فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka, dengan yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Menutup laptop kantor ketika gelap datang, lalu menyisihkan jam-jam sesudahnya untuk rehat dan obrolan bersama keluarga, menerima malam sebagai waktu tenang yang disediakan-Nya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani) yang berarti "maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan". Kalimat ini hadir untuk ketiga kalinya, dan uraian tentang kata-katanya ada di 55:13. Jarak dari refrein sebelumnya dua ayat, dengan 55:17 berdiri sendiri di antaranya. Jarak dua ayat menjadi irama utama surah ini, sebab dua puluh enam dari tiga puluh jarak antarrefrein berukuran dua ayat, dan ayat ini menutup jarak dua ayat yang pertama.

Kata (رَبِّكُمَا, rabbikumaa) yang berarti "Tuhan kalian berdua" datang sesudah ayat yang menyebut rabb dua kali. Akar ر-ب-ب tercatat di 35 ayat surah ini. Tiga puluh satu di antaranya refrein, dan empat lainnya 55:17, 55:27, 55:46, dan 55:78. Di luar refrein kata rabb di 55:27 dan 55:78 berakhiran -ka, "-mu", misalnya (تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ, tabaaraka smu rabbika) yang berarti "berkahlah nama Tuhanmu" di ayat terakhir surah, dan di 55:46 berakhiran -hi, "-nya". Di 55:17 kata itu berdiri tanpa akhiran, lalu refrein di ayat ini mengaitkannya kembali dengan kedua pihak yang disapa lewat akhiran rabbikumaa. Dari 55:16 sampai ayat ini kata rabb hadir empat kali dalam tiga ayat berturut-turut, sekali di setiap refrein dan dua kali di 55:17.

Bentuk dua pada refrein bertemu dengan kata benda berbentuk dua di sekitarnya. Menurut korpus morfologi, kata benda berbentuk dua tercatat di 11 ayat surah ini, yaitu 55:17, 55:19, 55:31, 55:46, 55:48, 55:50, 55:52, 55:54, 55:62, 55:64, dan 55:66. Kemunculan pertamanya di 55:17, dua tempat terbit dan dua tempat terbenam, lalu 55:19 menyebut dua laut. Sesudah itu datang dua golongan di 55:31, lalu dua taman di 55:46 dan 55:62 beserta isinya, misalnya (مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ, min kulli faakihatin zawjaani) yang berarti "dari setiap buah, ada sepasang" di 55:52. Kata kerja dan kata ganti berbentuk dua, seperti akhiran pada rabbikumaa dan tukadzdzibaani dalam refrein, tidak termasuk dalam hitungan sebelas ayat itu.

Sebaran refrein juga dapat dihitung per bagian surah. Tiga tempat membuka pembicaraan baru, yaitu sapaan kepada dua golongan di 55:31, sebutan dua taman di 55:46, dan sebutan dua taman lain di 55:62. Dengan pembagian itu refrein hadir 8 kali di 55:1-30, 7 kali di 55:31-45, 8 kali di 55:46-61, dan 8 kali di 55:62-77. Kata benda berbentuk dua tersebar dengan cara lain, 2 ayat di bagian pertama, 1 di bagian kedua, 5 di bagian ketiga, dan 3 di bagian keempat, sehingga delapan dari sebelas berada di kedua bagian tentang taman. Pertanyaan yang sama menyertai setiap bagian, dari pemberian di bumi dan langit, kabar tentang hari ketika langit terbelah, sampai gambaran taman-taman.

Tafsiran

Ayat ini mengajukan pertanyaan sesudah ayat yang menyebut Pemberi, tanpa menyebut pemberian berupa benda. Ayat 55:17 menyebut Tuhan dua tempat terbit dan dua tempat terbenam, dan refrein di ayat ini menanyakan nikmat Tuhan kalian berdua. Kedua sebutan itu menunjuk Tuhan yang sama, sehingga Tuhan yang memelihara kedua ujung hari disebut juga sebagai Tuhan milik setiap pihak yang disapa.

Terbit dan terbenam termasuk nikmat karena keduanya membatasi siang dan malam. Di 28:73, malam dan siang disebut bagian dari rahmat Allah lewat ungkapan (وَمِنْ رَحْمَتِهِ, wa-min rahmatihi) yang berarti "berkat rahmat-Nya". Malam dijadikan untuk beristirahat dan siang untuk mencari karunia-Nya, dan ayat itu ditutup dengan harapan agar mereka bersyukur. Pergantian yang ditandai tempat terbit dan tempat terbenam termasuk rahmat itu, dan refrein di ayat ini menanyakan apakah rahmat itu akan didustakan.

Irama dua ayat yang dimulai di sini memberi setiap pemberian pertanyaannya sendiri. Sesudah jarak-jarak awal yang menampung pasangan, surah ini lebih sering menyebut satu pemberian lalu bertanya. Kata-kata berbentuk dua di sekitarnya menguatkan sapaan kepada dua golongan, sebab alam yang disebut berpasangan ditanyakan kepada penerima yang juga berpasangan. Di 51:49 Allah menyebut bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan, lalu menutupnya dengan (لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, la'allakum tadzakkaruuna) yang berarti "agar kalian mengambil pelajaran", dan pasangan-pasangan dalam surah ini disusul pertanyaan yang meminta pelajaran itu diakui.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat sebelumnya menyebut Tuhan yang memelihara tempat terbit dan tempat terbenam, dan refrein ini menyebut-Nya Tuhan kalian berdua. Kebesaran yang meliputi cakrawala tidak membuat Allah jauh dari pihak yang disapa. Akhiran pada rabbikumaa mengikat Tuhan seluruh ujung langit dengan diri setiap penerima pertanyaan. Orang yang merasa terlalu kecil untuk diperhatikan dapat membaca kedua ayat ini bersama, lalu mendapati Tuhan yang sama disebut dengan kata ganti yang menunjuk dirinya.
  • Di 28:73 malam dijadikan agar manusia beristirahat, dan siang agar mereka mencari karunia Allah. Tempat terbenam menandai datangnya waktu istirahat itu. Orang yang terus bekerja sampai larut, menatap layar sampai dini hari, atau menolak tidur demi mengejar lebih banyak, sedang mengabaikan separuh dari pergantian yang disebut rahmat. Refrein sesudah ayat tentang terbit dan terbenam menanyakan juga apakah istirahat yang diberikan-Nya diterima sebagai nikmat atau dilewati sebagai waktu yang terbuang.
  • Sebelas ayat dalam surah ini memuat kata benda berbentuk dua, dari tempat terbit sampai mata air di taman. Di 51:49 Allah menyebut bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan agar manusia mengambil pelajaran. Siang dan malam, kerja dan istirahat, pertemuan dan batas, semuanya datang berpasangan dalam hidup sehari-hari. Pasangan-pasangan itu dapat dibaca sebagai tanda, dan setiap tanda dalam surah ini disusul pertanyaan yang sama. Pasangan mana dalam hidup hari ini yang belum pernah dibaca sebagai tanda?
  • Refrein hadir di keempat bagian surah, 8, 7, 8, dan 8 kali, dan bagian kedua memuat kabar tentang langit yang terbelah dan Jahanam. Pertanyaan tentang nikmat Allah tidak berhenti ketika pembicaraan beralih ke ancaman. Dalam hidup, rasa syukur mudah hadir ketika kabar baik datang dan hilang ketika keadaan menjadi berat. Surah ini menjaga pertanyaan yang sama di setiap bagian, sehingga masa lapang dan masa sempit sama-sama berada di dalam jangkauannya.
  • Di 55:17 kata rabb berdiri tanpa akhiran, di refrein kata itu menjadi Tuhan kalian berdua, dan di 55:78 menjadi Tuhanmu. Ibrahim di 2:258 menyebut (رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ, rabbiya lladzii yuhyii wa-yumiitu) yang berarti "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan" di hadapan seorang penguasa. Pengetahuan tentang kebesaran Allah atas cakrawala mencapai tujuannya ketika pembicaraan tentang Tuhan berubah menjadi pengakuan tentang Tuhanku sendiri.
  • Refrein yang sama datang sesudah penciptaan dua golongan, sesudah tempat terbit dan terbenam, dan sesudah dua laut yang bertemu. Pemberian yang disebut berganti ukuran dan jenis, sedangkan pertanyaannya tetap. Pemberian yang tampak kecil, seperti segelas air atau jalan yang aman menuju rumah, ditanyakan dengan kalimat yang sama seperti pemberian sebesar cakrawala. Allah tidak memakai ukuran lain untuk nikmat yang kecil, dan penerimanya pun tidak berhak memakai ukuran lain untuk mensyukurinya.