سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
Golongan pasti akan dikalahkan, dan mereka berbalik ke belakang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سَيُهْزَمُ الْجَمْعُsa-yuhzamu l-jam'ugolongan pasti akan dikalahkan
- وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَwa-yuwalluuna d-duburadan mereka berbalik ke belakang
Terjemahan per kata (4 kata)
- سَيُهْزَمُsa-yuhzamuakan dikalahkan
- الْجَمْعُl-jam'upasukan
- وَيُوَلُّونَwa-yuwalluunadan mereka berpaling
- الدُّبُرَd-duburapunggung
Inti bacaan
Sa-yuhzamu berbentuk pasif, dan pihak yang mengalahkan dibiarkan tanpa nama. Al-jam' menjawab jamii' dengan akar ج-م-ع yang sama. Berbalik punggung di 3:111, 48:22, dan 59:12 disusul ketiadaan penolong, dari akar ن-ص-ر yang dipakai muntashir.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ, sa-yuhzamu l-jam'u) yang berarti "golongan itu pasti akan dikalahkan". Awalan sa- menunjuk masa yang akan datang, dan kata kerja yuhzamu berbentuk pasif, sehingga pihak yang mengalahkan tidak disebut. Akar ه-ز-م tercatat di 3 ayat. Di 2:251 kata kerja aktifnya dipakai untuk pasukan Talut, (فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ, fa-hazamuuhum bi-idzni llaahi) yang berarti "maka mereka mengalahkan pasukan itu dengan izin Allah". Di 38:11 bentuk pelaku pasifnya dipakai untuk (جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ, jundun maa hunaalika mahzuumun) yang berarti "suatu bala tentara di sana akan dikalahkan", disusul keterangan "dari golongan-golongan yang bersekutu".
Kata (الْجَمْعُ, l-jam'u) berakar ج-م-ع, akar yang sama dengan jamii' di 54:44. Mereka menyebut diri jamii', dan ayat ini menyebut mereka al-jam', golongan yang terkumpul. Kata benda jam' tercatat di 13 ayat. Di 26:61 kata itu dipakai untuk dua pihak yang berhadapan, Musa bersama kaumnya dan bala tentara Firaun, (الْجَمْعَانِ, l-jam'aani) yang berarti "kedua golongan itu", pada saat keduanya saling melihat. Di 28:78 Qarun disebut tidak mengetahui bahwa Allah telah membinasakan generasi-generasi yang lebih kuat dan (وَأَكْثَرُ جَمْعًا, wa-aktsaru jam'an) yang berarti "lebih banyak mengumpulkan".
Kalimat kedua berbunyi (وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ, wa-yuwalluuna d-dubura) yang berarti "dan mereka berbalik ke belakang". Kata kerja wallaa dengan kata dubur atau adbaar, "punggung", sebagai sasaran langsung tercatat di 7 ayat, dan semuanya menggambarkan orang yang lari dari hadapan lawan. Di 5 ayat kata itu berbentuk jamak, adbaar, di 8:16 berbentuk tunggal dengan akhiran, duburahu, dan di ayat ini berbentuk tunggal dengan kata sandang, ad-dubur. Di 3:111, 48:22, dan 59:12 orang yang berbalik ke belakang disebut tidak ditolong atau tidak mendapati penolong sesudahnya, dan kata-kata itu berakar ن-ص-ر, akar yang sama dengan muntashir di 54:44. Kata kerja yuwalluuna berbentuk jamak, sedangkan punggung yang dipalingkan disebut tunggal.
Di 33:15 susunan yang sama dipakai untuk janji, (لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ, laa yuwalluuna l-adbaara) yang berarti "tidak akan berbalik ke belakang", janji yang pernah diucapkan sekelompok orang kepada Allah. Ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya. Di 8:15-16 berpaling membelakangi lawan disebut membawa kemurkaan dari Allah, kecuali untuk berbelok dalam pertempuran atau bergabung ke pasukan lain.
Tafsiran
Ayat ini menjawab ucapan di 54:44 bagian demi bagian. Mereka menyebut diri jamii', golongan yang bersatu, dan ayat ini menyebut mereka al-jam', golongan yang terkumpul untuk dikalahkan. Mereka menyebut diri muntashir, pasti menang, dan ayat ini menyebut mereka akan dikalahkan. Mereka berbicara tentang diri mereka sebagai satu tubuh dengan kata-kata tunggal, dan ayat ini menggambarkan satu punggung yang dipalingkan. Golongan yang berbicara sebagai satu kesatuan juga lari sebagai satu kesatuan. Klaim kemenangan di 54:44 berakhir pada keadaan yang di ayat-ayat lain disusul ketiadaan penolong.
Ayat ini tidak menyebut kapan dan di mana kekalahan itu terjadi, dan tidak menyebut siapa yang mengalahkan. Awalan sa- menyatakan kepastian di masa depan, dan bentuk pasif menyerahkan pelakunya kepada ketetapan Allah. Di 2:251 kemenangan atas pasukan Jalut disebut terjadi dengan izin Allah, dan di 3:126 pertolongan disebut datang dari sisi-Nya. Kekalahan golongan yang yakin menang di ayat ini berada dalam ketetapan yang sama.
Ayat berikutnya, 54:46, menambahkan bahwa kekalahan itu belum akhir, sebab Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka, dan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Kekalahan di dunia menjadi peringatan kecil sebelum akibat yang lebih besar.
Renungan dan Hikmah
- Mereka berkata akan menang, dan jawaban datang dengan kata dari akar yang sama, al-jam', golongan yang akan dikalahkan. Klaim yang diucapkan dengan yakin dapat dibalik oleh ketetapan Allah tanpa perlu banyak kata. Keyakinan manusia tentang masa depannya sendiri selalu berada di bawah ketetapan-Nya. Orang sering menyusun rencana seakan-akan hasilnya sudah pasti. Rencana mana yang sedang diyakini pasti berhasil, dan sudahkah Allah disertakan dalam keyakinan itu?
- Ayat ini memakai bentuk pasif, sehingga pihak yang mengalahkan tidak disebut. Ketetapan Allah dapat bekerja lewat berbagai jalan, lewat pasukan yang kecil (2:249), lewat angin dan bala tentara yang tidak terlihat (33:9), atau lewat keadaan yang tidak disangka. Orang yang memperhitungkan lawan yang terlihat saja mudah terkejut oleh kekalahan dari arah yang tidak diduga. Ketetapan-Nya tidak perlu diumumkan lebih dulu untuk berlaku. Dari arah mana selama ini ancaman diperhitungkan, dan apakah ketetapan-Nya ikut diperhitungkan?
- Golongan yang menghadap dengan dada dan kata-kata gagah digambarkan pergi dengan punggung. Wajah yang tadinya menantang tidak lagi terlihat, dan yang tersisa punggung yang menjauh. Kesombongan dapat berakhir dengan cara yang memalukan bagi pemiliknya, di hadapan orang-orang yang dahulu mendengar tantangannya. Allah tidak membutuhkan waktu lama untuk membalik keadaan. Tantangan mana yang pernah diucapkan dengan gagah, dan bagaimana rasanya seandainya harus ditinggalkan dengan punggung?
- Di 33:15 sekelompok orang pernah berjanji kepada Allah tidak akan berbalik ke belakang, dan ayat itu mengingatkan bahwa perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya. Berbalik ke belakang tidak terbatas pada golongan lawan, dan 33:15 mencatatnya pada orang-orang yang pernah berjanji. Janji untuk teguh mudah diucapkan pada saat aman dan diuji pada saat genting. Janji apa kepada Allah yang pernah diucapkan dengan yakin, dan apakah janji itu masih dipegang ketika keadaan menjadi berat?
- Ayat sesudahnya, 54:46, menyebut Saat yang lebih dahsyat dan lebih pahit sebagai waktu yang dijanjikan bagi mereka. Kekalahan di dunia terasa berat, dan 54:46 menyebut Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit daripada kekalahan mana pun. Orang yang menang di dunia pun belum tentu selamat di Saat itu. Ukuran menang dan kalah di dunia berbeda dari ukuran di hadapan Allah. Kemenangan atau kekalahan mana yang selama ini dianggap akhir, padahal Saat yang dijanjikan masih di depan?
- Di 2:251 pasukan Talut mengalahkan lawan yang lebih besar dengan izin Allah. Di ayat ini golongan yang yakin menang akan dikalahkan. Kedua ayat memakai akar yang sama, dan keduanya memperlihatkan bahwa jumlah tidak menentukan hasil. Orang yang kecil dan sedikit tidak perlu putus asa, dan orang yang besar dan banyak tidak boleh merasa aman. Di posisi mana diri sendiri berdiri hari ini, dan kepada siapa harapan akan hasilnya digantungkan?