سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya pendusta lagi sombong.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سَيَعْلَمُونَ غَدًاsa-ya'lamuuna ghadankelak mereka akan mengetahui
- مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُmani l-kadzdzaabu l-asyirusiapa yang sebenarnya pendusta lagi sombong
Terjemahan per kata (5 kata)
- سَيَعْلَمُونَsa-ya'lamuunakelak mereka mengetahui
- غَدًاghadanesok
- مَنِmanisiapa yang
- الْكَذَّابُl-kadzdzaabupendusta besar
- الْأَشِرُl-asyiruyang sombong
Inti bacaan
Tsamud menuduh, dan Allah tidak membalas dengan vonis. Putusannya diserahkan ke hari esok, saat ancaman terlihat (19:75, 72:24). Susunan serupa dipakai Syuaib di 11:93 dan diperintahkan kepada utusan di 6:135.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ, sa-ya'lamuuna ghadan mani l-kadzdzaabu l-asyiru) yang berarti "kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya pendusta lagi sombong". Ucapan Tsamud berhenti di 54:25, dan ayat ini membawa suara lain. Kata kerja (سَيَعْلَمُونَ, sa-ya'lamuuna) berbentuk orang ketiga jamak, sehingga Tsamud dibicarakan tanpa disapa, dan ayat berikutnya menyapa seorang utusan dengan perintah tunggu dan bersabarlah (54:27). Dari susunan itu ayat ini terbaca sebagai firman Allah kepada Saleh tentang kaumnya. Awalan sa- pada kata kerja itu menandai waktu yang akan datang, dan terjemahannya memakai kata "akan".
Kata (غَدًا, ghadan) berakar غ-د-و, dan kata benda ghad tercatat di 5 ayat, yaitu 12:12, 18:23, 31:34, 54:26, dan 59:18. Di ayat-ayat lain kata itu menunjuk hari esok. Di 31:34, misalnya, Allah menyebut hal-hal yang pengetahuannya ada pada-Nya, termasuk (وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا, wa-maa tadrii nafsun maadzaa taksibu ghadan) yang berarti "dan tiada jiwa yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok". Di ayat ini terjemahannya "kelak", waktu yang pasti datang tanpa disebut harinya. Dalam kisah ini waktu itu tiba di 54:31, ketika satu suara menggelegar menimpa mereka.
Susunan (مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ, mani l-kadzdzaabu l-asyiru) dibuka dengan kata tanya man, "siapa". Kata kerja mengetahui yang langsung diikuti kata tanya man tercatat di 7 ayat lain, yaitu 6:135, 11:39, 11:93, 19:75, 20:135, 67:29, dan 72:24. Di 67:29 kalimatnya (فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, fa-sa-ta'lamuuna man huwa fii dhalaalin mubiinin) yang berarti "kelak kalian akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata", dan di 19:75 (فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا, fa-sa-ya'lamuuna man huwa syarrun makaanan) yang berarti "mereka akan mengetahui siapa yang lebih buruk kedudukannya". Di ayat-ayat itu dua pihak berselisih, dan perselisihan itu diserahkan kepada pengetahuan yang akan datang. Di 11:93 Syuaib memakai susunan yang dekat dengan ayat ini, (وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ, wa-man huwa kaadzibun) yang berarti "dan siapa yang pendusta".
Dua kata di ujung ayat ini mengulang tuduhan 54:25 dengan kata sandang al-. Di 54:25 keduanya tak tentu, kadzdzaabun asyirun, dan dilekatkan kepada satu orang yang sudah ditunjuk dengan kata ganti. Di sini, sesudah kata tanya man, (الْكَذَّابُ, l-kadzdzaabu) dan (الْأَشِرُ, l-asyiru) menjadi sebutan yang pemiliknya ditanyakan. Terjemahan menambahkan kata "sebenarnya" untuk menangkap pergeseran itu, dari tuduhan yang sudah diputuskan kepada pertanyaan yang jawabannya belum tampak.
Tafsiran
Ayat ini menjawab tuduhan Tsamud tanpa membalasnya dengan tuduhan. Tidak ada kalimat yang menyatakan bahwa merekalah pendustanya. Jawabannya ditangguhkan sampai mereka mengetahuinya sendiri, dan pengetahuan itu akan datang dari kejadian, tidak dari perdebatan.
Ayat-ayat yang memakai susunan serupa menunjukkan kapan pengetahuan itu biasanya tiba. Di 19:75 dan 72:24 kalimat mereka akan mengetahui didahului keterangan hingga apabila mereka melihat apa yang diancamkan kepada mereka. Pengetahuan tentang siapa pendusta datang bersama terlihatnya ancaman itu, dan bagi Tsamud ancaman itu tiba di 54:31.
Susunan ini juga menjelaskan perintah yang menyusul. Kalau jawaban atas tuduhan ada di waktu yang akan datang, tugas utusan di masa kini tidak terletak pada memenangkan perdebatan. Di 54:27 Saleh diperintahkan menunggu dan bersabar, dan kedua perintah itu sejalan dengan jawaban yang ditangguhkan di ayat ini.
Pertanyaan siapa juga membuka kembali perkara yang sudah Tsamud tutup. Di 54:25 mereka memutuskan jawabannya tanpa bertanya, dan ayat ini mengembalikan keputusan itu menjadi pertanyaan. Kisahnya sendiri kemudian menjawab. Kaum yang menuduh dibinasakan oleh satu suara yang menggelegar (54:31), dan di 11:66 Allah menyebut bahwa Dia menyelamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya berkat rahmat dari-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Saleh dituduh pendusta lagi sombong, dan jawaban atas tuduhan itu tidak datang hari itu juga. Allah membiarkan kebenaran terungkap kelak. Orang yang dituduh secara tidak adil sering merasa harus membersihkan namanya seketika, dan dorongan itu dapat menyeretnya ke dalam perdebatan yang tidak berujung. Ayat ini memperlihatkan sikap lain, menyerahkan penilaian kepada Allah dan kepada waktu yang Dia tetapkan. Apakah setiap tuduhan perlu dijawab hari ini, atau ada yang lebih baik dibiarkan dijawab oleh kejadian?
- Kata ghad di ayat ini menunjuk hari ketika Tsamud mengetahui siapa pendusta itu. Di 59:18 kata yang sama dipakai untuk setiap orang, (وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ, wa-l-tanzhur nafsun maa qaddamat li-ghadin) yang berarti "hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok", diapit dua perintah bertakwa kepada Allah. Setiap orang punya hari esok ketika hal-hal yang hari ini diperdebatkan menjadi terang. Isi hari esok itu disiapkan oleh perbuatan hari ini. Apa yang sedang dikirim ke hari esok lewat pekerjaan hari ini?
- Pertanyaan siapa pendusta lagi sombong di ayat ini ditujukan kepada Tsamud, dan bentuknya terbuka bagi siapa pun yang membacanya. Tsamud yakin sebutan itu milik orang lain. Pembaca yang pernah melekatkan sebutan buruk kepada orang lain dapat mengajukan pertanyaan yang sama kepada dirinya, dengan jujur di hadapan Allah. Kesombongan jarang dikenali oleh pemiliknya sendiri. Kalau pertanyaan siapa itu diarahkan ke dalam, jawaban apa yang muncul?
- Tsamud akan mengetahui, tetapi pengetahuan itu datang bersama azab. Di 89:23 Allah menggambarkan hari ketika Jahanam didatangkan, (يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ, yawma'idzin yatadzakkaru l-insaanu wa-annaa lahu dz-dzikraa) yang berarti "pada hari itu manusia teringat, tetapi bagaimana peringatan itu berguna baginya?". Ada pengetahuan yang menyelamatkan dan ada pengetahuan yang datang sesudah pintu tertutup. Perbedaannya terletak pada waktu datangnya. Kebenaran apa yang sudah diketahui hari ini dan masih ditunda untuk diikuti?
- Di 6:135 utusan Allah diperintahkan berkata (فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ, fa-sawfa ta'lamuuna man takuunu lahu 'aaqibatu d-daari) yang berarti "kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat kesudahan negeri akhirat", sesudah menyeru kaumnya berbuat menurut kedudukan mereka sementara dia pun berbuat. Perselisihan tidak dihentikan dengan paksaan, dan masing-masing pihak meneruskan pekerjaannya. Di tengah perbedaan pendapat yang tidak kunjung selesai, sikap ini menjaga tenaga untuk berbuat baik dan menyerahkan kesudahannya kepada Allah. Perselisihan mana yang selama ini menyita tenaga yang semestinya dipakai untuk berbuat?
- Tsamud berbicara tentang masa depan dengan yakin. Kalau mengikuti Saleh, kata mereka, mereka pasti tersesat (54:24). Ayat ini menjawab bahwa esok akan membuka hal yang lain. Di 18:23 utusan Allah dilarang berkata tentang sesuatu (إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا, innii faa'ilun dzaalika ghadan) yang berarti "sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok", dan ayat sesudahnya menyertakan kehendak Allah. Esok berada di tangan-Nya, termasuk esok yang sudah terasa pasti. Seberapa sering rencana dan ramalan tentang esok diucapkan tanpa mengingat Dia yang memegangnya?