Tsamud menantang dan meminta azab yang dijanjikan itu didatangkan (7:77), padahal ampunan masih terbuka. Tantangan semacam itu terdengar berani, dan keberaniannya tidak mengubah kenyataan yang ditantang. Apa yang membuat seseorang lebih tergesa menuntut bukti keburukan daripada meminta kebaikan?
  • Sesudah azab menimpa, Saleh berpaling dari kaumnya dan berkata bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya dan menasihati mereka, (وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ, wa-laakin laa tuhibbuuna n-naashihiina) yang berarti "tetapi kalian tidak mencintai para pemberi nasihat" (7:79). Kalimat itu menyebut perasaan, dan perasaan itu menentukan nasib nasihatnya. Nasihat dari orang yang tidak disukai sulit didengar, seberapa pun benar isinya. Pertanyaan yang tersisa bagi pembaca menyangkut orang-orang yang pernah menasihatinya. Apakah nasihat mereka ditimbang dari isinya, atau dari rasa suka terhadap orangnya?
  • Di 41:17 Allah berfirman tentang Tsamud (فَهَدَيْنَاهُمْ, fa-hadaynaahum) yang berarti "maka Kami beri mereka petunjuk", lalu (فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ, fa-stahabbuu l-'amaa 'alaa l-hudaa) yang berarti "tetapi mereka lebih mencintai kebutaan daripada petunjuk". Petunjuk sudah sampai kepada mereka, dan kebutaan mereka lahir dari pilihan yang disertai rasa cinta. Kebutaan dapat terasa nyaman, sebab tidak melihat membebaskan dari tuntutan untuk berubah. Adakah hal yang sengaja tidak ingin dilihat karena melihatnya akan menuntut perubahan?
  • Ayat ini menyebut Tsamud sebagai kaum yang mendustakan, dan di tempat lain Al-Qur'an memperlihatkan bahwa kaum itu terbelah. Di 27:45 mereka menjadi (فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ, fariiqaani yakhtashimuuna) yang berarti "dua golongan yang bertengkar", dan di 7:75 sebagian dari mereka yang dianggap lemah menyatakan beriman kepada risalah Saleh. Di 11:66 Allah menyelamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya. Sebutan umum atas sebuah kaum tidak menghapus orang-orang di dalamnya yang memilih jalan lain. Di tengah lingkungan yang menolak, pilihan pribadi tetap tercatat di sisi Allah.