فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ
maka mereka berkata, “Apakah seorang manusia dari kita, satu orang, yang akan kita ikuti? Sesungguhnya jika begitu, kita benar-benar dalam kesesatan dan kegilaan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَقَالُواfa-qaaluumaka, mereka berkata
- أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُa-basharan minnaa waahidan nattabi'uhuapakah seorang manusia dari kita, satu orang, yang akan kita ikuti
- إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍinnaa idzan la-fii dalaalin wa-su'urinsesungguhnya jika begitu, kita benar-benar dalam kesesatan dan kegilaan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, b-sh-r, w-h-d, t-b-', d-l-l, s-'-r): a-basharan minnaa waahidan nattabi'uhu diterjemahkan 'apakah seorang manusia dari kita yang akan kita ikuti' (akar b-sh-r + akar t-b-', keberatan 'hanya-manusia', cf. 14:10, 23:34); dalaal wa su'ur diterjemahkan 'kesesatan & kegilaan' (akar d-l-l 78 + akar s-'-r). Selaras.
Aplikasi
Keberatan berbasis status sosial: 'apakah seorang manusia dari kita, satu orang, yang akan kita ikuti? Kita benar-benar dalam kesesatan dan kegilaan', penolakan berdasarkan asumsi bahwa kebenaran mustahil datang dari individu biasa yang setara secara sosial, prasangka status yang menghalangi penilaian objektif atas isi pesan.