إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ
Sesungguhnya Kami mengirim atas mereka satu suara menggelegar, maka jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةًinnaa arsalnaa 'alayhim shayhatan waahidatansesungguhnya Kami mengirim atas mereka satu suara menggelegar
- فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِfa-kaanuu ka-hasyiimi l-muhtazhirimaka, jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَكَانُواfa-kaanuumaka mereka menjadi
- كَهَشِيمِka-hasyiimiseperti rumput kering
- الْمُحْتَظِرِl-muhtazhiripembuat kandang
Inti bacaan
Kaum yang berulang kali diingatkan lenyap oleh satu kejadian. Rumusan serupa dipakai 36:29 bagi sebuah kota dan 38:15 bagi mereka yang menanti. Nasib Tsamud mencerminkan perumpamaan hidup duniawi di 18:45.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, innaa arsalnaa 'alayhim) yang berarti "sesungguhnya Kami mengirim atas mereka". Susunan arsalnaa 'alayhim tercatat di 9 ayat, dan tiga di antaranya berada di surah ini, yaitu 54:19 untuk angin yang menimpa Ad, ayat ini untuk Tsamud, dan 54:34 untuk kaum Lut. Enam lainnya tersebar di 7:133, 7:162, 33:9, 34:16, 41:16, dan 51:41. Akar ر-س-ل yang sama sudah dipakai untuk unta di 54:27, (إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ, innaa mursiluu n-naaqati) yang berarti "sesungguhnya Kami mengirim unta betina". Tsamud menerima dua kiriman yang disebut dengan akar yang sama, cobaan lebih dulu dan azab sesudahnya.
Kata (صَيْحَةً, shayhatan) berakar ص-ي-ح, dan kata shayhah tercatat di 13 ayat. Di 11:67 kata itu dipakai untuk Tsamud, di 11:94 untuk kaum Syuaib, dan di 15:73 untuk kaum Lut, (فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ, fa-akhadzat-humu sh-shayhatu musyriqiina) yang berarti "maka suara yang menggelegar menimpa mereka ketika matahari terbit". Susunan (صَيْحَةً وَاحِدَةً, shayhatan waahidatan) yang berarti "satu suara menggelegar" tercatat di 5 ayat, yaitu 36:29, 36:49, 36:53, 38:15, dan 54:31. Di 36:29 susunan itu dipakai untuk kebinasaan penduduk sebuah negeri, dan di 36:53 untuk hari ketika semua orang dikumpulkan, (فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, fa-idzaa hum jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "maka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami". Di 38:15 satu teriakan itu disebut tidak memiliki sela.
Kalimat kedua berbunyi (فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ, fa-kaanuu ka-hasyiimi l-muhtazhiri) yang berarti "maka jadilah mereka seperti rumput kering milik pembuat kandang". Kata hasyiim berakar ه-ش-م dan tercatat di 2 ayat. Selain di sini, kata itu muncul dalam perumpamaan kehidupan dunia di 18:45. Di sana air turun dari langit dan tumbuhan bumi bercampur dengannya, lalu (فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ, fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhu r-riyaahu) yang berarti "kemudian ia menjadi kering yang diterbangkan angin". Di kedua ayat itu hasyiim menunjuk tumbuhan yang sudah mengering, begitu ringan sehingga angin dapat membawanya.
Kata (الْمُحْتَظِرِ, l-muhtazhiri) berakar ح-ظ-ر dan berbentuk pelaku. Terjemahannya "pembuat kandang", orang yang memagari tempat bagi ternaknya, dan rumput kering di ayat ini disebut sebagai miliknya. Akar ini tercatat di 2 ayat, dan di 17:20 akar yang sama dipakai untuk pemberian Tuhan yang tidak terhalang. Bunyinya dekat dengan muhtadhar di 54:28, dan perbedaan kedua kata itu sudah diuraikan di sana. Perumpamaan di ayat ini dibuka dengan huruf ka- yang melekat pada hasyiim, sedangkan perumpamaan untuk Ad di 54:20 dibuka dengan (كَأَنَّهُمْ, ka-annahum) yang berarti "seakan-akan mereka".
Tafsiran
Ayat ini menceritakan akhir Tsamud dalam satu kalimat. Peringatan kepada mereka disebut dengan bentuk jamak (54:23), cobaan dan aturannya dirinci dalam dua ayat (54:27-28), dan pelanggarannya diceritakan dengan tiga kata kerja (54:29). Azabnya datang sebagai satu suara. Kata waahidah menandai bahwa kaum yang menerima peringatan berkali-kali dibinasakan oleh satu kejadian.
Perumpamaan di ujung ayat membalik gambaran Tsamud di surah lain. Mereka kaum (الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ, lladziina jaabuu sh-shakhra bi-l-waadi) yang berarti "yang memahat batu-batu besar di lembah" (89:9), dan di 7:74 mereka memahat gunung-gunung menjadi rumah. Di ayat ini mereka menjadi rumput kering di kandang, bahan yang ringan dan mudah diterbangkan. Kekuatan yang mereka bangun dari batu tidak mengubah akhir yang ditetapkan bagi mereka.
Di surah ini dua kaum yang dibinasakan disamakan dengan tumbuhan, Ad dengan pangkal pohon kurma yang tumbang (54:20) dan Tsamud dengan rumput kering. Pemakaian lain kata hasyiim di 18:45 menyangkut kehidupan dunia seluruhnya, sehingga akhir Tsamud memperlihatkan pada satu kaum apa yang 18:45 katakan tentang dunia. Di 29:40 suara yang menggelegar disebut bersama tiga bentuk azab lain, dan ayat itu ditutup dengan keterangan bahwa Allah tidak menzalimi mereka.
Renungan dan Hikmah
- Kaum yang membangun rumah di gunung dibinasakan oleh satu suara. Allah tidak membutuhkan banyak sarana untuk menetapkan akhir sebuah kaum, dan di 36:53 satu teriakan yang sama menghadirkan semua orang kepada-Nya. Rasa aman yang dibangun dari banyaknya perlindungan, dinding, harta, dan hubungan, mudah membuat orang lupa betapa sedikit yang dibutuhkan untuk mengakhirinya. Perlindungan apa yang selama ini diandalkan, dan apa artinya di hadapan satu suara dari-Nya?
- Kata hasyiim di ayat ini juga dipakai Allah dalam perumpamaan kehidupan dunia (18:45). Tumbuhan yang hijau karena air dari langit akhirnya mengering dan diterbangkan angin. Tsamud mengalami dalam satu hari apa yang dialami setiap kemegahan dunia dalam waktu yang lebih panjang. Kesadaran ini tidak meminta orang meninggalkan dunia, dan meminta cara memegang yang lain, sebab yang dipegang pada akhirnya akan mengering. Kemegahan mana yang sedang dipegang seakan-akan tidak akan pernah kering?
- Tsamud memahat batu-batu besar di lembah (89:9) dan menjadikan gunung sebagai rumah (7:74). Keahlian itu nyata, dan hasilnya bertahan lebih lama dari pemiliknya. Di ayat ini para pemahat batu itu disamakan dengan rumput kering. Karya manusia dapat bertahan, sedangkan pembuatnya tetap berada di bawah ketetapan Allah. Apa yang sedang dibangun hari ini, dan apakah pembangunnya ikut dipersiapkan untuk menghadap-Nya?
- Tentang orang-orang yang menolak, Allah berfirman di 38:15 (وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً, wa-maa yanzhuru haa'ulaa'i illaa shayhatan waahidatan) yang berarti "dan orang-orang ini tidak menunggu selain satu teriakan". Mereka tidak merasa sedang menunggu apa pun, sementara ayat itu menyebut apa yang sebenarnya mereka tunggu. Hari-hari yang dijalani tanpa arah pun sedang bergerak menuju sesuatu. Kalau hari ini diukur dari ujungnya, apa yang sebenarnya sedang ditunggu?
- Di 63:4 orang-orang munafik digambarkan (يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ, yahsabuuna kulla shayhatin 'alayhim) yang berarti "mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka". Mereka takut pada setiap suara manusia, sedangkan Tsamud tidak takut pada peringatan yang datang dari Allah. Rasa takut dapat salah alamat, cemas terhadap penilaian orang dan tenang terhadap ketetapan Allah. Suara siapa yang selama ini lebih ditakuti, suara manusia atau peringatan dari-Nya?
- Di 29:40 Allah menyebut empat bentuk azab, termasuk suara yang menggelegar, lalu menutupnya dengan (وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ, wa-maa kaana llaahu li-yazhlimahum) yang berarti "dan Allah tidaklah menzalimi mereka", disusul keterangan bahwa merekalah yang menzalimi diri sendiri. Akhir Tsamud datang sesudah peringatan, cobaan, dan pelanggaran yang mereka pilih. Ketika keburukan menimpa, dorongan pertama sering berupa mencari pihak lain untuk disalahkan. Pilihan mana yang diam-diam ikut membentuk keadaan yang hari ini disesali?