Ayat 55:7

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ

Dan langit Dia tinggikan, dan Dia menegakkan timbangan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَاwa-s-samaa'a rafa'ahaadan langit, Dia tinggikan
  2. وَوَضَعَ الْمِيزَانَwa-wadha'a l-miizaanadan Dia menegakkan timbangan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَالسَّمَاءَwa-s-samaa'adan langit
  2. رَفَعَهَاrafa'ahaameninggikannya
  3. وَوَضَعَwa-wadha'adan Dia meletakkan
  4. الْمِيزَانَl-miizaanatimbangan

Inti bacaan

Prinsip kosmik-etis yang menghubungkan langit dan keadilan: 'langit Dia tinggikan, dan Dia menegakkan timbangan', penempatan konsep keseimbangan/timbangan bersebelahan dengan penciptaan langit menyiratkan bahwa keadilan bukan konvensi sosial semata, melainkan prinsip yang tertanam dalam struktur alam semesta.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan penegakan langit dan timbangan keadilan sebagai bagian dari tatanan kosmis.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan langit dengan timbangan. Yang di atas. Dan yang di tangan.
  • Kata kerja yang sejenis dipakai untuk keduanya. Langit ditinggikan, timbangan ditegakkan. Sama-sama didirikan.
  • Keadilan disebut bersama penciptaan, bukan sesudahnya. Allah menaruhnya sebagai bagian tatanan. Bukan aturan yang ditambahkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-m-w, r-f-', w-d-', w-z-n): as-samaa' rafa'ahaa wa wada'a l-miizaan diterjemahkan 'langit Dia tinggikan, & menegakkan timbangan' (akar r-f-' + akar w-d-' + akar w-z-n, miizaan=timbangan/neraca: keseimbangan kosmik yang menjadi dasar keadilan, sepasang 42:17, 57:25). gloss '(keadilan dan keseimbangan)' dibuang.

Ayat 55:8

أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

agar kalian tidak melampaui batas dalam timbangan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِallaa tathghaw fii l-miizaaniagar kalian tidak melampaui batas dalam timbangan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. أَلَّاallaaagar tidak
  2. تَطْغَوْاtathghawkalian melampaui batas
  3. فِيfiidalam
  4. الْمِيزَانِl-miizaanitimbangan

Inti bacaan

Larangan langsung: 'agar kalian tidak melampaui batas dalam timbangan itu', perintah etis konkret yang menuntut kejujuran dalam segala bentuk pengukuran dan penilaian, baik literal (perdagangan) maupun kiasan (penilaian terhadap orang lain).

Penjelasan pilihan kata

Kata 'itu' setelah 'timbangan' dihapus: 'al-miizaani' hanya bermarkah kata sandang takrif merujuk kembali ke 'al-miizaan' pada 55:7, bukan demonstratif dzaalika/haadzaa.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan tujuan penegakan timbangan: agar manusia tidak berlaku curang.

Renungan dan Hikmah

  • Tujuannya disebut sebelum perintahnya. Neraca diletakkan supaya tidak dilanggar. Allah menaruh alasan di depan.
  • Yang dilarang melampaui, bukan mengurangi. Ayat berikutnya baru menyebut mengurangi. Dua sisi yang berbeda.
  • Neraca disebut Allah dua kali berdekatan. Di ayat sebelumnya diletakkan. Di sini dijaga.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-gh-y, w-z-n): allaa tatghaw fii l-miizaan diterjemahkan 'agar kalian tidak melampaui batas dalam timbangan' (akar t-gh-y putaran 124 + akar w-z-n, miizaan kosmik menuntut miizaan moral: larangan curang; tughyaan=melampaui-batas). Selaras.