بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ

Bahkan, Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka; dan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْbali s-saa'atu maw'iduhumbahkan, Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka
  2. وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّwa-s-saa'atu adzaa wa-amarrudan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. بَلِbalibahkan
  2. السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
  3. مَوْعِدُهُمْmaw'iduhumwaktu yang dijanjikan bagi mereka
  4. وَالسَّاعَةُwa-s-saa'atudan hari Kiamat
  5. أَدْهَىٰadzaalebih dahsyat
  6. وَأَمَرُّwa-amarrudan lebih pahit

Inti bacaan

Pengalihan fokus dari kekalahan sementara ke konsekuensi final: 'bahkan Saat itulah waktu yang dijanjikan bagi mereka; dan Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit', pengingat bahwa kekalahan duniawi hanyalah pratinjau kecil dari konsekuensi yang jauh lebih signifikan di masa mendatang.

Penjelasan pilihan kata

'As-saa'ah' diterjemahkan 'Saat itu', konsisten dengan luas proyek (lih. 54:1).

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kekalahan di dunia hanyalah awal: Hari Kiamat jauh lebih dahsyat menanti mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memindahkan pandangan dari kalah di dunia ke hari nanti. Yang tadi kecil. Yang nanti lebih berat.
  • Perbandingannya memakai dua kata: lebih dahsyat, lebih pahit. Yang satu soal besarnya. Yang lain soal rasanya.
  • Kata bahkan membalik penekanan. Allah menaruhnya di depan kalimat. Yang tadi disangka puncak ternyata bukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-w-', w-'-d, d-h-y, m-r-r): as-saa'ah maw'iduhum diterjemahkan 'Saat waktu yang dijanjikan mereka' (akar s-w-' + akar w-'-d); adhaa wa amarr diterjemahkan 'lebih dahsyat & lebih pahit' (akar d-h-y + akar m-r-r). Selaras.