كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ
Kaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِkadzdzabat qawmu luuthin bi-n-nudzurikaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan
Terjemahan per kata (4 kata)
- كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
- قَوْمُqawmukaum
- لُوطٍluuthinLut
- بِالنُّذُرِbi-n-nudzuriperingatan-peringatan
Inti bacaan
Transisi cepat ke kisah keempat: 'kaum Lut telah mendustakan peringatan-peringatan', pola berulang keempat kalinya menegaskan bahwa penolakan terhadap kebenaran bukan pengecualian, melainkan kecenderungan manusia yang harus terus diwaspadai di setiap generasi.
Penjelasan pilihan kata
'qawmu' (kaum) di sini eksplisit tertulis di teks Arab, beda dari kasus 'Ad/Tsamud yang polos tanpa kata 'kaum'.
Tafsiran
Ayat ini beralih ke kaum Lut sebagai contoh keempat penolakan terhadap peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai susunan yang sama untuk kaum keempat. Kalimatnya nyaris tidak berubah. Yang berganti namanya.
- Kata peringatan disebut jamak, bukan tunggal. Bukan sekali diingatkan. Berkali-kali.
- Kaum ini disebut dengan kata kaum, berbeda dari dua sebelumnya. Allah merekam perbedaan kecil itu. Susunannya tidak seragam sempurna.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, q-w-m, n-dz-r): kadhdhabat qawm luut bi-n-nudhur diterjemahkan 'kaum Lut mendustakan peringatan' (akar k-dz-b + akar n-dz-r). Selaras.