وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ
Dan sungguh, pada pagi hari mereka ditimpa azab yang tetap.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةًwa-la-qad shabbahahum bukratandan sungguh, pada pagi hari mereka ditimpa
- عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ'adzaabun mustaqirrunazab yang tetap
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- صَبَّحَهُمْshabbahahummenimpa mereka di pagi hari
- بُكْرَةًbukratandi waktu pagi
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- مُسْتَقِرٌّmustaqirrunyang tetap
Inti bacaan
Shabbaha memuat waktu pagi di dalam kata kerjanya sendiri. Enam kemunculan bukrah yang lain disertai 'asyiyy atau ashiil. Mustaqirr menggemakan 54:3; rijz pada 7:135 dicabut, sedangkan hukuman atas negeri Lut menetap.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً, wa-la-qad shabbahahum bukratan) yang berarti "dan sungguh, pada pagi hari mereka didatangi". Kata kerja shabbaha berakar ص-ب-ح, dengan huruf tengah yang digandakan. Akar ini tercatat di 43 ayat, dan bentuk shabbaha tercatat di ayat ini saja. Kata-kata lain dari akar yang sama menunjuk waktu subuh di 11:81, keadaan berada pada waktu pagi di 15:66, dan pelita di 24:35. Kata kerja shabbaha memuat waktu di dalam dirinya, yaitu mendatangi seseorang pada waktu pagi.
Dalam kisah kaum Lut di surah lain, pagi disebut dengan kata-kata yang berbeda. Di 11:81 para utusan berkata bahwa waktu yang dijanjikan bagi kaum itu tiba pada subuh, sebagaimana sudah dikutip di 54:34. Di 15:66 keputusan yang disampaikan kepada Lut berbunyi (أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ, anna daabira haa'ulaa'i maqthuu'un mushbihiina) yang berarti "bahwa akar mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh", dan di 15:73 suara yang menggelegar menimpa mereka ketika matahari terbit. Ayat ini menyebut waktu yang sama dengan kata bukrah, ditambah kata kerja shabbaha yang sudah memuat pagi.
Kata (بُكْرَةً, bukratan) berakar ب-ك-ر dan tercatat di 7 ayat. Di 6 ayat lainnya kata itu berpasangan dengan kata untuk petang, 'asyiyy atau ashiil. Tiga di antaranya tentang bertasbih (19:11, 33:42, dan 48:9), satu tentang menyebut nama Tuhan, (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا, wa-dzkuri sma rabbika bukratan wa-ashiilan) yang berarti "dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang" (76:25), satu tentang rezeki penghuni surga (19:62), dan satu tentang tuduhan bahwa dongeng orang terdahulu didiktekan kepada Nabi pada pagi dan petang (25:5). Di ayat ini bukrah berdiri tanpa pasangan petang.
Kalimat kedua berbunyi (عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ, 'adzaabun mustaqirrun) yang berarti "azab yang tetap". Kata azab di sini menjadi pelaku kata kerja shabbaha, dan letaknya di akhir kalimat, sesudah kata kerja, sasaran, dan keterangan waktu. Susunan itu membuat pembaca mengetahui kapan dan kepada siapa sesuatu datang sebelum mengetahui apa yang datang.
Kata (مُسْتَقِرٌّ, mustaqirrun) berakar ق-ر-ر dan berbentuk pelaku. Bentuk ini tercatat di 3 ayat. Di 27:40 kata itu dipakai untuk singgasana yang sudah berada di tempatnya, (فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ, fa-lammaa ra'aahu mustaqirran 'indahu) yang berarti "maka ketika ia melihatnya tersedia di sisinya", dan di 54:3, pada awal surah ini, (وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ, wa-kullu amrin mustaqirrun) yang berarti "padahal setiap urusan telah tetap". Kata benda dari akar yang sama, mustaqarr, tercatat di 10 ayat, misalnya (لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ, li-kulli naba'in mustaqarrun) yang berarti "bagi setiap berita ada ketetapannya" (6:67). Di surah ini mustaqirr tercatat dua kali, di ayat ketiga untuk setiap urusan dan di ayat ini untuk azab kaum Lut.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian tiga ayat yang masing-masing dibuka dengan wa-la-qad: peringatan (54:36), bujukan terhadap tamu (54:37), dan pagi yang membawa azab. Setiap ayat memuat satu tahap, dan hantaman yang disebut dalam peringatan Lut di 54:36 tiba di tahap ketiga. Keluarga Lut sudah keluar pada waktu sahar (54:34), dan azab datang ketika pagi tiba, sehingga penyelamatan dan kebinasaan terjadi di antara malam dan pagi yang sama.
Kata mustaqirr mengikat kisah ini dengan pembukaan surah. Di 54:3 orang-orang yang mendustakan disebut mengikuti hawa nafsu, lalu surah ini menyatakan bahwa setiap urusan telah tetap. Kisah kaum Lut memperlihatkan satu urusan yang sampai pada ketetapannya. Pola yang sama tampak di 6:67, bagi setiap berita ada ketetapannya, disusul "dan kelak kalian akan mengetahui".
Azab yang tetap juga berbeda dari azab yang diangkat. Di 7:135 azab yang menimpa kaum Firaun dihilangkan sampai batas waktu tertentu, (فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ, fa-lammaa kasyafnaa 'anhumu r-rijza) yang berarti "maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka", lalu mereka mengingkari janji. Azab kaum Lut tidak disebut diangkat, dan kata mustaqirr menyatakan bahwa pagi itu tidak disusul pemulihan.
Renungan dan Hikmah
- Pagi disebut di enam ayat lain sebagai waktu bertasbih, menyebut nama Tuhan (76:25), dan menerima rezeki di surga (19:62). Pagi kaum Lut datang membawa azab. Waktu yang sama dapat dibuka dengan mengingat Allah atau dengan melanjutkan kelalaian semalam, dan pagi tidak memilihkan isinya. Orang sering menganggap pagi sebagai awal yang netral, padahal pagi ikut membawa apa yang dikerjakan sebelumnya. Dengan apa pagi hari ini dibuka, dan apakah nama-Nya termasuk di dalamnya?
- Kata bukrah selalu berpasangan dengan petang di ayat-ayat lain, dan di ayat ini kata itu berdiri sendiri. Bagi kaum Lut, hari itu tidak sampai ke petang. Di 31:34 Allah menyatakan bahwa tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok. Rencana untuk petang dan esok hari disusun dengan anggapan bahwa waktunya pasti ada, dan anggapan itu jarang dipertanyakan. Seandainya hari ini tidak sampai petang, urusan mana dengan Allah dan dengan sesama yang belum selesai?
- Setiap berita ada ketetapannya, firman Allah di 6:67, dan kelak orang akan mengetahuinya. Peringatan Lut dibantah (54:36), tetapi tidak hilang; peringatan itu menunggu waktunya sampai pagi yang tetap tiba. Peringatan yang diabaikan hari ini mudah dianggap sudah lewat, padahal belum tentu. Jarak waktu antara peringatan dan ketetapannya sering membuat orang mengira keduanya tidak berhubungan. Peringatan mana dari Allah yang diam-diam masih menunggu waktunya dalam hidup ini?
- Di 7:135 azab diangkat dari kaum Firaun, lalu mereka mengingkari janji yang mereka ucapkan ketika tertimpa. Kaum Lut tidak mendapat pengangkatan seperti itu, dan pagi mereka menjadi pagi terakhir. Kelapangan sesudah kesulitan dapat menjadi kesempatan untuk menepati janji kepada Allah, dan dapat pula menjadi saat janji itu dilupakan. Janji apa yang pernah diucapkan kepada-Nya ketika sedang sulit, dan apakah janji itu masih dijaga sesudah kesulitan diangkat?
- Orang-orang yang diajak bicara di 37:137-138 disebut melintasi bekas kaum Lut (مُصْبِحِينَ, mushbihiina) yang berarti "pada waktu pagi", dan pada waktu malam, lalu ditanya apakah mereka tidak berakal. Kata dari akar yang sama dengan shabbaha dipakai untuk pagi para pelintas. Pagi bagi kaum Lut membawa azab, dan pagi bagi para pelintas membawa pelajaran yang dapat dilewati begitu saja. Kebiasaan melihat membuat bekas yang sama berhenti berbicara. Bekas apa yang setiap hari dilewati tanpa pernah direnungkan?
- Para utusan menutup ucapan mereka kepada Lut di 11:81 dengan pertanyaan, "Bukankah subuh itu sudah dekat?" Lut sudah menyebut hari itu sebagai hari yang sangat sulit (11:77), dan jawaban para utusan menunjuk waktu yang tidak jauh. Janji Allah sering terasa lambat bagi orang yang sedang menunggu, padahal jaraknya tidak diukur dengan rasa cemas. Kecemasan membuat malam terasa lebih panjang daripada ukuran sebenarnya. Janji Allah mana yang terasa lambat, padahal mungkin subuhnya sudah dekat?