عَلَّمَ الْقُرْآنَ

telah mengajarkan Al-Qur'an.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عَلَّمَ الْقُرْآنَ'allama l-qur'aanatelah mengajarkan Al-Qur'an

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. عَلَّمَ'allamamengajarkan
  2. الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an

Inti bacaan

Nikmat pertama yang disebut: 'telah mengajarkan Al-Qur'an', penempatan pengajaran wahyu sebagai nikmat utama, mendahului bahkan penciptaan manusia itu sendiri, penegasan prioritas petunjuk atas eksistensi semata.

Penjelasan pilihan kata

Nama Al-Qur'an dipertahankan sesuai teks Arab.

Rangkaian yang menyusun ayat ini tak terulang. Bentuk “telah mengajarkan Al-Qur'an” (عَلَّمَ الْقُرْآنَ, 'allama l-qur'aana) hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata keduanya (الْقُرْآنَ, l-qur'aana) memakai kata sandang, jadi yang diajarkan bukan sembarang bacaan melainkan yang sudah dikenal sebutannya. Dua kata saja, tanpa penyebutan pelaku dan tanpa penyebutan penerima. Pelakunya diambil dari ayat sebelumnya, dan penerimanya tidak disebut sama sekali.

Ketiadaan penerima itu bukan kelalaian. Kalau disebutkan kepada siapa diajarkan, jangkauannya akan tertutup pada mereka. Karena tidak disebutkan, pengajaran itu berdiri sebagai pekerjaan yang tidak dibatasi sasarannya. Bandingkan dengan ayat berikutnya yang menyebut penciptaan manusia (خَلَقَ الْإِنْسَانَ, khalaqa l-insaana) secara terang; di situ penerimanya disebut, di sini tidak.

Letaknya sebelum penciptaan manusia adalah hal yang paling menonjol pada ayat ini. Mengajarkan disebut lebih dahulu daripada mengadakan yang diajar. Susunan itu tidak menyalahi urutan waktu, sebab yang disusun bukan riwayat melainkan daftar. Dan pada daftar, yang disebut lebih dahulu biasanya yang dianggap lebih pokok.

Perbandingan dengan surah yang memuat tiga unsur serupa memperjelas hal itu. Di surah 96 disebut menciptakan manusia (96:2), lalu mengajar dengan pena (96:4), lalu mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (96:5). Tiga unsur yang sama, yaitu mencipta dan dua kali mengajar, tetapi urutannya berbeda. Di sana penciptaan lebih dahulu; di sini pengajaran. Perbedaan urutan pada bahan yang sama itulah yang hendak ditonjolkan masing-masing surah.

Ada satu hal lagi yang mengikat ayat ini kepada seluruh surahnya. Daftar anugerah yang dibuka di sini berjalan terus sampai matahari dan bulan yang beredar menurut perhitungan (55:5), bintang dan pepohonan yang tunduk (55:6), serta langit yang ditinggikan dan timbangan yang ditegakkan (55:7). Semuanya perkara besar yang kasatmata. Dan yang diletakkan paling depan, sebelum semua itu, justru sesuatu yang tak berwujud sama sekali, yaitu pengajaran.

Baru sesudah beberapa anugerah didaftar, pertanyaan yang menjadi ciri surah ini muncul untuk pertama kalinya di 55:13. Pertanyaan itu berulang tiga puluh satu kali dan tak pernah dipakai di luar surah ini. Letak kemunculan pertamanya, yaitu sesudah pengajaran dan penciptaan disebut lebih dahulu, menandai bahwa yang ditanyakan bukan hanya nikmat yang bisa dipegang. Yang paling awal didaftar justru yang paling tak berwujud, dan itu ikut masuk ke dalam pertanyaan yang diulang tiga puluh satu kali itu. Yang tak berwujud pun terhitung nikmat, dan ia yang didahulukan.

Tafsiran

Ayat ini menyebut anugerah pertama yang didaftar surah ini, dan yang paling patut diperhatikan adalah letaknya, bukan isinya. Pengajaran Al-Qur'an disebut sebelum penciptaan manusia.

Urutan seperti itu tidak menyalahi urutan waktu, sebab yang disusun bukan riwayat melainkan daftar. Dan pada sebuah daftar, yang disebut lebih dahulu biasanya yang dianggap lebih pokok. Kalau begitu bacaannya, maka yang ditonjolkan surah ini bukan keberadaan manusia melainkan keterangan yang disediakan untuknya.

Bentuk kalimatnya pun menyingkap sesuatu. Hanya dua kata, tanpa penyebutan pelaku dan tanpa penyebutan penerima. Pelakunya diambil dari ayat sebelumnya yang berdiri sendiri sebagai satu nama. Penerimanya tidak disebut sama sekali, dan ketiadaan itu membuka jangkauannya: kalau disebutkan kepada siapa diajarkan, pengajaran itu akan tertutup pada mereka.

Perbandingan dengan surah 96 mempertajam seluruh bacaan ini. Di sana ada tiga unsur yang sama, yaitu menciptakan manusia (96:2), mengajar dengan pena (96:4), dan mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (96:5). Bahan yang sama, urutan yang berbeda: di sana penciptaan lebih dahulu, di sini pengajaran. Dua surah menyusun unsur yang sama dengan urutan yang berlawanan, dan perbedaan urutan itulah yang menandai apa yang hendak ditonjolkan masing-masing.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mengajarkan sebelum menyebut menciptakan. Yang diajarkan disebut dulu. Yang diciptakan kemudian. Urutan itu bukan urutan waktu kejadian, melainkan urutan penyebutan. Yang disebut lebih dahulu di dalam sebuah daftar biasanya yang dianggap paling menerangkan maksud daftar itu. Di sini yang dianggap paling menerangkan bukan penciptaan, melainkan pengajaran.
  • Urutannya tidak seperti dugaan. Biasanya ada dulu. Di sini diajari dulu. Kalau urutannya mengikuti dugaan biasa, ayat ini akan menyebut penciptaan lebih dahulu lalu pengajaran sesudahnya, dan pembaca akan membacanya sebagai riwayat. Karena dibalik, pembaca terpaksa membacanya sebagai pernyataan tentang apa yang paling utama.
  • Susunan itu dipilih Allah dengan sengaja. Bukan kebetulan urutan. Petunjuk didahulukan atas keberadaan. Menaruh petunjuk di depan juga mengubah kedudukan manusia di dalam surah ini. Ia bukan makhluk yang kebetulan kemudian diberi keterangan, melainkan makhluk yang keterangannya sudah tersedia sebelum ia disebut ada.
  • Allah menyebut pengajarannya tanpa menyebut kepada siapa diajarkan. Ketiadaan itu membuka jangkauannya. Kalau penerimanya disebut, pengajaran itu akan tertutup pada mereka saja. Ketiadaan penerima juga membuat kalimat ini tidak bisa dibaca sebagai riwayat masa lalu yang sudah selesai. Pengajaran tanpa penerima yang disebutkan adalah pengajaran yang masih berlangsung, dan siapa pun yang membaca sedang berdiri di dalamnya.
  • Allah menyebut mengajarkan Al-Quran sebelum menyebut menciptakan manusia. Kalau keterangan didahulukan atas keberadaan yang akan menerimanya, di mana letak membaca dan mempelajarinya dalam urutan kesibukan kita sehari-hari? Urutan kesibukan kita hampir selalu kebalikan dari urutan di ayat ini, dan itu bukan karena kita memutuskannya begitu, melainkan karena tidak pernah memutuskannya sama sekali.
  • Kata kerja mengajarkan muncul dua kali di pembuka surah ini, di ayat ini dan di 55:4, dan di antara keduanya berdiri penciptaan manusia di 55:3. Susunannya rapi: diajarkan kitabnya, diciptakan orangnya, diajarkan kemampuan menerangkannya. Manusia diletakkan persis di tengah dua pengajaran. Yang pertama datang kepadanya, dan yang kedua memungkinkannya meneruskan. Kalau salah satu dilepas, susunan itu runtuh: tanpa yang pertama tidak ada yang diteruskan, dan tanpa yang kedua yang diterima berhenti kepadanya saja. Susunan itu juga menerangkan mengapa Allah menyebut pengajaran dua kali dan penciptaan cuma sekali. Yang diulang bagian yang berhubungan dengan tugas, sedangkan yang disebut sekali bagian yang berhubungan dengan keberadaan. Manusia tidak diminta mengurus keberadaannya sendiri; ia diminta mengurus apa yang diterimanya dan apa yang diteruskannya, dan dua hal itulah yang disebut mengapitnya di sini, satu di sebelum dan satu di sesudah.