وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ

biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِwa-l-habbu dzuu l-'ashfibiji-bijian yang berkulit
  2. وَالرَّيْحَانُwa-r-rayhaanudan bunga-bunga yang harum baunya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَالْحَبُّwa-l-habbudan biji-bijian
  2. ذُوdzuupemilik
  3. الْعَصْفِl-'ashfidaun kering
  4. وَالرَّيْحَانُwa-r-rayhaanudan tumbuhan wangi

Inti bacaan

Keragaman lanjutan hasil bumi: 'biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya', kombinasi kebutuhan pokok (biji-bijian sebagai pangan) dan keindahan estetis (bunga harum) menegaskan bahwa anugerah mencakup baik kebutuhan fungsional maupun kenikmatan sensorik.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi gambaran kelimpahan bumi dengan biji-bijian dan tanaman harum.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut yang mengenyangkan dan yang mewangi. Biji-bijian. Dan bunga harum.
  • Yang satu untuk perut, yang lain untuk hidung. Bukan cuma kebutuhan. Kesenangan juga.
  • Kulitnya ikut disebut. Allah tidak melewatinya. Bungkusnya bagian dari rancangannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).