وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran; maka, adakah yang mengambil pelajaran?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِwa-la-qad yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikridan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran
- فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍfa-hal min muddakirinmaka, adakah yang mengambil pelajaran
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- يَسَّرْنَاyassarnaaKami memudahkan
- الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an
- لِلذِّكْرِli-dz-dzikriuntuk peringatan
- فَهَلْfa-halmaka apakah
- مِنْmindari
- مُدَّكِرٍmuddakirinorang yang mengambil pelajaran
Inti bacaan
Refrain ketiga, diletakkan sesudah kisah permintaan mukjizat. 17:59 dan 29:50-51 memperlihatkan bahwa bukti bagi pembaca berupa Al-Qur'an yang dimudahkan, dan 19:98 memasangkan kemudahan itu dengan generasi yang telah binasa.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ, wa-la-qad yassarnaa l-qur'aana li-dz-dzikri fa-hal min muddakirin) yang berarti "dan sungguh, Kami telah memudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran; maka, adakah yang mengambil pelajaran?", sama huruf demi huruf dengan 54:17 dan 54:22, dan akan muncul sekali lagi di 54:40. Uraian tentang wa-la-qad dan kata kerja memudahkan ada di 54:17, dan tentang kata qur'aan dan dzikr di 54:22. Di sini pembahasannya tertuju pada ayat-ayat yang menyusul kata kerja yang sama di luar surah ini, dan pada kata tanya di ujung ayat.
Kata kerja (يَسَّرْنَا, yassarnaa) tercatat di 6 ayat. Empat berada di surah ini, dan dua lainnya, 19:97 dan 44:58, sudah dibahas di 54:17 dari sisi tujuan yang disebutnya. Ayat yang menyusul keduanya belum dibahas. Sesudah 19:97 datang (وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ, wa-kam ahlaknaa qablahum min qarnin) yang berarti "betapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka", lalu pertanyaan (هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ, hal tuhissu minhum min ahadin) yang berarti "apakah engkau melihat salah seorang dari mereka" (19:98). Di surah 19 dan di surah ini, kemudahan Al-Qur'an, kebinasaan kaum terdahulu, dan kata tanya hal berdekatan. Urutannya berbeda. Di surah 19 kemudahan disebut lebih dulu, sedangkan di sini kebinasaan Tsamud (54:31) mendahului pernyataan kemudahan.
Sesudah 44:58 datang perintah (فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ, fa-rtaqib innahum murtaqibuuna) yang berarti "maka, tunggulah; sesungguhnya mereka pun sedang menunggu" (44:59). Kata kerja perintah itu sama dengan perintah kepada Saleh di 54:27. Di surah 44 kemudahan Al-Qur'an disusul perintah menunggu. Di surah ini perintah menunggu kepada Saleh datang lebih dulu, lalu kebinasaan kaumnya, lalu pernyataan kemudahan ini.
Kata tanya (فَهَلْ, fa-hal) tercatat di 23 ayat, dan 6 di antaranya berada di surah ini, yaitu 54:15, 54:17, 54:22, 54:32, 54:40, dan 54:51. Di keenam ayat itu fa-hal diikuti min muddakirin, dan kata muddakir tidak muncul di luar keenam ayat tersebut. Di luar surah ini, fa-hal di 69:8 bertanya tentang kaum yang sama, (فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ, fa-hal taraa lahum min baaqiyatin) yang berarti "maka adakah engkau melihat seorang pun yang tersisa dari mereka?", sesudah kebinasaan Tsamud dan Ad diceritakan di 69:5-7. Kedua pertanyaan itu memakai susunan yang sama, fa-hal, lalu min di depan kata benda tak tentu. Di 69:8 pertanyaan itu mencari sisa kaum yang binasa, dan di ayat ini mencari orang hidup yang mengambil pelajaran.
Tafsiran
Ayat ini datang sesudah kisah kaum yang meminta tanda dan menerima tanda itu. Tsamud menuntut tanda (26:154), unta dikirim sebagai cobaan (54:27), lalu disembelih (54:29). Di 17:59 Allah menyatakan bahwa pengiriman tanda-tanda tertahan karena tanda-tanda itu sudah didustakan orang-orang terdahulu, dan unta Tsamud disebut dalam ayat yang sama. Kisah yang baru selesai dibaca termasuk alasan mengapa tanda semacam unta itu tidak lagi dikirim.
Di 29:50 orang-orang bertanya mengapa tidak diturunkan tanda-tanda kepada utusan Allah, dan 29:51 menjawab dengan pertanyaan (أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ, a-wa-lam yakfihim annaa anzalnaa 'alayka l-kitaaba yutlaa 'alayhim) yang berarti "tidak cukupkah bagi mereka bahwa Kami menurunkan Kitab kepadamu yang dibacakan kepada mereka?". Dibaca bersama kedua ayat itu, pernyataan kemudahan sesudah kisah Tsamud menunjuk tanda yang diberikan kepada pembaca, sebuah kitab yang dibacakan dan dimudahkan untuk pelajaran. Unta Tsamud dapat disembelih dan lenyap, sedangkan kitab ini tetap dapat dibaca oleh siapa pun yang membukanya.
Pertanyaan di ujung ayat datang tepat sesudah gambaran rumput kering (54:31). Dari Tsamud tidak ada lagi yang dapat dilihat, sebagaimana ditanyakan 69:8, dan yang tersisa kisah mereka di dalam kitab ini. Pertanyaan adakah yang mengambil pelajaran karena itu ditujukan kepada pembaca yang masih hidup dan masih dapat memilih.
Renungan dan Hikmah
- Tsamud meminta tanda dan menerima unta. Pembaca Al-Qur'an menerima tanda dalam bentuk lain, kitab yang dibacakan, dan 29:51 bertanya apakah itu tidak cukup. Keinginan akan bukti tambahan sering muncul ketika bukti yang ada belum dibaca dengan sungguh-sungguh. Orang menunggu tanda yang luar biasa, sementara kitab yang dimudahkan Allah tergeletak di dekatnya. Berapa banyak ayat yang sudah dibaca dengan sungguh-sungguh sebelum meminta bukti yang lain?
- Unta Tsamud disembelih, dan kitab ini tidak dapat diperlakukan seperti itu. Kitab itu dapat diperlakukan dengan cara lain. Di 25:30 Rasul mengadu kepada Tuhannya (إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا, inna qawmii ttakhadzuu haadzaa l-qur'aana mahjuuran) yang berarti "sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini sebagai sesuatu yang terabaikan". Kitab yang tetap ada dapat ditinggalkan tanpa pernah disentuh keburukan. Dalam hidup sehari-hari, Al-Qur'an lebih sering dibaca, dipajang, atau dilupakan?
- Di 19:98 dan 69:8 Allah bertanya apakah masih ada yang tersisa dari kaum-kaum yang dibinasakan, dan pertanyaan itu tidak memerlukan jawaban. Kaum yang dahulu kuat sekarang dikenal dari kisahnya saja. Setiap orang pun kelak dikenang lewat cerita yang ditinggalkannya, dan cerita itu ditulis oleh perbuatannya sendiri. Kalau hidup hari ini kelak menjadi kisah, pelajaran apa yang akan terbaca darinya?
- Di 19:97 Al-Qur'an dimudahkan untuk dua hal, kabar gembira bagi orang-orang yang bertakwa dan peringatan bagi kaum yang membangkang. Kitab yang sama sampai kepada dua kelompok pembaca, dan isi yang terdengar bergantung pada keadaan pembacanya. Kisah Tsamud dapat dibaca sebagai berita tentang kaum lain atau sebagai peringatan bagi diri sendiri. Ketika kisah kebinasaan dibaca, bagian mana yang terasa ditujukan kepada diri sendiri di hadapan Allah?
- Unta dikirim kepada Tsamud, untuk satu kaum di satu tempat. Al-Qur'an disebut (إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ, in huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiina) yang berarti "ia tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam" (81:27). Tanda yang diberikan kepada pembaca tidak terikat pada satu kaum atau satu masa. Orang yang membacanya hari ini berdiri di hadapan peringatan yang sama dengan setiap pembaca sebelumnya. Apakah peringatan itu diperlakukan sebagai milik orang lain, atau sebagai yang Allah tujukan kepada diri sendiri?
- Ayat ini datang tepat sesudah gambaran kaum yang menjadi rumput kering (54:31). Kisah kebinasaan dapat dinikmati sebagai tontonan, sebagaimana berita bencana hari ini dapat dilewati sebagai hiburan yang menegangkan. Pertanyaan adakah yang mengambil pelajaran memisahkan kedua cara membaca itu. Pelajaran menuntut pembaca bertanya apa yang harus berubah dalam dirinya di hadapan Allah. Sesudah membaca kisah Tsamud, adakah yang berubah dalam cara menjalani hari ini?