فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka, dengan yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Mencatat 19:67 di sampul buku harian, kemudian mengulang bacaannya tiap bangun tidur sebelum menyentuh ponsel, sebagai pengingat bahwa diri ini dahulu tiada.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani) yang berarti "maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan". Kalimat ini hadir untuk kedua kalinya dari tiga puluh satu kemunculan, dengan kata-kata yang tidak berubah. Uraian tentang fa-bi-ayyi, aalaa', rabbikumaa, dan tukadzdzibaani ada di 55:13, dan uraian di sini membahas letak refrein di sepanjang surah.
Refrein ini hadir di ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77. Tiga puluh satu kemunculan itu menyisakan tiga puluh jarak. Dua puluh enam jarak berukuran dua ayat, sehingga satu ayat berdiri di antara dua refrein. Empat jarak berukuran tiga ayat, yaitu 55:13 ke 55:16, 55:18 ke 55:21, 55:25 ke 55:28, dan 55:42 ke 55:45, dan ayat ini menutup jarak tiga ayat yang pertama.
Di keempat jarak tiga ayat itu, dua ayat di antara refrein bersambung menjadi satu rangkaian. Di 55:15 ayat kedua dibuka dengan (وَخَلَقَ الْجَانَّ, wa-khalaqa l-jaanna) yang berarti "dan Dia menciptakan jin", sehingga penciptaan manusia dan jin berdiri sebagai pasangan. Di 55:20 ayat kedua dibuka dengan (بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ, baynahumaa barzakhun) yang berarti "di antara keduanya ada pembatas", dan kata ganti -humaa menunjuk dua laut di ayat sebelumnya. Di 55:27 ayat kedua dibuka dengan (وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ, wa-yabqaa wajhu rabbika) yang berarti "dan wajah Tuhanmu tetap kekal", berhadapan dengan segala yang binasa di 55:26. Di 55:44 kalimat tentang Jahanam berlanjut dengan (يَطُوفُونَ بَيْنَهَا, yathuufuuna baynahaa) yang berarti "mereka berkeliling di antaranya". Setiap pasangan memuat dua hal yang disebut bersama sebelum pertanyaan diajukan lagi.
Letak ayat ini juga menandai lengkapnya pihak yang disapa. Akhiran pada rabbikumaa dalam refrein menyapa dua pihak, dan sebelum 55:15 surah ini baru menyebut manusia, di 55:3 dan 55:14. Kata (الْجَانَّ, l-jaanna) yang berarti "jin" baru hadir di 55:15, sehingga refrein di ayat ini menjadi refrein pertama yang datang sesudah kedua golongan disebut dengan nama golongannya masing-masing. Bentuk dua pada refrein juga bertemu dengan kata-kata berbentuk dua di sekitarnya, dan hitungannya diuraikan di 55:18.
Refrein pertama datang sesudah dua belas ayat yang menyebut pengajaran Al-Qur'an, penciptaan manusia, matahari dan bulan, langit dan timbangan, serta bumi dan hasilnya. Refrein kedua datang sesudah dua ayat tentang bahan penciptaan kedua penerima pertanyaan. Huruf fa- di awal refrein menautkan pertanyaan dengan hal yang baru disebut, sehingga penciptaan manusia dari tanah liat kering dan penciptaan jin dari nyala api ikut masuk ke dalam aalaa' yang ditanyakan.
Tafsiran
Ayat ini mengajukan pertanyaan yang sama kepada penerima yang baru saja diperkenalkan. Di 55:13 pertanyaan itu datang sebelum surah menyebut siapa kedua pihak yang disapa. Di ayat ini keduanya sudah disebut beserta bahannya, manusia dari tanah liat kering dan jin dari nyala api, sehingga refrein kedua tertuju kepada penerima yang sudah dikenalkan asal-usulnya.
Penciptaan diri sendiri ikut masuk ke dalam daftar nikmat. Di tempat lain Al-Qur'an mengajak manusia mengingat keadaannya sebelum diciptakan. Di 19:67 Allah bertanya (أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ, a-wa-laa yadzkuru l-insaanu) yang berarti "dan tidakkah manusia mengingat", lalu menyebut bahwa Dia menciptakannya dahulu ketika manusia belum berwujud sama sekali. Di 76:1 ditanyakan hal yang serupa tentang suatu masa ketika manusia belum menjadi sesuatu yang disebut. Kedua ayat itu menempatkan keberadaan diri di antara hal yang perlu diingat, dan refrein di ayat ini menempatkannya di antara nikmat yang tidak patut didustakan.
Pasangan-pasangan sebelum empat jarak tiga ayat memperlihatkan cara surah ini menyusun pemberiannya. Dua golongan diciptakan, dua laut bertemu dan dibatasi, segala yang di bumi binasa sementara wajah Tuhan tetap kekal, dan Jahanam disebut bersama air mendidih di sekitarnya. Pertanyaan yang sama diajukan sesudah setiap pasangan, termasuk pasangan yang memuat kebinasaan dan azab. Pertanyaan tentang kebinasaan dan azab sebagai bagian dari nikmat hadir di refrein 55:28 dan 55:45, sesudah kedua pasangan itu.
Renungan dan Hikmah
- Surah ini memperkenalkan manusia dan jin lewat bahan penciptaannya, lalu mengajukan pertanyaan kepada keduanya. Allah tidak membuka percakapan dengan menyebut kedudukan, keturunan, atau pencapaian penerimanya. Orang yang ditanya tentang nikmat lebih dulu diingatkan bahwa dirinya dibentuk dari tanah liat kering. Pengingat itu memudahkan jawaban yang jujur, sebab orang yang ingat asalnya sulit merasa bahwa segala yang dimilikinya datang dari dirinya sendiri.
- Di 19:67 Allah bertanya apakah manusia tidak mengingat bahwa Dia menciptakannya ketika manusia belum berwujud sama sekali. Orang jarang menghitung keberadaan dirinya sebagai pemberian, karena keberadaan itu sudah ada sebelum ingatan pertamanya terbentuk. Refrein di ayat ini datang tepat sesudah kabar penciptaan, sehingga pengakuan pertama yang ditanyakan kepada kedua golongan menyangkut diri mereka sendiri. Pernahkah bangun pagi terasa sebagai pemberian yang baru, dan tidak sebagai kelanjutan yang dengan sendirinya terjadi?
- Sampai 55:13 kedua pihak yang disapa lewat rabbikumaa belum punya nama golongan di dalam surah. Sesudah 55:14-15 kedua golongan sudah disebut, dan pertanyaan yang sama tidak lagi dapat dianggap tertuju kepada pihak yang samar. Orang mudah membaca teguran sebagai teguran bagi orang lain, dan surah ini menutup jalan itu dengan menyebut siapa yang ditanya sebelum bertanya lagi. Allah menyapa setiap pembaca dari golongan mana pun dengan kata ganti yang sama, dan tidak ada tempat di luar sapaan itu untuk bersembunyi.
- Empat kali surah ini menyebut dua hal yang bersambung sebelum refrein datang, dan salah satu pasangannya memuat kebinasaan segala yang ada di bumi (55:26-27). Pertemuan dua laut datang bersama pembatasnya, dan kefanaan datang bersama kekalnya wajah Tuhan. Orang yang menghitung sisi yang menyenangkan dari hidupnya saja akan kesulitan menjawab pertanyaan ini dengan utuh, karena Allah menyebut kedua sisi itu bersama sebelum bertanya.
- Refrein ini menyapa manusia dan jin sebagai dua golongan, dan jawaban atasnya tidak ditetapkan oleh golongan. Di 72:14 sekelompok jin berkata (وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ, wa-annaa minnaa l-muslimuuna wa-minnaa l-qaasithuuna) yang berarti "dan sesungguhnya di antara kami ada yang berserah diri dan ada yang menyimpang dari kebenaran". Golongan manusia pun terbelah dengan cara yang sama. Allah bertanya kepada golongan, dan setiap anggotanya menjawab dengan hidupnya sendiri.
- Daftar syukur sering dimulai dari hal-hal di luar diri, seperti rumah, pekerjaan, atau kendaraan. Susunan surah ini menaruh penciptaan penerima pertanyaan di antara pemberian-pemberian itu, sehingga tangan yang menulis daftar syukur, mata yang membacanya, dan napas yang menyertainya juga termasuk di dalamnya. Allah menciptakan semua itu sebelum apa pun dapat dimiliki. Kapan terakhir kali tubuh sendiri masuk ke dalam hitungan nikmat?