فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
Maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِfa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzurimaka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَذَابِي'adzaabiiazab-Ku
- وَنُذُرِwa-nudzuridan peringatan-peringatan-Ku
Inti bacaan
Pertanyaan yang sama dengan 54:16 dan 54:21, kali ini sebelum azab Tsamud diceritakan. Kebinasaan Tsamud disebut di 7 ayat dengan 5 kata, dan di surah 7, 11, serta 26 ancaman fa-ya'khudzakum terpenuhi lewat kata kerja akhadza.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ, fa-kayfa kaana 'adzaabii wa-nudzuri) yang berarti "maka, betapa azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!", sama huruf demi huruf dengan 54:16 dan 54:21. Uraian tentang susunan kalimatnya ada di 54:16, dan tentang kata azab-Ku yang berdiri tanpa sifat di 54:21. Di sini pembahasannya tertuju pada azab dan peringatan dalam kisah Tsamud, sebab keduanya disebut dengan nama yang beragam di surah-surah lain.
Kebinasaan Tsamud disebut di 7 ayat dengan 5 kata yang berbeda. Di 7:78 (فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ, fa-akhadzat-humu r-rajfatu) yang berarti "maka gempa menimpa mereka". Di 11:67 dan di 54:31 azab itu berupa (الصَّيْحَةُ, sh-shayhatu) yang berarti "suara yang menggelegar". Di 41:17 dan 51:44 mereka disambar petir, (صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ, shaa'iqatu l-'adzaabi l-huuni) yang berarti "petir azab yang menghinakan". Di 91:14 (فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ, fa-damdama 'alayhim rabbuhum bi-dzanbihim) yang berarti "maka Tuhan mereka menimpakan kehancuran atas mereka karena dosa mereka". Kata rajfah dan shayhah juga dipakai untuk kebinasaan kaum Syuaib (7:91, 11:94).
Kata kelima ada di 69:5, (فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ, fa-uhlikuu bi-th-thaaghiyati) yang berarti "mereka dibinasakan dengan yang melampaui batas". Kata thaaghiyah berakar ط-غ-ي, akar yang sama dengan thaghwaa di 91:11, kelampauan-batas yang menurut ayat itu mendorong pendustaan mereka. Kaum yang mendustakan karena melampaui batas dibinasakan dengan sesuatu yang disebut dari akar yang sama.
Peringatan-peringatan kepada Tsamud pun menyebut azab dengan sifat yang berbeda-beda. Larangan menyentuh unta itu dengan keburukan diakhiri ancaman yang di tiga surah dibuka kata kerja yang sama, (فَيَأْخُذَكُمْ, fa-ya'khudzakum) yang berarti "nanti kalian ditimpa". Azab itu disebut (عَذَابٌ أَلِيمٌ, 'adzaabun aliimun) yang berarti "azab yang pedih" di 7:73, (عَذَابٌ قَرِيبٌ, 'adzaabun qariibun) di 11:64, yang terjemahannya "segera ditimpa azab", dan (عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ, 'adzaabu yawmin 'azhiimin) yang berarti "azab pada hari yang agung" di 26:156. Ketiga sifat itu sudah diucapkan sebelum unta itu disembelih.
Di ketiga surah itu pula, kebinasaan Tsamud diceritakan dengan kata kerja dari akar yang sama, أ-خ-ذ. Di 7:78 gempa menimpa mereka, di 11:67 (وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ, wa-akhadza lladziina zhalamuu sh-shayhatu) yang berarti "dan suara yang menggelegar menimpa orang-orang yang zalim", dan di 26:158 (فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ, fa-akhadzahumu l-'adzaabu) yang berarti "maka mereka ditimpa azab". Kata kerja dalam ancaman muncul kembali dalam kejadiannya, sehingga di setiap surah peringatan dan azab terhubung lewat kata yang sama.
Tafsiran
Dalam kisah Tsamud, pertanyaan ini berdiri di antara pelanggaran (54:29) dan azab (54:31). Kisah Ad di surah ini tidak menceritakan peringatannya, sebagaimana dicatat di 54:21. Kisah Tsamud menceritakannya, unta sebagai cobaan dan aturan giliran air (54:27-28), lalu menceritakan pelanggarannya. Ketika pertanyaan ini datang, pembaca sudah memegang peringatan dan pelanggaran, dan belum melihat azabnya. Pertanyaan itu memintanya menimbang keduanya sebelum melihat akhirnya.
Di surah 11 jarak antara penyembelihan dan azab berupa tenggang tiga hari (11:65). Di surah ini jarak itu berupa satu pertanyaan. Sesudahnya azab diceritakan dalam satu ayat, satu suara menggelegar (54:31), pendek dibandingkan panjang kisah yang mendahuluinya. Kisah yang panjang tentang peringatan ditutup dengan azab yang datang sekali.
Letak pertanyaan ini juga berbeda dari kisah Ad. Dalam kisah Ad pertanyaan yang sama mendahului dan menyusul cerita azabnya (54:18 dan 54:21). Dalam kisah Tsamud pertanyaan itu muncul sekali, sebelum azab, dan sesudah azab diceritakan surah ini langsung beralih ke kalimat tentang Al-Qur'an yang dimudahkan untuk pelajaran (54:32). Pembaca kisah Tsamud menerima pertanyaan itu ketika jawabannya belum tertulis, dan menjawabnya dari peringatan-peringatan yang sudah dia baca.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan ini berdiri di antara perbuatan dan akibatnya, dan jeda semacam itu juga ada dalam hidup pembaca. Di 39:54 Allah menyeru (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ, min qabli an ya'tiyakumu l-'adzaabu) yang berarti "sebelum datang azab kepada kalian", didahului perintah kembali kepada Tuhan dan berserah diri kepada-Nya. Jeda itu tidak berlangsung selamanya, dan ukurannya tidak diketahui. Kesalahan yang sudah terjadi masih dapat disusul dengan kembali kepada Allah selama jeda itu belum habis. Kesalahan mana yang masih menunggu untuk disusul dengan kembali kepada-Nya?
- Di 17:59, ayat yang sama dengan unta Tsamud, Allah berfirman (وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا, wa-maa nursilu bi-l-aayaati illaa takhwiifan) yang berarti "dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti". Rasa takut yang ditimbulkan tanda-tanda itu bertujuan menghentikan langkah sebelum terlambat. Tsamud melihat tanda itu setiap hari dan tidak merasa takut. Rasa takut yang datang pada waktunya dapat menjadi rahmat. Tanda apa yang hari ini lewat di depan mata tanpa menimbulkan rasa takut sedikit pun?
- Di 51:43 Tsamud diberi tahu (تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ, tamatta'uu hattaa hiinin) yang berarti "bersenang-senanglah sampai suatu waktu". Kesenangan mereka diberi batas, dan adanya batas itu diberitahukan kepada mereka, walaupun waktunya disebut samar, suatu waktu. Kesenangan hari ini pun berlangsung sampai waktu yang Allah tetapkan, dan batasnya tidak diberitahukan. Kesenangan yang dijalani seakan-akan tanpa ujung membuat orang lupa bahwa waktunya sedang berjalan. Seandainya batas itu diberitahukan hari ini, apa yang akan berubah dalam cara menikmati kesenangan?
- Surah 91 menutup kisah Tsamud dengan (وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا, wa-laa yakhaafu 'uqbaahaa) yang berarti "dan Dia tidak takut akan akibatnya" (91:15). Tsamud menyembelih unta sambil menantang azab didatangkan (7:77), seakan-akan perbuatan mereka tidak akan berbalas. Manusia menimbang pembalasan sebelum bertindak, dan orang yang merasa kuat mengira tidak ada yang dapat membalasnya. Allah tidak terikat oleh perhitungan semacam itu. Kekuatan siapa yang selama ini diam-diam diandalkan untuk berlindung dari akibat?
- Di 51:44 petir menyambar Tsamud (وَهُمْ يَنْظُرُونَ, wa-hum yanzhuruuna) yang berarti "sedang mereka menyaksikan", dan 51:45 menyebut bahwa mereka tidak mampu bangun. Mereka melihat azab itu datang dan tidak dapat berbuat apa-apa. Melihat bahaya tidak menyelamatkan kalau waktu untuk menghindar sudah lewat. Pada saat yang masih lapang, peringatan Allah dapat dilihat dan masih ada waktu untuk bergerak. Peringatan mana yang sedang dilihat hari ini selagi masih ada waktu untuk bergerak?
- Tsamud mendustakan karena melampaui batas (91:11), dan dibinasakan dengan sesuatu yang di 69:5 disebut dari akar yang sama. Akhir mereka tumbuh dari perbuatan mereka sendiri, dan 91:14 menyebut kehancuran itu datang karena dosa mereka. Keadilan Allah tampak dalam kesesuaian antara perbuatan dan balasannya. Bentuk akhir sebuah perjalanan sering sudah terbaca dalam langkah-langkah awalnya. Langkah apa yang hari ini sedang membentuk akhir perjalanan sendiri?