رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan dua tempat terbit dan Tuhan dua tempat terbenam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِrabbu l-masyriqayni wa-rabbu l-maghribayniTuhan dua tempat terbit dan Tuhan dua tempat terbenam
Terjemahan per kata (4 kata)
- رَبُّrabbuTuhan
- الْمَشْرِقَيْنِl-masyriqaynidua tempat terbit
- وَرَبُّwa-rabbudan Tuhan
- الْمَغْرِبَيْنِl-maghribaynidua tempat terbenam
Inti bacaan
Menyaksikan fajar atau senja dari halaman rumah seminggu sekali, kemudian menitipkan satu beban pikiran kepada-Nya lewat doa pendek sebelum kembali ke kesibukan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ, rabbu l-masyriqayni wa-rabbu l-maghribayni) yang berarti "Tuhan dua tempat terbit dan Tuhan dua tempat terbenam". Kalimatnya tidak memuat kata kerja, dan pokok kalimatnya tidak tertulis. Kata rabb disebut dua kali, sekali untuk tempat terbit dan sekali untuk tempat terbenam. Di 26:28 dan 73:9 satu kata rabb mencakup keduanya, (رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ, rabbu l-masyriqi wa-l-maghribi) yang berarti "Tuhan timur dan barat", sedangkan di ayat ini kata itu diulang dengan wa-rabbu.
Kata (الْمَشْرِقَيْنِ, l-masyriqayni) yang berarti "dua tempat terbit" berakar ش-ر-ق dan berbentuk dua. Kata benda masyriq tercatat di 11 ayat dalam tiga bentuk jumlah, tunggal di 6 ayat (2:115, 2:142, 2:177, 2:258, 26:28, 73:9), jamak di 3 ayat (7:137, 37:5, 70:40), dan bentuk dua di 2 ayat, 43:38 dan ayat ini. Kata (الْمَغْرِبَيْنِ, l-maghribayni) yang berarti "dua tempat terbenam" berakar غ-ر-ب. Kata benda maghrib tercatat di 10 ayat, tunggal di 7 ayat, jamak di 2 ayat (7:137, 70:40), dan bentuk dua tercatat di ayat ini saja.
Ketiga bentuk jumlah itu sama-sama disandingkan dengan kata rabb. Bentuk tunggal hadir di 26:28 dan 73:9. Bentuk jamak hadir di 70:40 dan di 37:5, (وَرَبُّ الْمَشَارِقِ, wa-rabbu l-masyaariqi) yang berarti "dan Tuhan tempat-tempat terbit". Bentuk dua hadir di ayat ini. Al-Qur'an menyebut Allah sebagai Tuhan atas tempat terbit dalam bentuk satu, dua, dan banyak, dan di 2:115 dan 2:142 timur dan barat disebut milik Allah.
Di 43:38 bentuk dua masyriqayn berdiri tanpa pasangan maghribayn. Kalimatnya diucapkan orang yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman (43:36) ketika berhadapan dengan teman yang menyertainya, (يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ, yaa layta baynii wa-baynaka bu'da l-masyriqayni) yang berarti "aduhai, sekiranya antara aku dan engkau ada jarak sejauh timur dan barat". Di sana bentuk dua itu menjadi ukuran jarak, dan terjemahan memakai "timur dan barat". Di ayat ini bentuk yang sama disandingkan dengan maghribayn dan didahului rabb, dan terjemahan memakai "dua tempat terbit" untuk menjaga bentuk dua itu.
Al-Qur'an mengaitkan tempat terbit dan tempat terbenam dengan matahari di ayat lain. Di 2:258 Ibrahim berkata (فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ, fa-inna llaaha ya'tii bi-sy-syamsi mina l-masyriqi) yang berarti "maka sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur", dan 18:86 menyebut (مَغْرِبَ الشَّمْسِ, maghriba sy-syamsi) yang berarti "tempat terbenam matahari". Ayat ini tidak menyebut benda yang terbit dan terbenam, dan tidak menjelaskan kedua tempat itu. Terjemahan mengikuti batas itu tanpa menambahkan penjelas.
Tafsiran
Ayat ini menyebut Tuhan yang ditanyakan nikmat-Nya dalam refrein. Sesudah penciptaan kedua golongan dan pertanyaan kepada mereka yang sudah dikenalkan, surah ini beralih ke cakrawala tempat keduanya hidup. Matahari dan bulan sudah disebut di 55:5, beredar menurut perhitungan, dan ayat ini menyebut tempat terbit dan tempat terbenam sebagai wilayah pemeliharaan Tuhan yang sama. Siang yang dijalani kedua golongan dimulai di tempat terbit dan berakhir di tempat terbenam, sehingga ayat ini melingkupi seluruh hari mereka.
Al-Qur'an memakai sebutan ini ketika kekuasaan manusia berhadapan dengan kekuasaan Allah. Firaun bertanya tentang Tuhan seisi alam (26:23), dan di antara jawaban Musa, 26:28 menyebut "Tuhan timur dan barat serta apa yang ada di antara keduanya". Balasan Firaun di 26:29 berupa ancaman penjara. Di 2:258 Ibrahim menantang orang yang mengaku dapat menghidupkan dan mematikan untuk mendatangkan matahari dari barat, lalu (فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ, fa-buhita lladzii kafara) yang berarti "lalu terdiamlah orang yang kufur itu". Tempat terbit dan tempat terbenam berada di luar jangkauan setiap penguasa, dan ayat ini menyebut keduanya sebagai wilayah Tuhan kedua golongan.
Di 73:9 sebutan yang sama disusul perintah (فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا, fa-ttakhidzhu wakiilan) yang berarti "maka jadikanlah Dia sebagai wakil". Tuhan yang memegang terbit dan terbenam layak dipercaya memegang urusan yang berlangsung di antara keduanya, dan refrein sesudah ayat ini menanyakan apakah pemeliharaan itu akan didustakan.
Renungan dan Hikmah
- Terbit membuka siang dan terbenam menutupnya, dan ayat ini menyebut rabb untuk masing-masing. Awal pekerjaan dan akhir pekerjaan, pagi yang penuh rencana dan senja yang membawa lelah, sama-sama berada di bawah pemeliharaan Tuhan yang sama. Doa di awal hari sering diucapkan dengan sungguh-sungguh, sedangkan akhir hari lewat tanpa diserahkan kepada siapa pun. Pengulangan wa-rabbu memberi tempat sendiri bagi terbenam, dan Allah tidak membiarkan ujung hari yang meredup lepas dari sebutan-Nya.
- Seorang yang diberi kerajaan oleh Allah di 2:258 mengaku dapat menghidupkan dan mematikan, lalu terdiam ketika diminta mendatangkan matahari dari barat. Kekuasaan manusia dapat menjangkau penjara dan pasukan, dan tempat terbit tetap berada di luar jangkauannya. Ayat ini mengingatkan batas itu setiap pagi. Orang yang sedang memegang kuasa atas orang lain, di kantor atau di rumah, dapat bertanya kepada dirinya, adakah matahari yang sanggup digesernya satu langkah?
- Bentuk dua yang sama dipakai di 43:38 oleh orang yang menyesal, yang berharap ada jarak sejauh timur dan barat antara dirinya dan teman yang menyertainya. Teman itu ditetapkan baginya karena orang itu berpaling dari peringatan Ar-Rahman (43:36), dan penyesalannya datang ketika jarak sudah tidak dapat dibuat lagi. Pertemanan dipilih setiap hari, dan jarak dari teman yang menjauhkan dari peringatan Allah masih dapat diambil selama hari masih berganti antara terbit dan terbenam.
- Di 73:9 sebutan Tuhan timur dan barat disusul perintah untuk menjadikan-Nya wakil. Urusan yang memberatkan, seperti utang, penyakit, atau anak yang tinggal jauh, berlangsung di antara terbit dan terbenam. Tuhan yang memelihara kedua ujung hari tidak kewalahan oleh urusan di antaranya. Menyerahkan urusan kepada-Nya berarti tetap bekerja sambil melepaskan beban hasil yang berada di luar kendali. Urusan mana yang sedang digenggam terlalu erat hari ini?
- Tempat terbit disebut dalam bentuk satu di 73:9, dua di ayat ini, dan banyak di 37:5, dan ketiganya didahului sebutan Tuhan. Bentuk jumlahnya berganti, sedangkan sebutan Tuhan di depannya tetap. Manusia dapat memandang arah dengan ukuran yang berbeda-beda, sebagai satu arah untuk menghadap, dua ujung untuk menandai jarak, atau banyak titik untuk dicatat. Allah menyebut diri-Nya Tuhan atas semua ukuran itu, sehingga pengetahuan yang makin rinci tentang alam tetap berada di bawah sebutan yang sama.
- Di 2:115 timur dan barat disebut milik Allah, lalu (فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ, fa-aynamaa tuwalluu fa-tsamma wajhu llaahi) yang berarti "maka ke mana pun kalian menghadap, di sanalah wajah Allah". Orang yang merantau jauh dari kampung, bekerja di kota asing, atau terbaring di ruang rawat tetap berada di antara tempat terbit dan tempat terbenam yang dipelihara Tuhan yang sama. Arah boleh berganti, dan wajah Allah tidak tertinggal di arah yang ditinggalkan.