فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein pertama, ditujukan kepada dua kelompok (manusia dan jin): 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pertanyaan retoris yang menuntut jawaban jujur atas rangkaian nikmat yang baru disebutkan, mekanisme refleksi berulang yang memaksa penerima pesan berhenti sejenak menghitung anugerah alih-alih menganggapnya biasa saja.
Penjelasan pilihan kata
Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi.
Tafsiran
Ayat ini menjadi refrain pertama: menantang jin dan manusia untuk menyebutkan nikmat mana yang dapat mereka dustakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengulang pertanyaan ini tiga puluh satu kali di surah yang sama. Kalimatnya persis sama. Yang diulang sebanyak itu bukan keterangan, melainkan ajakan berhenti sejenak tiap kali.
- Sapaan yang Dia pakai kalian berdua: jin dan manusia. Bukan salah satu. Pertanyaan itu diajukan kepada dua jenis makhluk sekaligus.
- Yang Allah sebut nikmat mencakup penciptaan manusia dari tanah kering dan jin dari api. Termasuk keberadaan itu sendiri. Yang dihitung sebagai pemberian dimulai dari adanya yang menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan diterjemahkan 'nikmat Tuhan kalian mana yang kalian dustakan' (akar '-l-w + akar r-b-b + akar k-dz-b, refrein bentuk-dual (kalian-berdua = jin & manusia); menuntut pengakuan atas nikmat yang terbukti; berulang 31× dalam surah). Selaras.