إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ
Sesungguhnya Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka; maka, tunggulah mereka dan bersabarlah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْinnaa mursiluu n-naaqati fitnatan lahumsesungguhnya Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka
- فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْfa-rtaqibhum wa-shthabirmaka, tunggulah mereka dan bersabarlah
Terjemahan per kata (7 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- مُرْسِلُوmursiluuyang mengirimkan
- النَّاقَةِn-naaqatiunta betina
- فِتْنَةًfitnatanujian
- لَهُمْlahumbagi mereka
- فَارْتَقِبْهُمْfa-rtaqibhummaka tunggulah mereka
- وَاصْطَبِرْwa-shthabirdan bersabarlah
Inti bacaan
Ujian konkret yang disengaja: 'Kami mengirim unta betina sebagai cobaan bagi mereka; maka tunggulah mereka dan bersabarlah', pemberian tanda nyata dipasangkan instruksi kesabaran, menegaskan bahwa merespons ujian memerlukan waktu dan ketahanan, bukan reaksi instan.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan unta betina sebagai ujian nyata bagi kaum Tsamud.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut untanya cobaan, bukan hadiah. Dikirim. Sebagai ujian.
- Ujiannya bukan mengerjakan, melainkan membiarkan. Bukan disuruh berbuat. Disuruh menahan tangan.
- Salih disuruh Allah menunggu, bukan mendesak. Tunggulah mereka. Dan bersabarlah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-s-l, n-w-q, f-t-n, r-q-b, s-b-r): mursiluu n-naaqah diterjemahkan 'mengirim unta betina' (akar r-s-l + akar n-w-q); fitnah diterjemahkan 'cobaan' (akar f-t-n); irtaqibhum wa stabir diterjemahkan 'tunggulah & bersabarlah' (akar r-q-b + akar s-b-r). gloss '(wahai Saleh)' dibuang.