إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ
Sesungguhnya para pendosa berada dalam kesesatan dan kegilaan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍinna l-mujrimiina fii dhalaalin wa-su'urinsesungguhnya para pendosa berada dalam kesesatan dan kegilaan
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
- فِيfiidi dalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- وَسُعُرٍwa-su'urindan kegilaan
Inti bacaan
Pasangan dhalaal wa-su'ur yang diucapkan Tsamud di 54:24 berbalik menjadi gambaran para pendosa. Mujrimiin dipakai untuk Ad (46:25) dan kaum Lut (15:58), dan di 30:12 serta 30:55 bertemu as-saa'ah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ, inna l-mujrimiina fii dhalaalin wa-su'urin) yang berarti "sesungguhnya para pendosa berada dalam kesesatan dan kegilaan". Kata (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) berakar ج-ر-م dan berbentuk pelaku, orang-orang yang berbuat dosa. Kata mujrim dalam berbagai bentuknya tercatat di 52 ayat, dan di surah ini akar ج-ر-م tercatat di ayat ini saja.
Di surah-surah lain kata yang sama dipakai untuk kaum-kaum yang kisahnya diceritakan di surah ini. Tentang kaum Ad, 46:25 ditutup dengan (كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, ka-dzaalika najzii l-qawma l-mujrimiina) yang berarti "demikianlah Kami membalas kaum yang berdosa". Tentang kaum Lut, para utusan berkata (إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, innaa ursilnaa ilaa qawmin mujrimiina) yang berarti "sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa" (15:58), dan 7:84 menutup kisah mereka dengan ajakan melihat akibat orang-orang yang berdosa. Di ayat ini kata itu dipakai tanpa nama kaum, sehingga mencakup siapa pun yang berbuat seperti mereka.
Kata al-mujrimuun bertemu dengan as-saa'ah di dua ayat surah 30. Di 30:12 tercatat (وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ, wa-yawma taquumu s-saa'atu yublisu l-mujrimuuna) yang berarti "dan pada hari Saat itu terjadi, para pendosa berputus asa". Di 30:55 para pendosa pada hari itu bersumpah bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat, dan kata sesaat di situ juga saa'ah. Di surah ini kedua kata itu berada di ayat yang bersebelahan, as-saa'ah di 54:46 dan al-mujrimiin di sini.
Pasangan dhalaal wa-su'ur tercatat di 2 ayat, dan uraiannya sudah diberikan di 54:24. Di ayat itu kaum Tsamud berkata, (إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ, innaa idzan la-fii dhalaalin wa-su'urin) yang berarti "sesungguhnya jika begitu, kita benar-benar dalam kesesatan dan kegilaan", tentang akibat yang mereka bayangkan seandainya mengikuti seorang utusan. Di surah ini akar ض-ل-ل tercatat di 2 ayat, 54:24 dan ayat ini.
Kata (ضَلَالٍ, dhalaalin) dipakai juga dalam tuduhan kaum Nuh kepada utusan mereka, (إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, innaa la-naraaka fii dhalaalin mubiinin) yang berarti "sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kesesatan yang nyata" (7:60). Kata fii, "di dalam", menggambarkan orang yang berada di dalam kesesatan, seperti orang yang berada di dalam sebuah tempat. Kata su'ur berakar س-ع-ر, akar yang kebanyakan kemunculannya berupa sa'iir, api yang menyala-nyala, seperti dicatat di 54:24, dan terjemahan memakai "kegilaan" di kedua ayat.
Tafsiran
Ayat ini mengembalikan ucapan kaum Tsamud kepada pengucapnya. Mereka khawatir akan berada dalam kesesatan dan kegilaan kalau mengikuti seorang utusan (54:24), dan ayat ini menyebut para pendosa berada dalam keadaan yang sama. Kesesatan yang mereka takutkan dari mengikuti ternyata berada pada penolakan mereka sendiri.
Kata al-mujrimiin menghubungkan kisah-kisah dengan orang-orang yang diajak bicara. Kaum-kaum yang diceritakan di surah ini disebut dengan kata yang sama di surah-surah lain, dan di ayat ini kata itu berdiri tanpa nama kaum. Sesudah pertanyaan di 54:43 tentang orang-orang kufar di tengah mereka, ayat ini menyebut ukurannya, perbuatan dosa, tanpa memandang dari kaum mana pelakunya. Letaknya sesudah 54:46 mengulang pertemuan yang tercatat di 30:12 dan 30:55, Saat itu dan para pendosa, sehingga Saat yang dijanjikan langsung disusul penyebutan orang-orang yang akan menghadapinya.
Ayat sesudahnya dibuka dengan yawma, "pada hari", sehingga keadaan di ayat ini bersambung dengan hari ketika mereka diseret ke dalam api (54:48). Kata su'ur, yang seakar dengan sa'iir, api yang menyala-nyala, bertemu dengan an-naar di ayat berikutnya. Kesesatan di dunia dan api di hari itu disebut berurutan, tanpa jeda.
Renungan dan Hikmah
- Kaum Tsamud menolak mengikuti utusan karena takut tersesat dan gila (54:24), dan ayat ini menyebut para pendosa berada dalam kesesatan dan kegilaan. Ketakutan yang mereka ucapkan menjadi gambaran tentang diri mereka sendiri. Tuduhan yang dilontarkan kepada kebenaran dapat kembali kepada orang yang melontarkannya. Tuduhan mana yang pernah diarahkan kepada kebenaran dari Allah, dan apakah tuduhan itu tidak lebih tepat menggambarkan diri sendiri?
- Kaum Tsamud mengira mengikuti utusan akan membawa mereka kepada kesesatan. Orang dapat merasa bahwa ketaatan kepada Allah akan membuatnya tertinggal, kehilangan peluang, atau dianggap aneh. Ayat ini memperlihatkan bahwa kerugian yang sesungguhnya berada pada pihak yang menolak. Rasa takut kehilangan sering lebih besar sebelum melangkah daripada sesudahnya. Ketaatan mana yang selama ini ditunda karena takut kehilangan sesuatu, padahal kehilangan yang lebih besar berada pada penundaannya?
- Kata mujrim menyebut orang dari perbuatannya, orang yang berbuat dosa. Ayat ini tidak menyebut keturunan, bangsa, atau golongan. Ukuran yang dipakai Allah menilai perbuatan, dan ukuran itu berlaku sama bagi kaum Ad, kaum Lut, dan orang-orang yang diajak bicara. Orang sering merasa aman karena termasuk golongan yang baik, dan lupa bahwa perbuatannya sendiri yang ditimbang. Seandainya diri sendiri disebut menurut perbuatan hari ini, sebutan apa yang pantas?
- Kata fii menggambarkan orang yang berada di dalam kesesatan. Orang yang berada di dalam sebuah ruang tidak melihat dinding luarnya, dan orang yang berada di dalam kesesatan dapat merasa berada di jalan yang benar. Di 18:104 orang-orang yang usahanya sia-sia disebut mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Kesesatan jarang terasa dari dalam, sehingga membutuhkan petunjuk dari Allah untuk dikenali. Keyakinan mana yang tidak pernah diperiksa dari luar, karena terasa benar dari dalam?
- Sebutan yang sama dipakai di berbagai surah untuk kaum Ad, kaum Lut, dan orang-orang yang diajak bicara. Nama kaum berganti dari zaman ke zaman, sedangkan sebutan untuk perbuatan mereka tetap. Pola itu memperlihatkan bahwa kisah-kisah Al-Qur'an tidak terkunci pada satu masa. Allah menceritakannya agar pola yang sama dikenali ketika muncul dengan nama baru. Pola mana dari kaum-kaum terdahulu yang sedang muncul dengan nama baru di lingkungan sendiri?
- Ayat ini disusul hari ketika para pendosa diseret ke dalam api (54:48), dan keduanya disebut berurutan. Kesesatan di dunia tidak berhenti di dunia, dan ujungnya disebut dalam ayat berikutnya. Orang dapat hidup lama dalam kesesatan tanpa merasakan akibat, sehingga mengira keadaan itu aman. Al-Qur'an menyambungkan keadaan itu dengan ujungnya agar pembaca melihat keduanya sekaligus. Keadaan mana yang terasa aman hari ini, padahal ujungnya sudah disebut Allah?