إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ
Sesungguhnya Kami mengirim atas mereka satu suara menggelegar, maka jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةًinnaa arsalnaa 'alayhim shayhatan waahidatansesungguhnya Kami mengirim atas mereka satu suara menggelegar
- فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِfa-kaanuu ka-hasyiimi l-muhtazhirimaka, jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَكَانُواfa-kaanuumaka mereka menjadi
- كَهَشِيمِka-hasyiimiseperti rumput kering
- الْمُحْتَظِرِl-muhtazhiripembuat kandang
Inti bacaan
Kehancuran instan dan menyeluruh: 'Kami mengirim atas mereka satu suara menggelegar, maka jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang', perumpamaan yang menegaskan betapa rapuhnya eksistensi manusia ketika berhadapan dengan konsekuensi yang telah ditetapkan.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Tsamud: satu suara menggelegar cukup meratakan mereka seperti rumput kering.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut satu suara, bukan pasukan. Sekali. Cukup.
- Perbandingannya rumput kering yang sudah dipakai. Bukan yang di ladang. Sisa yang dikumpulkan.
- Yang dulu kokoh menjadi serpihan. Allah memilih perumpamaan yang rendah. Bukan puing megah, melainkan rumput kandang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-s-l, s-y-h, w-h-d, k-w-n, h-sh-m, h-zh-r): sayhah waahidah diterjemahkan 'satu suara menggelegar' (akar s-y-h + akar w-h-d); hashiim al-muhtazhir diterjemahkan 'rumput kering pembuat kandang' (akar h-sh-m + akar h-zh-r). Selaras.