بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

الرَّحْمَٰنُ

Ar-Rahman,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. الرَّحْمَٰنُar-rahmaanuAr-Rahman

Terjemahan per kata (1 kata)

  1. الرَّحْمَٰنُar-rahmaanuAr-Rahman

Inti bacaan

Menyebut Ar-Rahman sebelum membuka mushaf atau memulai pekerjaan menempatkan kegiatan itu di bawah naungan kasih-Nya, sebagaimana surah ini menaruh nama itu di depan seluruh isinya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari satu kata, (الرَّحْمَٰنُ, ar-rahmaanu) yang berarti "Ar-Rahman". Kata ini berakar ر-ح-م, akar yang juga membentuk rahmah, kasih sayang, dan di surah ini akar itu tidak dipakai di ayat lain. Kata rahmaan tercatat di 56 ayat, dan di seluruh kemunculannya kata itu menyebut Allah. Enam belas di antaranya berada di Surah Maryam, sedangkan di surah ini kata itu hadir sekali, sebagai kata pertama.

Di 17:110 nama ini disebut berdampingan dengan nama Allah, (قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ, quli d'uu llaaha awi d'uu r-rahmaana) yang berarti "katakanlah, serulah Allah atau serulah Ar-Rahman", lalu ayat itu melanjutkan bahwa nama mana saja yang diseru, milik-Nya nama-nama yang terindah. Karena Al-Qur'an sendiri memperlakukannya sebagai nama yang diseru, terjemahan ini menuliskannya sebagai nama, Ar-Rahman, di ke-56 ayat itu.

Ayat yang dibuka dengan kata ini tercatat di tiga tempat. Di 1:3 kata itu menyambung 1:2 sebagai sebutan bagi Tuhan seisi alam, sedangkan di 20:5 dan di ayat ini kata itu berdiri di depan sebagai pokok kalimat. Di 20:5 keterangannya menyusul di ayat yang sama, (الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ, ar-rahmaanu 'alaa l-'arsyi stawaa) yang berarti "Ar-Rahman bersemayam di atas Arasy". Di surah ini ayat pertama berhenti pada nama itu, dan kata kerja pertama yang menerangkannya baru datang di 55:2.

Tiga ayat sesudahnya dibuka dengan kata kerja lampau, 'allama di 55:2, khalaqa di 55:3, dan 'allamahu di 55:4. Ketiganya berbentuk orang ketiga tunggal dan tidak disertai pelaku yang disebut dengan kata tersendiri, sehingga pelakunya kembali kepada ar-rahmaan. Keempat ayat dari 55:2 sampai 55:5 juga tidak dibuka dengan kata sambung wa-, dan kata sambung itu baru membuka ayat di 55:6, (وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ, wa-n-najmu wa-sy-syajaru) yang berarti "dan bintang serta pepohonan". Pembuka surah ini tersusun dari kalimat-kalimat pendek yang berjajar tanpa penghubung di awalnya, dan semuanya bertumpu pada satu nama di ayat pertama.

Ayat pertama yang terdiri dari satu kata tercatat di 26 surah. Sembilan belas di antaranya berupa huruf-huruf terpisah, seperti di 2:1 dan 36:1, empat berupa sumpah (52:1, 89:1, 93:1, 103:1), dan dua berupa kata benda yang langsung ditanyakan maknanya. Di 69:1-2 kata al-haaqqah disusul (مَا الْحَاقَّةُ, maa l-haaqqatu) yang berarti "apakah Kepastian itu?", dan pola yang sama dipakai di 101:1-2. Ayat pembuka surah ini berupa nama Allah, dan ayat-ayat sesudahnya menyambungnya dengan perbuatan.

Nama ini tidak diulang di sepanjang surah. Ciri surah ini berupa pertanyaan (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa) yang berarti "maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah". Pertanyaan itu tercatat di 31 ayat, semuanya di surah ini, dan kemunculan pertamanya berada di 55:13. Pertanyaan itu menyebut Dia dengan kata rabb, Tuhan, sedangkan nama yang membuka rangkaian nikmat itu ar-rahmaan.

Tafsiran

Ayat ini membuka surah dengan sebuah nama, dan seluruh rangkaian pemberian yang menyusul bertumpu kepadanya. Pengajaran Al-Qur'an, penciptaan manusia, kemampuan menjelaskan, matahari dan bulan, bintang dan pepohonan, langit yang ditinggikan, dan timbangan yang diletakkan disebut sesudah nama itu, dan tidak ada pelaku lain yang disebut di antara semuanya. Kasih yang terkandung dalam akar ر-ح-م diperlihatkan lewat daftar perbuatan, dan daftar itu dibuka dengan pengajaran.

Di 25:60 orang-orang yang disuruh sujud kepada Ar-Rahman menjawab dengan pertanyaan, (وَمَا الرَّحْمَٰنُ, wa-maa r-rahmaanu) yang berarti "dan apakah Ar-Rahman itu?", dan perintah itu menambah mereka menjauh. Surah ini dapat dibaca berdampingan dengan pertanyaan itu. Di 69:1-2 dan 101:1-2 kata pembuka surah disusul pertanyaan tentang maknanya, sedangkan di surah ini nama pembuka disusul perbuatan-perbuatan-Nya. Siapa pun yang bertanya tentang Ar-Rahman mendapati jawabannya terurai di dalam surah ini, dari pengajaran di 55:2 sampai taman-taman di bagian akhirnya.

Letaknya sesudah Surah Al-Qamar juga memberi warna. Surah sebelumnya ditutup dengan orang-orang bertakwa di sisi Raja yang berkuasa penuh (54:55), dan surah ini dibuka dengan nama yang berakar pada kasih. Surah ini sendiri ditutup dengan penyebutan nama pula, (تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ, tabaaraka smu rabbika) yang berarti "berkahlah nama Tuhanmu" (55:78), sehingga surah yang dibuka dengan sebuah nama berakhir dengan pujian atas nama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membuka surah ini dengan nama yang berakar pada kasih, padahal isi surahnya juga memuat nyala api dan langit yang terbelah (55:35, 55:37). Ketika seseorang sedang merasa bersalah, gambaran tentang Dia yang lebih dulu terlintas sering berupa murka, karena gambaran itu yang lebih sering didengarnya. Surah ini memperkenalkan-Nya dengan urutan lain, kasih di depan dan peringatan di belakang. Nama apa yang lebih dulu terlintas ketika seseorang teringat kepada-Nya, dan dari mana gambaran itu terbentuk?
  • Pertanyaan "apakah Ar-Rahman itu?" di 25:60 diajukan dengan nada menolak. Siapa pun dapat mengajukan pertanyaan yang sama dengan nada lain, karena ingin mengenal. Surah ini menjawabnya dengan menyebut perbuatan-perbuatan-Nya. Urutannya mulai dari kitab yang diajarkan dan manusia yang diciptakan, lalu matahari serta bulan dengan hitungannya. Pengenalan semacam itu tersedia setiap hari, karena perbuatan yang disebut surah ini hadir di sekitar setiap orang, dari cahaya pagi sampai kemampuannya menyusun kata.
  • Perbuatan pertama yang disebut sesudah nama Ar-Rahman berupa mengajar (55:2). Kasih sayang sering dibayangkan sebagai memberi apa yang diminta dan menjauhkan dari kesulitan, sedangkan pengajaran menuntut waktu, kesabaran, dan kesediaan melihat murid keliru berkali-kali. Di pembuka surah ini Allah memperlihatkan kasih-Nya lewat pengajaran lebih dulu, sebelum menyebut penciptaan dan pemberian lain. Orang tua atau guru yang sabar mengajar sedang memantulkan sebagian kecil dari kasih yang disebut ayat ini.
  • Di 17:110 Allah membolehkan seruan dengan nama Allah atau dengan nama Ar-Rahman, dan menyebut bahwa milik-Nya nama-nama yang terindah. Seseorang yang berdoa dalam keadaan takut dapat memanggil-Nya dengan nama kasih itu. Doa yang dibuka dengan nama Ar-Rahman membawa pengakuan tentang kepada siapa orang itu berharap. Pilihan nama dalam doa ikut membentuk rasa hati orang yang berdoa, dan 17:110 memberi keleluasaan untuk memilih nama yang sesuai dengan keadaannya.
  • Ayat-ayat sesudah ini tidak lagi menyebut pelaku dengan kata tersendiri. Siapa pun yang membaca 55:5 terlepas dari 55:1 akan mendapati matahari dan bulan tanpa keterangan tentang siapa yang menetapkan hitungannya. Kehidupan sehari-hari sering berjalan dengan cara serupa, ketika nikmat datang terus dan pemberinya jarang teringat karena nama-Nya lama tidak disebut. Surah ini meletakkan nama itu di depan sekali, sehingga setiap nikmat yang menyusul terbaca sebagai pemberian dari Dia yang disebut di awal.
  • Surah sebelumnya berakhir dengan sebutan Raja yang berkuasa penuh (54:55), dan surah ini dibuka dengan Ar-Rahman. Kedua sebutan itu menunjuk Dia yang sama. Kuasa tanpa kasih menakutkan, dan kasih tanpa kuasa tidak dapat menjamin apa pun. Orang-orang bertakwa di 54:55 berada di sisi Dia yang berkuasa, dan pembuka surah ini memperkenalkan Dia yang sama dengan nama kasih. Harapan dan rasa segan kepada-Nya bertumpu pada dua sifat itu sekaligus, dan keduanya tidak saling meniadakan.