نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَاni'matan min 'indinaasebagai nikmat dari Kami
- كَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَka-dzaalika najzii man syakarademikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur
Terjemahan per kata (7 kata)
- نِعْمَةًni'matannikmat
- مِنْmindari
- عِنْدِنَا'indinaadi sisi Kami
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نَجْزِيnajziiKami membalas
- مَنْmanorang yang
- شَكَرَsyakarabersyukur
Inti bacaan
Prinsip resiprositas ilahi: 'sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur', keselamatan keluarga Lut secara eksplisit dikaitkan dengan sikap syukur, menegaskan bahwa rasa terima kasih bukan formalitas melainkan orientasi hidup yang berkonsekuensi nyata.
Penjelasan pilihan kata
'Kadzaalika' benar diterjemahkan 'demikianlah', dikonfirmasi morfologi sebagai kata tunjuk.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa penyelamatan keluarga Lut adalah nikmat dan pola tetap balasan Allah bagi yang bersyukur.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keselamatan itu nikmat, bukan hak. Ia diberikan. Bukan diperoleh.
- Yang dibalas disebut orang bersyukur, bukan orang kuat. Ukurannya sikap. Bukan kemampuan.
- Kata demikianlah menandai pola, bukan kejadian tunggal. Allah menyebutnya sebagai cara-Nya. Yang berlaku di sana berlaku juga di tempat lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).