يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

Pada hari mereka diseret ke dalam api atas wajah mereka, “Rasakanlah sentuhan Saqar!”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْyawma yushabuuna fii n-naari 'alaa wujuuhihimpada hari mereka diseret ke dalam api atas wajah mereka
  2. ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَdzuuquu massa saqararasakanlah sentuhan Saqar

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يُسْحَبُونَyushabuunamereka diseret
  3. فِيfiike dalam
  4. النَّارِn-naariapi
  5. عَلَىٰ'alaaatas
  6. وُجُوهِهِمْwujuuhihimwajah mereka
  7. ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
  8. مَسَّmassamenyentuh
  9. سَقَرَsaqaraSaqar

Inti bacaan

Yushabuun seakar dengan sahaab, awan yang digiring angin (35:9). Susunan 'alaa wujuuhihim di 17:97 dan 25:34 menyertai pengumpulan, sementara 67:22 membandingkan orang tertelungkup dengan orang yang berjalan tegak. Perintah dzuuquu ketiga beralih dari dunia ke Saqar.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ, yawma yushabuuna fii n-naari 'alaa wujuuhihim) yang berarti "pada hari mereka diseret ke dalam api atas wajah mereka". Kata kerja (يُسْحَبُونَ, yushabuuna) berbentuk pasif, sehingga pihak yang menyeret tidak disebut. Bentuk yushabuun tercatat di 2 ayat. Di 40:71 bentuk itu dipakai untuk orang-orang yang lehernya dibelenggu, (وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ, wa-s-salaasilu yushabuuna) yang berarti "dan rantai, mereka diseret".

Akar س-ح-ب tercatat di 11 ayat, dan 9 di antaranya berupa sahaab, awan. Di 35:9 angin yang dikirim Allah (فَتُثِيرُ سَحَابًا, fa-tutsiiru sahaaban) yang berarti "lalu menggerakkan awan", kemudian awan itu diarahkan ke negeri yang mati. Al-Qur'an memakai akar yang sama untuk awan yang digerakkan dan untuk orang-orang yang diseret, dan keduanya bergerak tanpa kehendak sendiri.

Susunan (عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ, 'alaa wujuuhihim) yang berarti "atas wajah mereka" tercatat di 3 ayat. Di 17:97 dan 25:34 susunan itu menyertai kata kerja pengumpulan, misalnya (الَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ, alladziina yuhsyaruuna 'alaa wujuuhihim ilaa jahannama) yang berarti "orang-orang yang dikumpulkan atas wajah mereka ke Jahanam" (25:34). Di ayat ini susunan yang sama menyertai kata kerja penyeretan. Di 67:22 bentuk tunggalnya dipakai untuk orang yang berjalan tertelungkup atas wajahnya, dibandingkan dengan orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus.

Kalimat kedua berbunyi (ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ, dzuuquu massa saqara) yang berarti "rasakanlah sentuhan Saqar". Perintah dzuuquu sudah dua kali terdengar di surah ini, di 54:37 dan 54:39, dengan sasaran azab dan peringatan-peringatan Allah. Kata benda mass, "sentuhan", tercatat di 2 ayat, di ayat ini dan di 2:275. Kata kerjanya dipakai di 2:80 dalam ucapan orang-orang yang yakin bahwa api tidak akan menyentuh mereka kecuali beberapa hari yang terhitung. Saqar disebut di 4 ayat, dan tiga lainnya berada di surah 74, antara lain (وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ, wa-maa adraaka maa saqaru) yang berarti "dan tahukah engkau apa Saqar itu" (74:27). Ayat sesudahnya menjawab sebagian, (لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ, laa tubqii wa-laa tadzaru) yang berarti "ia tidak menyisakan dan tidak membiarkan" (74:28).

Kata (النَّارِ, n-naari) yang berarti "api" berakar ن-و-ر, dan di surah ini akar itu tercatat di ayat ini saja. Kelima kisah di surah ini menggambarkan azab di dunia tanpa menyebut api, dan kata an-naar baru muncul ketika pembicaraan beralih kepada hari yang dijanjikan. Di ayat ini api disebut sebagai tempat, sedangkan Saqar disebut sebagai nama dalam perintah merasakan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan hari ketika para pendosa diseret, dan gambaran itu dimulai dari wajah. Wajah menjadi arah pandang dan tanda kehormatan seseorang, dan di hari itu wajah itu yang diseret di dalam api. Di 67:22 orang yang berjalan tertelungkup dibandingkan dengan orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus, sehingga cara seseorang berjalan di dunia menemukan gambarannya di hari itu.

Kata mass, "sentuhan", menyebut persentuhan, dan yang bersentuhan api Saqar. Kalau sentuhannya saja diperintahkan untuk dirasakan, keadaan yang lebih dari sentuhan tidak perlu diuraikan, dan hal itu sejalan dengan 54:46, yang menyebut Saat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Di 21:46 sedikit saja azab Tuhan yang menimpa sudah membuat orang berseru mengakui kezalimannya, dan ayat ini menyebut sentuhan Saqar.

Di surah ini perintah dzuuquu terdengar tiga kali, dan ayat ini memuat yang ketiga. Dua perintah sebelumnya ditujukan kepada kaum Lut di dunia (54:37, 54:39), dan perintah ketiga ditujukan kepada para pendosa pada hari itu. Surah ini bergerak dari azab di dunia menuju azab di hari itu dengan kata kerja yang sama. Kata an-naar yang baru muncul di ayat ini menandai perpindahan yang sama, sebab kelima kisah menceritakan air, angin, suara, dan batu, dan api disebut ketika pembicaraan tiba di hari yang dijanjikan.

Renungan dan Hikmah

  • Orang menjaga wajahnya di dunia, dalam arti yang nyata maupun dalam arti kehormatan. Ayat ini menggambarkan wajah para pendosa diseret di dalam api. Kehormatan yang dijaga dengan cara mendustakan kebenaran tidak menyelamatkan wajah itu pada hari yang disebut Allah. Di 67:22 orang yang berjalan tegak di atas jalan yang lurus dibandingkan dengan orang yang tertelungkup. Wajah yang di dunia tunduk dalam sujud kepada Allah membawa tanda yang berbeda (48:29). Kehormatan mana yang selama ini dijaga dengan mengorbankan jalan yang lurus?
  • Kata mass menyebut sentuhan, ukuran yang ringan. Di 21:46 sedikit saja azab Tuhan yang menimpa sudah membuat orang berseru mengakui kezalimannya. Manusia sering mengukur bahaya dari besarnya, dan lupa bahwa sentuhan dari api Saqar pun tidak tertanggungkan. Ancaman yang disebut ringan dalam kata-kata dapat sangat berat dalam rasa, dan pengakuan di 21:46 datang ketika sentuhan itu sudah terjadi. Dosa mana yang dianggap kecil karena akibatnya disebut sebagai sentuhan saja?
  • Sekelompok orang di 2:80 yakin bahwa api tidak akan menyentuh mereka kecuali beberapa hari yang terhitung. Ayat ini memakai akar yang sama, mass, untuk sentuhan Saqar. Keyakinan bahwa akibat akan singkat membuat orang berani menunda tobat kepada Allah. Anggapan seperti itu dapat hidup dalam kalimat sehari-hari, "nanti juga selesai" atau "sekali ini saja". Akibat mana yang selama ini dianggap singkat, padahal ukurannya berada di tangan Allah?
  • Mereka memilih jalan sendiri di dunia, dan di ayat ini mereka diseret tanpa kehendak. Golongan yang di 54:44 menyebut diri pasti menang tidak lagi memilih arah di hari itu. Akar yang sama dipakai untuk awan yang digerakkan angin, bergerak ke mana pun diarahkan. Kebebasan memilih di dunia berlaku selama waktu yang ditetapkan Allah, dan pilihan itu menentukan arah di hari itu. Pilihan mana hari ini yang akan menentukan ke mana diri sendiri dibawa kelak?
  • Di 74:27 Al-Qur'an bertanya, "Dan tahukah engkau apa Saqar itu?" Pertanyaan itu mengakui bahwa Saqar melampaui bayangan pembaca, lalu ayat-ayat sesudahnya menggambarkan sebagian sifatnya. Allah menyebut nama itu agar dikenal sebelum dialami. Orang yang mendengar namanya hari ini masih memiliki waktu, dan orang yang mendengarnya di hari itu mendengar perintah untuk merasakan. Nama itu sudah terdengar hari ini, lalu apa yang berubah karenanya?
  • Gambaran tentang hari itu diberikan sekarang, ketika pembaca masih dapat memilih. Perintah dzuuquu diucapkan kepada para pendosa di hari itu, dan ayat ini dibacakan kepada pembaca hari ini. Jarak antara mendengar dan mengalami termasuk kesempatan yang diberikan Allah. Peringatan yang didengar hari ini dapat mengubah arah, dan peringatan yang sama di hari itu tidak lagi dapat mengubah apa pun. Untuk apa jarak waktu yang masih tersisa itu dipakai?