وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang mereka perbuat ada dalam kitab-kitab catatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُwa-kullu syay'in fa'aluuhudan segala sesuatu yang mereka perbuat
- فِي الزُّبُرِfii z-zuburiada dalam kitab-kitab catatan
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَكُلُّwa-kulludan setiap
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- فَعَلُوهُfa'aluuhumereka melakukannya
- فِيfiidalam
- الزُّبُرِz-zuburikitab-kitab
Inti bacaan
Bentuk fa'aluuhu tercatat di 5 ayat, antara lain 6:112 dan 6:137, yang menyatakan bahwa seandainya Tuhan berkehendak, mereka tidak akan mengerjakannya. Di sini kata yang sama menyebut isi zubur. Pencatatan ini datang tepat sesudah deret kebinasaan umat-umat terdahulu.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ, wa-kullu syay'in fa'aluuhu) yang berarti "dan segala sesuatu yang mereka perbuat". Kata kull, "segala", berkedudukan sebagai pokok kalimat, dan kata kerja fa'aluuhu membawa dua kata ganti, -uu untuk "mereka" sebagai pelaku dan -hu yang kembali kepada syay', "sesuatu". Kata kerja itu berbentuk lampau, sehingga yang dimaksud perbuatan yang sudah dikerjakan. Di surah ini akar ف-ع-ل tidak dipakai di ayat lain.
Susunan ini sejajar dengan 54:49, (إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ, innaa kulla syay'in khalaqnaahu bi-qadarin) yang berarti "sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran". Kedua ayat memuat kull syay' yang disusul kata kerja lampau berakhiran -hu. Di 54:49 pelakunya Kami dan perbuatannya menciptakan, sedangkan di ayat ini pelakunya mereka dan perbuatannya berbuat. Bentuk katanya pun berbeda, karena kulla di 54:49 berupa objek yang didahulukan, sedangkan kullu di ayat ini berupa pokok kalimat yang keterangannya datang di akhir.
Keterangan itu (فِي الزُّبُرِ, fii z-zuburi) yang berarti "ada dalam kitab-kitab catatan". Akar dan sebaran kata zubur sudah diuraikan di 54:43. Susunan fii z-zuburi tercatat di 2 ayat, dan keduanya berada di surah ini. Di 54:43 susunan itu hadir dalam (أَمْ لَكُمْ بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ, am lakum baraa'atun fii z-zuburi) yang berarti "ataukah kalian mempunyai jaminan kebebasan dalam kitab-kitab". Di sana zubur disebut sebagai tempat yang mungkin memuat jaminan kebebasan, dan di ayat ini zubur disebut memuat segala yang mereka perbuat. Isi yang disebut, yaitu perbuatan, membuat zubur di ayat ini terbaca sebagai kitab-kitab catatan.
Bentuk jamak zubur sejalan dengan ayat-ayat lain yang menyebut catatan perbuatan dengan kata kitaab. Di 17:13 setiap manusia disebut akan menjumpai kitabnya dalam keadaan terbuka, dan 17:14 menyambungnya dengan (اقْرَأْ كِتَابَكَ, iqra' kitaabaka) yang berarti "bacalah kitabmu". Di 45:28 setiap umat dipanggil kepada kitabnya, dan 45:29 menyebut (إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, innaa kunnaa nastansikhu maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "sesungguhnya Kami telah mencatat apa yang kalian kerjakan". Catatan yang dimiliki setiap orang dan setiap umat terhimpun menjadi banyak kitab.
Kata ganti -uu pada (فَعَلُوهُ, fa'aluuhu) yang berarti "mereka perbuat" menunjuk "mereka". Rujukan terdekatnya asyyaa'akum di 54:51, golongan yang sudah dibinasakan, dan ayat ini tidak menyebut batas lain bagi kata ganti itu. Ayat sesudahnya meluaskan cakupan catatan itu kepada segala yang kecil dan besar tanpa menyebut pelakunya.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan pembicaraan dari kebinasaan yang terlihat ke catatan yang tidak terlihat. Kaum-kaum di 54:51 sudah binasa, dan jejak kebinasaan itu dapat disaksikan. Ayat ini menambahkan bahwa perbuatan mereka tidak ikut lenyap bersama mereka, karena semuanya ada dalam zubur. Kekalahan dan kebinasaan di dunia (54:45, 54:51) belum menutup perkara, sebab Saat itu sudah ditetapkan sebagai waktu yang dijanjikan bagi mereka (54:46), dan catatan itu menunggu di sana.
Letaknya sesudah 54:43 memberi jawaban atas pertanyaan di ayat itu. Orang-orang yang disapa ditanya apakah mereka punya baraa'ah dalam zubur, jaminan yang membebaskan mereka dari nasib kaum-kaum terdahulu. Ayat ini memperlihatkan bahwa zubur berisi perbuatan, seluruhnya, dan jaminan yang dibayangkan itu tidak tercatat di antaranya.
Kesejajaran dengan 54:49 menempatkan dua kull syay' berdampingan di penutup surah. Segala yang Allah ciptakan diciptakan dengan ukuran, dan segala yang manusia perbuat tercatat. Penakaran di satu sisi dan pencatatan di sisi lain memperlihatkan bahwa ciptaan dan perbuatan sama-sama berada dalam pengetahuan-Nya, yang satu sebelum terjadi dan yang lain sesudah terjadi. Urutan ayat-ayat penutup ini bergerak dari penciptaan (54:49), perintah (54:50), kebinasaan (54:51), dan catatan (54:52-53), menuju balasan (54:54-55).
Renungan dan Hikmah
- Banyak perbuatan dilupakan pelakunya tidak lama sesudah dikerjakan. Ucapan yang menyakitkan, janji yang tidak ditepati, atau pertolongan kecil yang diberikan diam-diam tenggelam di bawah kesibukan hari berikutnya. Di 58:6 perbuatan manusia disebut dengan dua kata kerja yang berseberangan, (أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ, ahshaahu llaahu wa-nasuuhu) yang berarti "Allah menghitungnya, sedang mereka melupakannya". Lupa tidak menghapus catatan, dan ingatan yang pendek tidak memendekkan zubur.
- Orang yang merasa aman sering bersandar pada sesuatu yang dianggapnya jaminan, seperti keturunan, kelompok, atau kebaikan di masa lalu. Pertanyaan di 54:43 menyentuh sandaran semacam itu, dan ayat ini memperlihatkan isi zubur yang sesungguhnya. Perbuatan tidak dapat ditukar dengan status, dan keanggotaan dalam sebuah kelompok tidak tercatat sebagai amal. Jaminan yang tersedia di sisi Allah berasal dari apa yang dikerjakan, dan itu terbuka bagi siapa saja.
- Catatan itu jamak, dan 17:13-14 memperlihatkan bahwa setiap manusia akan menjumpai kitabnya sendiri lalu diminta membacanya. Allah menyebut pembacanya sebagai penghitung atas dirinya sendiri. Di 17:15 ditegaskan bahwa seorang pemikul beban tidak memikul beban orang lain. Catatan orang lain tidak dapat dipinjam untuk menutupi kekurangan, dan kesalahan orang lain tidak dapat dipakai untuk membela diri. Setiap orang berdiri di hadapan tulisannya sendiri.
- Kata kerja lampau fa'aluuhu menyebut perbuatan yang sudah selesai, dan perbuatan yang sudah lewat tidak dapat ditarik kembali. Kabar itu dapat terasa berat bagi orang yang menyesali masa lalunya. Di 25:70 Allah menyebut orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, lalu (يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ, yubaddilu llaahu sayyi'aatihim hasanaatin) yang berarti "Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan". Catatan itu lengkap, dan selama waktu masih diberikan, isinya masih dapat diubah lewat tobat dan amal saleh.
- Manusia hidup di antara dua kull syay'. Segala yang datang kepadanya dari luar diciptakan dengan ukuran dari Allah (54:49), dan segala yang keluar darinya tercatat (54:52). Bagian pertama menuntut penerimaan, dan bagian kedua menuntut kehati-hatian. Sebagian orang membalik keduanya, gelisah terhadap takaran yang datang dari-Nya lalu ringan terhadap perbuatannya sendiri, padahal kendali manusia terletak pada bagian kedua.
- Ayat ini berbicara tentang mereka, kaum-kaum yang sudah dibinasakan, sehingga orang yang membacanya mudah merasa sedang membaca catatan orang lain. Ayat berikutnya meluaskan cakupannya kepada segala yang kecil dan besar tanpa menyebut pelaku, dan pembacaan tentang mereka berubah menjadi cermin. Kaum-kaum itu tidak lagi sempat memperbaiki catatannya, sedangkan orang yang masih hidup masih sempat. Kalau catatan kaum-kaum itu sudah tersusun lengkap, bagaimana dengan catatan milik orang yang sedang membacanya hari ini?