كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ

Kaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِkadzdzabat qawmu luuthin bi-n-nudzurikaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
  2. قَوْمُqawmukaum
  3. لُوطٍluuthinLut
  4. بِالنُّذُرِbi-n-nudzuriperingatan-peringatan

Inti bacaan

Pembuka kisah keempat. Nuh dan Lut dikenal lewat nama utusan, Ad dan Tsamud lewat nama sendiri. Surah 26 memuat keempat kaum dengan urutan serupa (26:105, 123, 141, 160). Kadzdzabat tak dipakai lagi sesudah ini; Firaun di 54:42 memakai kadzdzabuu.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka kisah keempat dengan (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ, kadzdzabat qawmu luuthin bi-n-nudzuri) yang berarti "kaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan". Kata kerja kadzdzabat sudah membuka kisah kaum Nuh di 54:9, kisah Ad di 54:18, dan kisah Tsamud di 54:23. Dari keempat kaum itu, dua disebut dengan nama mereka sendiri, Ad dan Tsamud, dan dua disebut sebagai kaum dari utusan mereka, (قَوْمُ نُوحٍ, qawmu nuuhin) di 54:9 dan (قَوْمُ لُوطٍ, qawmu luuthin) di ayat ini.

Nama Lut tercatat di 27 ayat, dan susunan qawmu luuthin di 7 ayat, yaitu 11:70, 11:74, 11:89, 22:43, 26:160, 38:13, dan 54:33. Di 50:13 kaum itu disebut (وَإِخْوَانُ لُوطٍ, wa-ikhwaanu luuthin) yang berarti "dan saudara-saudara Lut", dan di 26:161 Lut disebut (أَخُوهُمْ لُوطٌ, akhuuhum luuthun) yang berarti "saudara mereka, Lut". Negeri mereka di 9:70, 53:53, dan 69:9 disebut dengan kata dari akar أ-ف-ك, misalnya (وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ, wa-l-mu'tafikata ahwaa) yang berarti "dan negeri yang dijungkirbalikkan, Dia jatuhkan" (53:53). Kaum itu dikenal lewat nama utusannya dan lewat keadaan negerinya sesudah azab.

Di surah 26 empat kaum yang sama dibuka dengan kata kerja yang sama, dalam urutan yang sama. Kaum Nuh di 26:105, Ad di 26:123, Tsamud di 26:141, dan kaum Lut di 26:160, (كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzabat qawmu luuthin l-mursaliina) yang berarti "kaum Lut telah mendustakan para rasul". Di surah 26 sasaran pendustaan itu para rasul, sedangkan di surah ini peringatan-peringatan. Utusan kaum Lut seorang, dan kedua surah memakai bentuk jamak untuk yang mereka dustakan. Di surah 26 rangkaian itu berlanjut dengan penduduk Aikah (26:176), dan di surah ini dengan keluarga Firaun (54:41).

Susunan bi-n-nudzuri tercatat di 3 ayat, dan dua di antaranya berada dalam kisah kaum Lut, di ayat ini dan di 54:36. Di 54:36 isi peringatan itu disebut, (وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا, wa-la-qad andzarahum bathsyatanaa) yang berarti "dan sungguh, ia telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami", lalu (فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ, fa-tamaaraw bi-n-nudzuri) yang berarti "tetapi mereka membantah peringatan-peringatan". Kisah ini dibuka dengan pendustaan peringatan dan menyebut lagi bantahan atas peringatan tiga ayat kemudian.

Akar ك-ذ-ب tercatat di 8 ayat surah ini, yaitu 54:3, 54:9, 54:18, 54:23, 54:25, 54:26, 54:33, dan 54:42. Empat kisah pertama dibuka dengan kadzdzabat dan nama kaumnya. Kisah kelima, keluarga Firaun, dibuka dengan kedatangan peringatan (54:41), dan pendustaannya disebut di ayat kedua kisah itu dengan kata kerja jamak, (كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كُلِّهَا, kadzdzabuu bi-aayaatinaa kullihaa) yang berarti "mereka mendustakan semua tanda-tanda Kami" (54:42). Ayat ini karena itu menjadi pembuka terakhir yang memakai susunan kadzdzabat di surah ini.

Tafsiran

Ayat ini membuka kisah kaum Lut, 54:33-40, dan susunan kisahnya berbeda dari kisah Tsamud. Dalam kisah Tsamud keberatan, cobaan, dan pelanggaran diceritakan lebih dulu (54:24-29), lalu azabnya (54:31). Dalam kisah kaum Lut azab dan penyelamatan disebut segera di ayat berikutnya (54:34-35). Sesudah itu kisah kembali kepada peringatan (54:36) dan perbuatan mereka terhadap tamu Lut (54:37), lalu azab disebut sekali lagi dengan waktunya, pagi hari (54:38). Pembaca mengetahui akhir kaum ini sebelum mengetahui apa yang mereka perbuat.

Sebutan qawmu luuthin mengikat kaum itu kepada utusan yang mereka tolak. Di 26:161 Lut disebut saudara mereka, dan di 26:167 mereka mengancam akan mengusirnya kalau dia tidak berhenti. Di 27:56 mereka memerintahkan agar keluarga Lut diusir dengan alasan (إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ, innahum unaasun yatathahharuuna) yang berarti "sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri". Kaum itu berusaha menyingkirkan Lut dari tengah mereka, dan Al-Qur'an mengenang mereka dengan nama orang yang hendak mereka singkirkan.

Di surah lain kisah kaum Lut bersambung dengan kisah Ibrahim. Di 29:26 Lut beriman kepada Ibrahim, (فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ, fa-aamana lahu luuthun) yang berarti "maka Lut membenarkannya", dan di 29:31-32 serta 51:31-32 para utusan yang membawa azab bagi kaum Lut lebih dulu singgah kepada Ibrahim. Surah ini tidak menyebut Ibrahim, dan kisahnya dibuka langsung dengan pendustaan, sejalan dengan tiga kisah sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kaum ini berusaha mengusir Lut dari negeri mereka, dan Allah menyebut mereka dengan namanya, kaum Lut. Orang yang ditolak dan diancam itu menjadi nama yang dikenang. Penolakan terhadap orang yang mengingatkan tidak menghapus orang itu dari sejarah. Kadang penolakan itu malah mengikat nama si penolak kepadanya untuk selamanya. Di 26:167 ancaman pengusiran itu diucapkan terang-terangan, dan ancaman itu tidak pernah terlaksana. Siapa yang pernah disingkirkan karena mengingatkan, dan bagaimana kisah itu akan dikenang di sisi Allah?
  • Di 26:161 Lut disebut saudara mereka, dan kalimat pertamanya di surah itu (أَلَا تَتَّقُونَ, a-laa tattaquuna) yang berarti "tidakkah kalian bertakwa?". Peringatan itu datang dari orang yang disebut saudara, dari dalam lingkungan mereka sendiri. Peringatan dari orang dekat sering lebih sulit diterima daripada peringatan dari orang asing, karena kedekatan membuat orang merasa berhak menolak, dan kekurangan si pengingat lebih mudah terlihat daripada isi peringatannya. Peringatan dari saudara mana yang selama ini ditepis karena datang dari orang yang terlalu dikenal?
  • Kaum Lut memerintahkan agar keluarganya diusir karena mereka orang-orang yang menyucikan diri (27:56). Kesucian menjadi alasan pengusiran. Dalam lingkungan yang menganggap keburukan sebagai kebiasaan, orang yang menjaga diri terasa mengganggu, dan kehadirannya dirasakan sebagai teguran diam. Allah mencatat alasan itu sebagai kesaksian bagi keluarga Lut. Pernahkah kesediaan menjaga diri terasa seperti beban karena lingkungan tidak menyukainya?
  • Lut berkata (إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ, innii li-'amalikum mina l-qaaliina) yang berarti "sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat membenci perbuatan kalian" (26:168). Kebenciannya tertuju pada perbuatan, dan dia tetap tinggal di tengah mereka untuk mengingatkan. Memisahkan perbuatan dari pelakunya memberi ruang untuk terus menyeru kepada Allah tanpa menutup pintu. Ketika menolak keburukan orang lain, apakah yang ditolak perbuatannya atau orangnya?
  • Di 29:29 Lut menegur kaumnya karena (وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ, wa-ta'tuuna fii naadiikumu l-munkara) yang berarti "dan kalian mendatangkan kemungkaran di majelis kalian". Keburukan mereka tidak disembunyikan, dan dikerjakan di tempat orang berkumpul. Ketika keburukan menjadi hal yang dipertontonkan bersama, rasa malu hilang dan teguran terdengar asing. Orang yang menegur tampak sebagai pengganggu suasana, dan jawaban kaum Lut di ayat yang sama berupa tantangan agar azab Allah didatangkan. Keburukan apa yang hari ini sudah dianggap biasa karena dilihat bersama-sama?
  • Surah 26 dan surah ini menyebut empat kaum yang sama dalam urutan yang sama, kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan kaum Lut. Kaum-kaum itu hidup di tempat dan masa yang berbeda, dan setiap kaum mengira keadaannya berbeda dari kaum sebelumnya. Al-Qur'an memperlihatkan pola yang berulang, peringatan dari Allah, pendustaan, lalu akibatnya. Setiap generasi merasa dirinya pengecualian, dengan alasan zamannya lain, kekuatannya lain, dan pengetahuannya lebih maju. Bagian mana dari pola itu yang sedang berulang dalam kehidupan hari ini?