فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kelima setelah penyebutan mutiara dan marjan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang terus membangun akumulasi kesadaran, setiap nikmat spesifik yang disebutkan menambah bobot pertanyaan retoris yang semakin sulit dijawab dengan penyangkalan.

Penjelasan pilihan kata

Refrain tetap surah ini (muncul berulang kali): 'rabbikumaa' bentuk dual (Tuhan kalian berdua, menyapa jin dan manusia bersama), diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi (lih. 55:13).

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah menyebut mutiara dan marjan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang pertanyaan yang sama sesudah menyebut mutiara dan marjan. Tiap kali. Nikmat sekecil apa pun tetap diikuti pertanyaannya.
  • Yang baru disebut benda kecil dari laut. Bukan langit atau gunung. Yang dipakai mengingatkan justru yang muat di telapak tangan.
  • Allah menumpuk pertanyaan yang sama dari ayat ke ayat. Bertambah terus. Tiap pengulangan membuat penyangkalan lebih sulit diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-w, r-b-b, k-dz-b): fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadhdhibaan (refrein). Selaras.