إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍinnaa kulla syay'in khalaqnaahu bi-qadarinsesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. كُلَّkullasetiap
  3. شَيْءٍsyay'insesuatu
  4. خَلَقْنَاهُkhalaqnaahuKami menciptakannya
  5. بِقَدَرٍbi-qadarindengan ukuran

Inti bacaan

Bi-qadar di ayat-ayat lain menyertai air dan rezeki yang diturunkan (23:18, 42:27, 15:21); di sini cakupannya segala ciptaan. 25:2 memisahkan penciptaan dan penakaran dengan fa-, ayat ini menyatukannya dengan bi-. 33:38 mempertemukan amr dan qadar, seperti 54:49-50.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ, innaa kulla syay'in khalaqnaahu bi-qadarin) yang berarti "sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran". Susunannya mendahulukan (كُلَّ شَيْءٍ, kulla syay'in) yang berarti "segala sesuatu" sebelum kata kerja, lalu kata kerja khalaqnaahu memuat kata ganti -hu yang merujuk kembali kepadanya. Segala sesuatu disebut lebih dulu, kemudian disebut bahwa Kami menciptakannya.

Pembuka innaa, "sesungguhnya Kami", tercatat di surah ini dalam ucapan Allah di 5 ayat. Di 54:19, 54:31, dan 54:34 pembuka itu diikuti arsalnaa, "Kami mengirim", untuk angin, suara menggelegar, dan badai batu, dan di 54:27 untuk unta betina yang dikirim sebagai ujian. Di ayat ini pembuka yang sama diikuti pernyataan tentang penciptaan.

Kata qadar dengan partikel bi-, seperti (بِقَدَرٍ, bi-qadarin) yang berarti "dengan ukuran", tercatat di 6 ayat. Di 5 ayat lainnya susunan itu menyertai sesuatu yang diturunkan, air hujan di 23:18 dan 43:11, rezeki di 42:27, aliran lembah di 13:17, dan perbendaharaan segala sesuatu di 15:21, (وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ, wa-maa nunazziluhu illaa bi-qadarin ma'luumin) yang berarti "dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu". Di ayat ini ukuran itu diperluas kepada segala sesuatu yang diciptakan. Di surah ini akar ق-د-ر sudah muncul di 54:12, ketika air langit dan air bumi bertemu sesuai ketetapan yang telah ditentukan.

Susunan serupa tercatat di 25:2, (وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا, wa-khalaqa kulla syay'in fa-qaddarahu taqdiiran) yang berarti "dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukurannya dengan setepat-tepatnya". Di 25:2 penciptaan dan penetapan ukuran disebut berurutan dengan partikel fa-, sedangkan di ayat ini ukuran melekat pada penciptaan dengan partikel bi-. Di 65:3 tercatat (قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا, qad ja'ala llaahu li-kulli syay'in qadran) yang berarti "sungguh Allah telah menjadikan bagi setiap sesuatu ukurannya".

Kata qadar dalam berbagai bentuknya tercatat di 10 ayat, dan maknanya meliputi ukuran benda dan ukuran waktu. Di 77:22 janin berada di dalam rahim (إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ, ilaa qadarin ma'luumin) yang berarti "sampai waktu yang ditentukan". Di 33:38 kata itu bertemu dengan kata amr, (وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا, wa-kaana amru llaahi qadaran maqduuran) yang berarti "dan ketetapan Allah adalah ketentuan yang telah ditentukan". Pertemuan qadar dan amr di 33:38 terulang di surah ini pada dua ayat yang bersebelahan, qadar di ayat ini dan amr di 54:50.

Tafsiran

Ayat ini datang sesudah gambaran para pendosa yang diseret ke dalam api, dan menempatkan gambaran itu di bawah ukuran. Angin, suara, dan badai batu di surah ini dikirim dengan pembuka yang sama, innaa arsalnaa (54:19, 54:31, 54:34), dan ayat ini memakai pembuka itu untuk menyatakan bahwa segala sesuatu diciptakan dengan ukuran. Kebinasaan kaum-kaum itu tidak digambarkan sebagai ledakan kemarahan tanpa takaran.

Air bah di 54:12 sudah disebut bertemu sesuai ketetapan yang telah ditentukan, dan ayat ini meluaskan pernyataan itu kepada segala sesuatu. Waktu Saat itu (54:46), peringatan yang datang kepada setiap kaum, dan masa tangguh sebelum azab termasuk dalam cakupan kata kull syay'. Tidak ada bagian dari kisah-kisah itu yang berada di luar ukuran.

Ayat-ayat lain yang memakai bi-qadar kebanyakan berbicara tentang air dan rezeki yang diturunkan, sehingga ukuran di ayat ini mencakup nikmat maupun azab. Dengan ayat ini surah beralih dari gambaran akibat kepada pernyataan tentang Pencipta yang mengukur, dan 54:50 menyusul dengan cepatnya perintah-Nya. Makna waktu pada kata qadar, seperti di 77:22, membuat ukuran di ayat ini meliputi saat terjadinya sesuatu, sehingga ketepatan waktu Saat itu termasuk dalam ukuran yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Segala sesuatu diciptakan dengan ukuran, termasuk kejadian yang terasa kebetulan. Peristiwa yang datang tiba-tiba sering dibaca sebagai kekacauan tanpa arah. Ayat ini menyatakan bahwa Allah menetapkan ukuran bagi segala sesuatu, dan pernyataan itu memberi ketenangan bagi orang yang menghadapi kejadian yang tidak dipahaminya. Ukuran itu tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi keberadaannya dinyatakan, dan di 65:3 pernyataan itu disebut bersama tawakal. Kejadian mana yang selama ini dianggap kebetulan, padahal berada dalam ukuran-Nya?
  • Di 42:27 Allah menyebut bahwa seandainya rezeki dilapangkan bagi hamba-hamba-Nya, mereka akan melampaui batas, sehingga Dia menurunkannya dengan ukuran yang Dia kehendaki. Takaran rezeki dapat terasa sempit, padahal takaran itu termasuk penjagaan. Orang sering meminta lebih tanpa bertanya apakah dirinya siap menanggungnya. Rezeki mana yang terasa kurang hari ini, dan apakah takaran itu mungkin sedang menjaga diri dari sesuatu?
  • Air hujan di 23:18 disebut diturunkan dengan ukuran, lalu ditempatkan di bumi, dan Allah menyebut diri-Nya kuasa melenyapkannya. Air yang mengalir di pipa dan sumur berasal dari takaran itu. Orang yang mengelola air sedang mengurus titipan yang diukur Allah, dan pemborosan air mengabaikan ukuran yang sudah ditetapkan. Pengelolaan yang cermat dapat menjadi cara menghormati takaran-Nya. Bagaimana air yang dipakai hari ini diperlakukan, sebagai milik sendiri atau sebagai titipan yang terukur?
  • Azab atas lima kaum di surah ini datang dengan ukuran, dan ayat ini menyatakannya sesudah gambaran api. Keadilan Allah tidak melampaui takaran perbuatan manusia, dan di 6:160 keburukan tidak dibalas kecuali seimbang dengannya. Orang sering membalas kesalahan orang lain melampaui ukuran kesalahannya, karena marah atau karena merasa berkuasa. Ukuran yang dipakai Allah dapat menjadi cermin bagi cara manusia membalas. Balasan mana yang pernah diberikan melampaui ukuran kesalahan orang lain?
  • Di 57:22-23 Allah menyebut bahwa musibah sudah tertulis sebelum terjadi, agar manusia tidak bersedih berlebihan atas yang luput dan tidak terlalu gembira atas yang diberikan. Ukuran yang ditetapkan Allah memberi dasar bagi sikap yang tenang dalam kehilangan maupun keberhasilan. Orang yang memahami takaran tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan keadaan. Kehilangan atau keberhasilan mana yang pernah mengguncang diri melampaui ukurannya?
  • Segala sesuatu diciptakan dengan ukuran, termasuk diri setiap orang, kekuatannya, waktunya, dan kesanggupannya. Di 2:286 Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Orang dapat lelah karena memikul sesuatu di luar ukurannya, atau lalai karena memikul kurang dari ukurannya. Mengenal ukuran diri termasuk mengenal ciptaan Allah. Beban mana yang sedang dipikul melampaui ukuran diri, dan kewajiban mana yang dipikul kurang dari kesanggupan yang diberikan-Nya?