فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kedua setelah penciptaan manusia dan jin: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang kini menyoroti nikmat eksistensi itu sendiri, penegasan bahwa keberadaan pun merupakan anugerah yang mudah dilupakan.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah menyebut penciptaan manusia dan jin.

Renungan dan Hikmah

  • Refreinnya datang sesudah asal-usul keduanya disebut. Tanah kering dan nyala api. Keberadaan pun dihitung nikmat.
  • Yang baru disebut bukan pemberian, melainkan penciptaan. Allah menghitung adanya kita sebagai nikmat. Ada itu sendiri sudah pemberian.
  • Pertanyaannya muncul sangat awal di surah. Allah tidak menunggu daftar panjang selesai. Dua ayat saja sudah cukup untuk menagih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (akar '-l-w + akar k-dz-b, refrein). Selaras.