أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ
Apakah peringatan dilemparkan kepadanya di antara kita? Bahkan, ia seorang pendusta lagi sombong.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَاa-ulqiya dz-dzikru 'alayhi min bayninaaapakah peringatan dilemparkan kepadanya di antara kita
- بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌbal huwa kadzdzaabun asyirunbahkan, ia seorang pendusta lagi sombong
Terjemahan per kata (9 kata)
- أَأُلْقِيَa-ulqiyaapakah diturunkan
- الذِّكْرُdz-dzikruperingatan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- مِنْmindari
- بَيْنِنَاbayninaadi antara kami
- بَلْbalbahkan
- هُوَhuwaia
- كَذَّابٌkadzdzaabunpendusta besar
- أَشِرٌasyirunyang sombong
Inti bacaan
Kecemburuan terselubung sebagai motif penolakan: 'apakah peringatan itu dilemparkan kepadanya di antara kita? Bahkan ia seorang pendusta lagi sombong', pengakuan bahwa penolakan seringkali berakar dari kecemburuan atas mengapa orang tertentu yang dipilih, bukan evaluasi objektif atas kebenaran pesan.
Penjelasan pilihan kata
Kata 'itu' setelah 'peringatan' dihapus: 'adz-dzikru' hanya bermarkah kata sandang takrif, bukan demonstratif. Kutipan yang dibuka di 54:24 ditutup di akhir ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan keberatan mereka: meragukan kepatutan Salih menerima wahyu, menuduhnya pendusta sombong.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam keberatan mereka bukan tentang isinya, melainkan tentang siapa yang dipilih. Orangnya. Pesannya tak disentuh sama sekali.
- Kata yang dipakai dilemparkan. Seolah sembarangan. Pemilihan itu digambarkan sebagai kebetulan yang tak layak.
- Allah merekam mereka menyebutnya pendusta lagi sombong. Dua tuduhan. Yang menuduh sombong justru yang keberatan karena bukan dirinya yang dipilih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, dz-k-r, b-y-n, k-dz-b, a-sh-r): a-ulqiya dh-dhikru alayhi min bayninaa diterjemahkan 'apakah peringatan dilemparkan kepadanya di antara kita' (akar l-q-y + akar dz-k-r, elitisme/kedengkian: mengapa DIA yang menerima wahyu, cf. 38:8, 43:31); kadhdhaab ashir diterjemahkan 'pendusta lagi sombong' (akar k-dz-b + akar '-sh-r). Selaras.