فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ
padanya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فِيهَا فَاكِهَةٌfiihaa faakihatunpadanya ada buah-buahan
- وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِwa-n-nakhlu dzaatu l-akmaamidan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang
Terjemahan per kata (5 kata)
- فِيهَاfiihaapadanya
- فَاكِهَةٌfaakihatunbuah-buahan
- وَالنَّخْلُwa-n-nakhludan pohon kurma
- ذَاتُdzaatuyang mempunyai
- الْأَكْمَامِl-akmaamikelopak
Inti bacaan
Memakan buah dengan perlahan sambil menyebut nama Allah, lalu menyisihkan sebagian untuk tetangga ketika pohon di halaman sedang berbuah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ, fiihaa faakihatun wa-n-nakhlu dzaatu l-akmaami) yang berarti "padanya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang". Kata (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "padanya" membawa akhiran -haa yang kembali kepada bumi di 55:10. Keterangan tempat itu didahulukan, lalu isi bumi disebut sesudahnya tanpa kata kerja, seperti matahari dan bulan di 55:5. Daftar yang dimulai di sini berlanjut ke 55:12 dan berhenti di depan refrein pertama di 55:13.
Kata (فَاكِهَةٌ, faakihatun) yang berarti "buah-buahan" berakar ف-ك-ه, dan kata ini tercatat di 11 ayat. Sembilan di antaranya menggambarkan isi taman balasan, misalnya 36:57, 43:73, 44:55, dan 56:20. Dua ayat lainnya menyebut hasil bumi, ayat ini dan 80:31, tempat buah-buahan dan rerumputan menutup daftar makanan yang dimulai dengan (فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ, fa-l-yanzhuri l-insaanu ilaa tha'aamihi) yang berarti "maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya" (80:24). Di surah ini sendiri kata faakihah hadir tiga kali, di sini untuk bumi, lalu di 55:52 dan 55:68 untuk taman-taman.
Kata (وَالنَّخْلُ, wa-n-nakhlu) yang berarti "dan pohon kurma" berakar ن-خ-ل, akar yang tercatat di 20 ayat, dan kata nakhl sendiri tercatat di 11 ayat. Pohon kurma menjadi pohon pertama yang disebut dengan namanya di surah ini, dan namanya kembali di 55:68 bersama buah-buahan, (فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ, fiihimaa faakihatun wa-nakhlun wa-rummaanun) yang berarti "di dalam keduanya ada buah-buahan, pohon kurma, dan delima". Di 50:10 pohon yang sama digambarkan (وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ, wa-n-nakhla baasiqaatin lahaa thal'un nadhiidun) yang berarti "dan pohon-pohon kurma yang tinggi yang mayangnya bersusun-susun".
Susunan (ذَاتُ الْأَكْمَامِ, dzaatu l-akmaami) yang berarti "yang mempunyai kelopak mayang" menerangkan pohon kurma saja. Kata akmaam tercatat di 2 ayat, di sini dan di 41:47, (وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرَاتٍ مِنْ أَكْمَامِهَا, wa-maa takhruju min tsamaraatin min akmaamihaa) yang berarti "dan tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya", lalu kalimat itu ditutup dengan kabar bahwa semuanya terjadi dengan pengetahuan-Nya. Di sana akmaam menyebut pembungkus tempat buah terbentuk sebelum keluar. Terjemahan ini memakai "kelopak mayang" di ayat ini karena pembungkus itu melekat pada pohon kurma.
Kata dzaatu, "yang mempunyai", bentuk perempuan dari dzuu, dan surah ini memakai keluarga kata itu di lima ayat. Tiga di antaranya menyebut milik tumbuhan, kelopak di ayat ini, jerami di 55:12, dan dahan-dahan di 55:48. Dua lainnya menyebut milik Tuhan, (ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ, dzuu l-jalaali wa-l-ikraami) yang berarti "yang memiliki kebesaran dan kemuliaan" di 55:27, lalu susunan yang sama dalam bentuk dzii di ayat terakhir surah, 55:78.
Tafsiran
Ayat ini mulai merinci bumi yang diletakkan untuk makhluk di 55:10, dan rincian pertamanya berupa makanan. Buah-buahan disebut lebih dulu dalam bentuk umum, lalu satu pohon disebut dengan namanya, disertai bagian yang membungkus buahnya sebelum matang. Susunan itu bergerak dari yang umum ke yang rinci, dan rincian yang dipilih berupa bagian yang jarang diperhatikan orang yang memakan buahnya.
Kelopak itu mengarah ke 41:47, tempat buah yang keluar dari kelopaknya disebut berada dalam pengetahuan Allah bersama perempuan yang mengandung dan melahirkan. Proses yang tertutup dari mata manusia disebut di sana sebagai wilayah pengetahuan-Nya. Di surah ini proses yang sama disebut sebagai bagian dari pemberian, sehingga pembungkus yang menutupi buah ikut terhitung sebagai nikmat.
Kata faakihah di surah ini mengikat bumi dengan taman balasan. Buah-buahan dan pohon kurma disebut untuk seluruh makhluk di ayat ini, lalu disebut lagi di 55:68 bagi orang yang takut akan kedudukan Tuhannya (55:46). Sebagian besar kemunculan faakihah di Al-Qur'an menggambarkan taman-taman itu, dan ayat ini memakai kata yang sama untuk buah yang dapat dipetik di dunia. Pemberian di bumi dan balasan di taman disebut dengan nama yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Di 80:24 manusia diminta memperhatikan makanannya, dan daftar yang menyusul menyebut biji-bijian, anggur, zaitun, pohon kurma, dan buah-buahan di antara isinya. Sepiring buah di meja jarang dipandang lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk memakannya. Allah menyebut buah-buahan dan pohon kurma di ayat ini sebelum bertanya nikmat mana yang didustakan, sehingga makanan sehari-hari menjadi bahan pertama pertanyaan itu. Berapa banyak buah yang dimakan seseorang dalam sepekan tanpa sekali pun teringat siapa yang menumbuhkannya?
- Buah kurma terbentuk di dalam kelopak sebelum terlihat, dan 41:47 menyebut buah yang keluar dari kelopaknya berada dalam pengetahuan Allah. Banyak hal baik dalam hidup sedang tumbuh di tempat yang tertutup, seperti anak yang belajar, usaha yang baru dirintis, atau doa yang belum dijawab. Kelopak memberi waktu bagi buah untuk matang tanpa terburu-buru. Orang yang menunggu hasil dari kerja panjangnya dapat mengingat bahwa masa tertutup itu juga berada dalam pengetahuan-Nya.
- Di 19:23 rasa sakit melahirkan memaksa Maryam ke pangkal pohon kurma, dan di 19:25 Maryam diperintah (وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ, wa-huzzii ilayki bi-jidz'i n-nakhlati) yang berarti "dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu", lalu pohon itu menjatuhkan kurma yang masak lagi segar. Pohon yang disebut namanya di ayat ini pernah menjadi tempat pertolongan Allah bagi seorang perempuan yang mengasingkan diri ke tempat yang jauh (19:22). Pertolongan datang lewat benda yang dekat, dan perempuan itu tetap diminta menggerakkan tangannya.
- Buah-buahan dan pohon kurma disebut di ayat ini untuk seluruh makhluk, lalu disebut lagi di 55:68 sebagai isi taman bagi orang yang takut kepada kedudukan Tuhannya. Buah yang dimakan hari ini dapat dibaca sebagai pengingat tentang buah yang dijanjikan. Rasa manis yang singkat di dunia menunjuk kepada pemberian yang lebih panjang. Orang yang bersyukur atas buah di bumi sedang berjalan ke arah taman yang disebut dengan kata yang sama.
- Surah ini memakai kata dzuu untuk kelopak yang dimiliki pohon kurma, jerami yang dimiliki biji-bijian, dan dahan yang dimiliki pohon di taman. Kata yang sama dipakai untuk Tuhan, yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Milik tumbuhan melekat dan melindungi, sedangkan wajah Tuhan yang memiliki kebesaran itu tetap kekal sesudah semua yang ada di atas bumi binasa (55:26-27). Pemilik kebun di dunia sedang memegang titipan, dan kebesaran yang disandarkan kepada Dia tidak berpindah ke tangan siapa pun.
- Di 6:141 pohon kurma disebut di antara tanaman yang ditumbuhkan Allah, lalu datang perintah (كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ, kuluu min tsamarihi idzaa atsmara wa-aatuu haqqahu yawma hashaadihi) yang berarti "makanlah buahnya apabila ia berbuah, dan berikanlah haknya pada waktu memetik hasilnya". Buah yang disebut sebagai pemberian di ayat ini membawa hak orang lain di dalamnya. Hari panen menjadi saat bersyukur sekaligus saat berbagi, dan keduanya diperintahkan dalam satu kalimat.