وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ
Dan sungguh, ia telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan-peringatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَاwa-la-qad andzarahum bathsyatanaadan sungguh, ia telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami
- فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِfa-tamaaraw bi-n-nudzuritetapi mereka membantah peringatan-peringatan
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَنْذَرَهُمْandzarahummemperingatkan mereka
- بَطْشَتَنَاbathsyatanaahantaman Kami
- فَتَمَارَوْاfa-tamaarawmaka mereka membantah
- بِالنُّذُرِbi-n-nudzuriperingatan-peringatan
Inti bacaan
Lut menamai ancamannya: bathsyah, bentuk yang di 44:16 menandai pukulan besar, sementara akarnya di 26:130 menandai kekerasan Ad. Tamaaraa tercatat dua kali, 53:55 dan 54:36, masing-masing bertetangga dengan riwayat negeri Lut; 15:63 memakai م-ر-ي juga.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا, wa-la-qad andzarahum bathsyatanaa) yang berarti "dan sungguh, ia telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami". Kata kerja andzara berakar ن-ذ-ر, dan pelakunya orang ketiga tunggal yang merujuk kepada Lut, yang namanya disebut di 54:33 dan 54:34. Kata kerja itu memiliki dua sasaran. Sasaran pertama berupa akhiran -hum, orang-orang yang diperingatkan, dan sasaran kedua berupa bathsyatanaa, isi peringatannya. Di 54:33 kaum Lut disebut mendustakan peringatan-peringatan tanpa keterangan tentang isinya, dan ayat ini menyebut isi itu dengan satu kata.
Kata (بَطْشَتَنَا, bathsyatanaa) berakar ب-ط-ش, dan akar ini tercatat di 8 ayat. Bentuk bathsyah dengan akhiran -ah tercatat di 2 ayat, di sini dan di 44:16, (يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ, yawma nabthisyu l-bathsyata l-kubraa) yang berarti "pada hari Kami menghantam dengan hantaman yang besar". Bentuk bathsy tanpa akhiran itu tercatat di 3 ayat, antara lain 85:12, (إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ, inna bathsya rabbika la-syadiidun) yang berarti "sesungguhnya hantaman Tuhanmu benar-benar keras". Di 7:195 kata kerja dari akar yang sama dipakai untuk tangan, (أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا, am lahum aydin yabthisyuuna bihaa) yang berarti "ataukah mereka mempunyai tangan untuk memegang dengan keras". Terjemahan ayat ini memakai kata "hukuman", sedangkan 44:16 dan 85:12 memakai "hantaman". Kedua terjemahan menunjuk tindakan yang sama, pegangan keras yang datang dari Allah, dan akhiran -naa pada ayat ini menyandarkannya kepada "Kami".
Akar yang sama dipakai untuk kekuatan manusia. Kaum Ad ditegur Hud di 26:130, (وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ, wa-idzaa bathasytum bathasytum jabbaariina) yang berarti "dan apabila kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis". Di 28:19 kata kerja yang sama dipakai untuk Musa yang hendak menyerang seorang musuh. Di 43:8 dan 50:36 kata bathsy dipakai untuk generasi-generasi terdahulu yang kekuatannya melebihi orang-orang yang diajak bicara, misalnya (هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا, hum asyaddu minhum bathsyan) yang berarti "yang lebih kuat kekuatannya daripada mereka" (50:36), dan kedua ayat itu menyebut generasi tersebut dibinasakan. Dari 8 ayat berakar ب-ط-ش, 3 menyandarkan hantaman kepada Allah (44:16, 54:36, dan 85:12), dan 5 lainnya kepada manusia atau kepada tangan.
Kalimat kedua berbunyi (فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ, fa-tamaaraw bi-n-nudzuri) yang berarti "tetapi mereka membantah peringatan-peringatan". Kata kerja tamaaraw berakar م-ر-ي, dan akar ini tercatat di 19 ayat. Sebagian besar kemunculannya menunjuk keraguan, misalnya kata miryah di 41:54, (أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ, alaa innahum fii miryatin min liqaa'i rabbihim) yang berarti "ketahuilah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka". Di 18:22 akar yang sama dipakai untuk perdebatan tentang jumlah para penghuni gua. Akar ini mencakup ragu yang dipendam dan bantahan yang diucapkan.
Bentuk tamaaraa, dengan awalan ta- dan bunyi panjang sesudah huruf pertama akarnya, tercatat di 2 ayat, di sini dan di 53:55, (تَتَمَارَىٰ, tatamaaraa) yang berarti "engkau ragukan". Terjemahan proyek ini memakai "membantah" di ayat ini dan "meragukan" di 53:55, mengikuti dua sisi akar yang sama. Di 53:55 kata itu berada dua ayat sesudah negeri yang dijungkirbalikkan (53:53) dan tepat sebelum (هَٰذَا نَذِيرٌ, haadzaa nadziirun) yang berarti "ini adalah seorang pemberi peringatan" (53:56). Di akhir surah 53 dan di ayat ini, bentuk tamaaraa berdampingan dengan kisah kaum Lut dan dengan kata dari akar ن-ذ-ر.
Dalam kisah kaum Lut di surah 15, akar م-ر-ي muncul dari ucapan para utusan kepada Lut, (بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ, bi-maa kaanuu fiihi yamtaruuna) yang berarti "membawa apa yang selama ini mereka ragukan" (15:63). Apa yang dibantah kaum itu di ayat ini disebut di 15:63 sebagai apa yang dibawa para utusan kepada mereka.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke masa sebelum azab, sesudah akibatnya lebih dulu diceritakan. Di 54:34 kaum Lut sudah disebut ditimpa badai batu dan keluarga Lut sudah diselamatkan, dan di 54:35 penyelamatan itu disebut nikmat. Baru sesudah itu ayat ini menceritakan peringatan yang mendahului semuanya. Kisah Nuh di surah ini disusun menurut urutan kejadian, dari pendustaan (54:9), doa Nuh (54:10), air yang tercurah (54:11-12), sampai bahtera (54:13-14). Dalam kisah kaum Lut, pembaca menerima peringatan Lut dengan pengetahuan tentang akhirnya, pengetahuan yang tidak dimiliki kaum itu ketika mereka membantah.
Isi peringatan di ayat ini juga melengkapi apa yang tercatat di surah lain, yang lebih banyak memuat teguran Lut atas perbuatan kaumnya. Di 26:165-166 Lut menegur perbuatan itu, dan di 29:29 kaumnya menjawab teguran dengan (ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ, tinaa bi-'adzaabi llaahi) yang berarti "datangkanlah kepada kami azab Allah". Ayat ini memperlihatkan sisi lain dari percakapan yang sama. Lut memperingatkan mereka tentang hantaman Allah, dan mereka menjadikan peringatan itu bahan bantahan. Tantangan di 29:29 memperlihatkan bentuk bantahan itu, azab yang diperingatkan malah diminta untuk didatangkan.
Kata bathsyah di ayat ini dipakai juga di 44:16 untuk hantaman besar pada hari yang disebut di sana. Peringatan Lut menempatkan kekuatan kaumnya di hadapan kekuatan lain yang datang dari Allah, seperti kaum Ad yang menghantam dengan bengis (26:130) ditempatkan di hadapan angin yang membinasakan mereka (54:19). Sesudah ayat ini, 54:37 menceritakan apa yang dikerjakan kaum Lut dengan bantahan itu.
Renungan dan Hikmah
- Lut tidak memperingatkan kaumnya dengan kata-kata samar. Isi peringatannya disebut dengan satu kata, hantaman Allah, dan kaumnya tetap membantah. Kejelasan sebuah peringatan tidak menjamin peringatan itu diterima, sebab keputusan untuk menerima atau menolak berada di hati orang yang mendengarnya. Orang sering menunda perubahan dengan alasan belum ada peringatan yang cukup terang. Peringatan dari Allah mana yang sebenarnya sudah terang, tetapi masih dibantah dengan berbagai alasan?
- Akar م-ر-ي mencakup ragu yang dipendam (41:54) dan bantahan yang diucapkan (18:22). Keraguan yang dipelihara lama akhirnya keluar sebagai bantahan, dan bantahan yang diulang-ulang menguatkan keraguan itu kembali. Lingkaran seperti itu jarang berhenti pada pertanyaan yang jujur. Di 41:54 keraguan itu menyangkut pertemuan dengan Tuhan, dan ayat yang sama ditutup dengan pernyataan bahwa Dia meliputi segala sesuatu. Keraguan mana yang selama ini dipelihara, dan pernahkah keraguan itu dibawa kepada-Nya sebagai pertanyaan?
- Kaum Ad menghantam dengan bengis (26:130), dan generasi yang lebih kuat telah dibinasakan (50:36). Kekuatan manusia disebut dengan akar yang sama dengan hantaman Allah di 85:12, sehingga pembaca dapat membandingkan keduanya dalam satu kata. Kekuatan yang dimiliki hari ini, jabatan, uang, atau jumlah pendukung, mudah membuat orang lupa bahwa ada kekuatan lain di atasnya. Siapa yang selama ini ditekan dengan kekuatan yang sebenarnya dipinjamkan Allah itu?
- Di 29:29 kaum Lut menjawab teguran dengan menantang agar azab Allah didatangkan. Tantangan seperti itu terdengar berani, padahal lahir dari keyakinan bahwa azab itu tidak akan pernah datang. Orang dapat bersikap serupa dalam ukuran kecil, meremehkan akibat yang sudah diingatkan berkali-kali karena akibat itu belum juga terlihat. Akibat mana yang sedang ditantang lewat cara hidup sehari-hari, seakan-akan peringatan-Nya tidak akan terbukti?
- Pembaca surah ini sudah mengetahui akhir kaum Lut (54:34) sebelum membaca peringatan yang mereka bantah. Posisi itu memudahkan orang menilai kaum Lut sebagai kaum yang keras kepala. Kisah hidup sendiri dijalani tanpa mengetahui akhirnya, sehingga peringatan yang datang hari ini dapat terasa sama jauhnya dengan peringatan Lut bagi kaumnya. Seandainya akhir hidup sendiri di hadapan Allah sudah terbaca seperti akhir kisah ini, peringatan mana yang akan diterima tanpa bantahan?
- Di 53:55 bentuk yang sama dipakai untuk nikmat, "nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau ragukan". Kaum Lut membantah peringatan, dan 53:55 menyebut kemungkinan lain, meragukan pemberian. Orang yang meragukan nikmat Allah jarang menyangkalnya dengan kata-kata. Keraguan itu terlihat dari keluhan yang lebih sering terucap daripada syukur, dan dari pemberian yang dianggap sudah semestinya ada. Nikmat Tuhan mana yang masih diragukan lewat keluhan sehari-hari?