فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein ketiga setelah penyebutan kedaulatan kosmik: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang menegaskan bahwa keteraturan arah mata angin dan pergerakan benda langit pun termasuk nikmat yang sering diabaikan.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah menyebut kekuasaan atas timur dan barat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menagih pengakuan sesudah menyebut dua timur dan dua barat. Yang baru disebut arah. Arah pun dihitung nikmat.
  • Arah mata angin jarang terasa sebagai pemberian. Ia terlalu biasa. Yang terlalu biasa mudah luput.
  • Refrein ini datang di awal surah, bukan di tengahnya. Allah menaruhnya sejak gambaran pertama. Pengulangannya dimulai lebih awal daripada yang diduga.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.