بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ
Bahkan, Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka; dan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْbali s-saa'atu maw'iduhumbahkan, Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka
- وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّwa-s-saa'atu ad-haa wa-amarrudan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit
Terjemahan per kata (6 kata)
- بَلِbalibahkan
- السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
- مَوْعِدُهُمْmaw'iduhumwaktu yang dijanjikan bagi mereka
- وَالسَّاعَةُwa-s-saa'atudan hari Kiamat
- أَدْهَىٰad-haalebih dahsyat
- وَأَمَرُّwa-amarrudan lebih pahit
Inti bacaan
Bal dan maw'id bertemu juga di 18:58, tempat penangguhan siksa dijelaskan dengan waktu yang dijanjikan. As-saa'ah diulang utuh dan menggemakan 54:1. Amarr seakar dengan mustamirr di 54:2 dan 54:19.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ, bali s-saa'atu maw'iduhum) yang berarti "bahkan, Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka". Kata bal, "bahkan", mengalihkan pembicaraan dari kekalahan yang disebut di 54:45 kepada sesuatu yang lebih besar. Di surah ini kata bal tercatat di 2 ayat. Di 54:25 kaum Tsamud memakainya untuk menjatuhkan vonis bahwa utusan mereka pendusta lagi sombong, dan di ayat ini kata yang sama menunjuk Saat yang dijanjikan bagi orang-orang yang mendustakan.
Kata (مَوْعِدُهُمْ, maw'iduhum) berakar و-ع-د dan menunjuk waktu atau tempat yang dijanjikan. Bentuk maw'id dengan akhiran -hum, "mereka", tercatat di 3 ayat. Di 15:43 bentuk itu menunjuk tempat, (وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ, wa-inna jahannama la-maw'iduhum ajma'iina) yang berarti "dan sesungguhnya Jahanam benar-benar tempat yang dijanjikan untuk mereka semua". Di 11:81 bentuk itu menunjuk waktu azab atas kaum Lut, (إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ, inna maw'idahumu sh-shubhu) yang berarti "sesungguhnya subuh itu waktu yang dijanjikan bagi mereka". Di ayat ini maw'id disandarkan kepada as-saa'ah, sehingga yang dijanjikan berupa waktu, dan waktu itu melampaui kekalahan di dunia.
Susunan bal yang disusul maw'id tercatat juga di 18:58. Ayat itu menyebut Tuhan Maha Pengampun lagi memiliki rahmat, dan seandainya Dia hendak menghukum mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia menyegerakan siksa, lalu berlanjut (بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ, bal lahum maw'idun) yang berarti "akan tetapi bagi mereka ada waktu yang dijanjikan". Di 18:58 susunan itu menjelaskan mengapa azab tidak disegerakan, dan di ayat ini susunan yang sama menyebut waktu itu dengan namanya, as-saa'ah.
Kata (السَّاعَةُ, s-saa'atu) disebut dua kali di ayat ini, dan pada sebutan kedua kata itu diulang utuh tanpa diganti kata ganti. Kata yang sama berada di ayat pembuka surah, (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ, iqtarabati s-saa'atu) yang berarti "Saat itu telah mendekat" (54:1). Akar س-و-ع tercatat di surah ini di 2 ayat, di awal dan di sini. Sesudah lima kisah dan pertanyaan kepada orang-orang yang diajak bicara, surah ini kembali kepada Saat yang disebut di ayat pertamanya.
Kalimat kedua berbunyi (وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ, wa-s-saa'atu ad-haa wa-amarru) yang berarti "dan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit". Kedua kata sifat itu berbentuk perbandingan. Kata ad-haa berakar د-ه-ي, dan akar ini tercatat di ayat ini saja. Kata amarr berakar م-ر-ر, akar yang di surah ini tercatat di 3 ayat. Di 54:2 dan 54:19 akar itu berbentuk mustamirr, "yang terus-menerus", untuk sihir yang dituduhkan dan untuk hari nahas kaum Ad, dan di ayat ini akar yang sama menyebut Saat yang lebih pahit.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pandangan dari kekalahan di dunia kepada Saat. Golongan yang yakin menang di 54:44 disebut akan dikalahkan di 54:45, dan ayat ini menyatakan bahwa kekalahan itu belum akhir perhitungan mereka. Waktu yang sesungguhnya dijanjikan bagi mereka Saat itu. Di 18:58 penangguhan azab dijelaskan dengan susunan yang sama, sehingga tertundanya akibat terbaca sebagai janji yang menunggu waktunya.
Kedua kata perbandingan, lebih dahsyat dan lebih pahit, tidak disertai pembandingnya. Surah ini sudah menceritakan air bah, angin yang sangat kencang, satu suara menggelegar, badai batu, dan timpaan atas keluarga Firaun, dan kekalahan golongan itu disebut di ayat sebelumnya. Teksnya membiarkan pembanding itu terbuka, sehingga semua yang sudah diceritakan dapat diletakkan di sisi yang lebih ringan.
Dengan ayat ini surah kembali ke titik awalnya. Ayat pertama menyebut Saat itu telah mendekat, lalu menyebut orang-orang yang berpaling dari tanda-tanda (54:2-3). Lima kisah memperlihatkan akibat bagi kaum-kaum yang berpaling, dan ayat ini menutup lingkaran itu dengan Saat yang sama. Kisah-kisah itu berada di antara dua sebutan Saat, sehingga setiap kisah terbaca sebagai contoh kecil dari akibat yang lebih besar.
Renungan dan Hikmah
- Kata maw'id menyebut sesuatu yang sudah dijanjikan, dan Allah yang menetapkan janji itu. Manusia terbiasa dengan janji yang dapat ditunda, dibatalkan, atau dilupakan oleh pihak yang membuatnya. Saat itu termasuk janji yang tidak bergantung pada kesediaan orang yang dijanjikan. Orang dapat melupakannya, tetapi janji itu tidak melupakan orang. Janji dari-Nya mana yang selama ini diperlakukan seperti janji manusia, yang dapat diundur tanpa akibat?
- Setiap orang mengenal rasa pahit, kehilangan, kegagalan, atau sakit yang lama. Ayat ini menyebut Saat itu lebih pahit, tanpa menyebut pembandingnya, sehingga semua kepahitan yang pernah dirasakan berada di bawahnya. Kepahitan di dunia dapat menjadi pengingat, sebab rasanya sudah dikenal dan ukurannya sudah dirasakan. Kepahitan mana yang pernah dirasakan, dan apa yang dapat dipelajari darinya tentang Saat yang disebut Allah lebih pahit?
- Surah ini menyebut Saat di awal dan di sini, dan kisah-kisah berada di antaranya. Hidup setiap orang juga berada di antara dua titik, awal yang sudah lewat dan Saat yang dijanjikan. Peristiwa sehari-hari mudah dibaca sebagai kisah yang berdiri sendiri, terlepas dari ujungnya. Ayat ini mengajak membaca setiap kejadian dengan ujung yang sudah disebut Allah. Bagaimana rupa hari ini seandainya dibaca sebagai bagian dari kisah yang berujung pada Saat itu?
- Kekalahan di dunia belum akhir, dan Saat itu masih menunggu. Penundaan sering disalahpahami sebagai pembatalan, terutama ketika akibat tidak kunjung terlihat. Kata bal di awal ayat menolak anggapan bahwa perhitungan selesai di dunia. Orang yang lolos dari akibat di dunia belum lolos dari Saat yang dijanjikan Allah. Di 18:58 penangguhan itu disebut bersama rahmat-Nya, dan janji itu tetap berlaku. Perbuatan mana yang selama ini dianggap selesai karena tidak ada akibat yang terlihat, padahal perhitungannya masih menunggu?
- Kata as-saa'ah disebut dua kali dalam satu ayat pendek, tanpa diganti kata ganti. Pengulangan itu menahan pembaca pada kata yang sama, seakan-akan pembaca tidak dibiarkan berpaling darinya. Manusia mudah menyebut tenggat pekerjaan berulang kali dalam sehari dan jarang menyebut Saat yang dijanjikan Allah. Pengulangan dalam Al-Qur'an dapat menjadi cermin bagi pengulangan dalam pikiran sendiri. Berapa kali dalam sehari Saat itu terlintas, dibandingkan dengan urusan yang tenggatnya jauh lebih dekat?
- Di 54:25 kaum Tsamud memakai kata bal untuk menjatuhkan vonis kepada utusan mereka, pendusta lagi sombong. Di ayat ini kata yang sama dipakai Al-Qur'an untuk menyebut Saat yang dijanjikan bagi orang-orang yang mendustakan. Vonis manusia atas kebenaran diucapkan dengan yakin, dan vonis Allah atas manusia datang pada waktu yang sudah ditetapkan-Nya. Vonis mana yang pernah dijatuhkan dengan tergesa-gesa atas sebuah kebenaran, sebelum sempat mendengarnya sampai selesai?