فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ
di tempat yang disenangi di sisi raja yang berkuasa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فِي مَقْعَدِ صِدْقٍfii maq'adi shidqindi tempat yang disenangi
- عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ'inda maliikin muqtadirindi sisi raja yang berkuasa
Terjemahan per kata (6 kata)
- فِيfiidi
- مَقْعَدِmaq'aditempat duduk
- صِدْقٍshidqinkebenaran
- عِنْدَ'indadi sisi
- مَلِيكٍmaliikinYang Maha Berkuasa
- مُقْتَدِرٍmuqtadirinYang Mahakuasa
Inti bacaan
Penutup Al-Qamar dengan kedekatan istimewa: 'di tempat yang disenangi di sisi Raja Yang Berkuasa', puncak kenikmatan digambarkan bukan sekadar kesenangan fisik, melainkan kedekatan dengan sumber otoritas tertinggi, nilai relasional di atas nilai material semata.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menggambarkan kedudukan terhormat orang-orang bertakwa, langsung di sisi kekuasaan tertinggi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup surah dengan menyebut kedekatan, bukan kenikmatan. Di sisi-Nya. Itu upahnya.
- Tempatnya disebut disenangi, bukan indah. Yang dinilai rasanya. Bukan rupanya.
- Sebutan raja yang berkuasa dipakai Allah di ujung. Sesudah kisah kaum yang binasa. Yang berkuasa juga yang mendekatkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.