كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ

Mereka mendustakan semua tanda-tanda Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab yang digdaya lagi berkuasa penuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كُلِّهَاkadzdzabuu bi-aayaatinaa kullihaamereka mendustakan semua tanda-tanda Kami
  2. فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍfa-akhadznaahum akhdza aziizin muqtadirinmaka, Kami mengazab mereka dengan azab yang digdaya lagi berkuasa penuh
Aplikasi

Penolakan menyeluruh dan konsekuensi setimpal: 'mereka mendustakan semua tanda-tanda Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) yang digdaya lagi berkuasa penuh', penolakan total terhadap seluruh bukti yang diberikan dijawab dengan konsekuensi yang sepadan skalanya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebagian penerjemah: 'They denied Our proofs, all of them, then We seized them with the seizing of One exalted in might and omnipotent.' Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih.